Kamis, 01 Oktober 2015

Materi 2 Metode Pengambilan Keputusan

Menurut James A.F. Stoner, keputusan adalah pemilihan di antara berbagai alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu: (1) ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan; (2) ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik; dan (3) ada tujuan yang ingin dicapai dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut.
Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada. Kemudian, menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
Simon (1960) mengajukan model yang menggambarkan proses pengambilan keputusan. Proses ini terjadi dari tiga fase, yaitu : Intelligence, Design, dan Choice.
Pengambilan keputusan yaitu serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam menyelesaikan suatu masalah, pengambilan keputusan merupakan bagian terpenting yang dihubungkan dalam melaksanakan suatu perencanaan, ada beberapa hal yamg perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan:
1.   Pemahaman dan Perumusan Masalah
2.   Pengumpulan Analisa Data Yang Relevan
3.   Pemilihan Alternatif Terbaik
4.   Implementasi Keputusan
5.  Evaluasi
George R. Terry menyebutkan 5 dasar  (basis) dalam pengambilan keputusan, yaitu: (1) intuisi;  (2) pengalaman; (3) fakta; (4) wewenang;  dan (5) rasional.
Dari pengertian keputusan tersebut dapat diperoleh pemahaman bahwa keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif. Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.



TUGAS 3 METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Dari laporan KP yang anda teliti, Baca dan amati laporan khusus dan tentukan hal berikut :
1. Masalah yang diselesaikan
2. Tujuan penelitian
3. Langkah-langkah menyelesaikan masalah
4. Hasil akhir
Tuliskan pada kolom komentar blog ahmadmuhsinupn.blogspot.com materi 3 Metode Pengambilan Keputusan

48 komentar:

  1. A_122130070_Erfan Erdyanto

    Nama Perusahaan : PT Holcim Tbk Cilacap Plant
    Judul KP : Analisis Pencahayaan Pada Malam Hari di Area Workshop Mechanic di PT Holcim Tbk Cilacap Plant
    Alamat Perusahaan : Cilacap, Jawa Tengah

    Masalah : Kekurangan pencahayaan pada area/lokasi kerja pada malam hari pada produksi semen di PT Holcim TBK Cilacap Plant yang sangat dibutuhkan pada area workshop mechanic
    Tujuan dan Manfaat : Mengetahui tingkat pencahayaan di area workshop mechanic, dan mengetahui jenis lampu yang dipakai pada area workshop mechanic.
    Langkah Penyelesaian :
    1. Memodifikasi system penerangan yang sudah ada dengan cara menaikan/turun letak lampu didasarkan pada objek kerja, merubah posisi lampu, menambah/mengganti warna lampu
    2. Modifikasi pekerjaan dengan cara membawa pekerjaan lebih dekat kemata , sehingga objek dapat dilihat dengan jelas, merubah posisi kerja untuk menghindari bayang-bayang pantulan, sumber kesilauan, dan kerusakan penglihatan
    3. Pemeliharaan dan pembersihan lampu
    4. Penyediaan penerangan local
    5. Penggunaan korden dan perawatan jendela
    Hasil kahir :
    1. Semua titik lampu mesin menggunakan lampu TL (tabel Lampu) dan semua lampu dengan daya 60 watt, 75 lm/w maka penambahan jumlah lampu yang ahrus dilakukan pada seluruh titik semua mesin sebanyak 4 lampu

    BalasHapus
  2. A_122120054_Lulu Ratna Sari

    Nama perusahaan : PT. Kayab Indonesia
    Alamat perusahaan : Jl. Jawa Blok ii No.4 Cikarang Barat, Jawa Barat
    Judul laporan KP : Analisa Efisiensi dan Performasi Produksi Line Inner Tube Menggunakan Aktifitas Overall Equipment Efficiency
    Alamat perusahaan
    Oleh : Maranata Parada Sastra Lubis

    Masalah : bagaimana cara menganalisa tingkat efektifitas performansindan effisiensi mesin dalam ruang lingkup produksi lini tube menggunakan aktifitas Overall Equipment Efficiency
    Tujuan :
    1. Melakukan perhitungan nilai OEE
    2. Menganalisa hasil penilaian OEE pada masing-masing mesin produksi
    Langkah penyelesaian:
    1. Mengumpulkan data kapasitas output machining dan grinding
    2. Melakukan perhitungan Quality Rasio
    3. Melakukan perhitungan Operation Time Ratio
    4. Melakukan perhitungan Performasndi Efisiensi R
    5. Melakukan pergitungan Overall Equipment Efficiency
    Hasil akhir :
    1. Nilai OEE pada proses machining pada lini machining 1, 2, 3, dan 4 berturut-turut adalah 94,5%, 93,9%, 92,5%, 92,7%.
    2. Hasil rata-rata nilai OEE pada proses machining sebesar 93,4%
    3. Nilai OEE pada proses grinding, lini 3 grinding didapatkan OEE sebesar 86,2%

    BalasHapus
  3. 1.Masalah :pencegahankecelakaandanpenanggulanganpenyakitakibatkerja
    2.Tujuanpenelitiandilakukanuntukmenganalisasistemmanajemenperawatandanpenerapankesehatandankeselamatankerja(K3) pada department maintenance di PT. FrieslandCampinaKievitSalatiga
    3.langkah-langkah pencegahandanpenenggulanganpenyakitakibatkerja di department maintenanceyaitu:
    a.inspeksi:kegiatanpemeriksaanbangunandanperalatansecaraberkala
    b.Kegiatanteknik:percobaanperalatan yang barudibeli, pengembangankomponen yang barudiganti
    c.KegiatanProduksi:memperbaikidanmereparasimesin-mesindanperalatanproduksi
    d.Kegiatanadministrasi:kegiatanpencatatandarikejadianterpentingdaribagianpemeliharaa n.contoh:eorkpermit,work order, danpenyimpanan user manual guide untukmesin-
    mesin yang digunakan
    e.Pemeliharaanbangunan:perbaikandanpenambahanfasilitasgedungdenganbantuankontraktor
    4.Hasilakhir : yaitu departemen maintenance membagi pekerjaanmenjadibeberapa unit kerja. Setiap aktivitas yang ada akan dikontrol oleh petugas dengan menggunakan suatu matrik yaitu HIRADC untuk menilai bagaimana resiko dan untuk meminimalisir resiko tersebut.

    BalasHapus
  4. A-122130176-Redha Anggraeni Nilamsari

    Nama Perusahaan : PT.KERTAS LECES (Persero)
    Judul KP : Penentuan Interval Waktu Pemeriksaan untuk Memaksimalkan Avaibilitas Mesin Gearbox Hydrapulper Agitator
    Alamat Perusahaan : Probolinggo, Jawa Timur

    1.Masalah yang diselesaikan : mengetahui waktu interval yang optimal untuk memaksimalkan avaibility/kesiapan mesin produksi/ mesin Gearbox Hydrapulper Agitator.
    2. Tujuan Penelitian : menentukan interval waktu yang optimal untuk memaksimalkan kesiapan Gearbox Hydrapulper Agitator yang nantinya dapat digunakan sebagai pengaturan jadwal perawatan preventif.
    3.Langkah-langkah penyelesaian masalah:
    a. pengumpulan data : obervasi langsung, wawancara, literatur
    b.pengolahan data : penentuan mesin kritis, penentuan distribusi waktu antar kerusakan, penentuan fungsi keandalan F(t),R(t),MTBF, penentuan availabilitas Gearbox Hydrapulper Agitator.
    c.Analisis hasil
    4.Hasil akhir : interval waktu pemeriksaam yang optimal dilakukan setiap 2 hari sekali, karena pada saat itu nilai availabilitas maksimal pada Gearbox Hydrapulper Agitator mencapai 95,99% .

    BalasHapus
  5. A - 122130021 - Claudia Dinda Matita
    Nama Perusahaan : PT. Djambi Waras Jujuhan
    Judul KP : Analisis Lingkungan Fisik Kerja Dalam Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Di PT. Djambi Waras Jujuhan

    1. Masalah yang diselesaikan : mengetahui apakah lingkungan kerja perusahaan telah memenuhi standar dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).
    2. Tujuan Penelitian : memberikan perbaikan berupa analisis kuantitatif dan analisis kualitatif sebagai solusi pengolahan lingkungan kerja menjadi aman dan nyaman.
    3. Langkah-langkah penyelesaian masalah :
    a. Pengumpulan data : data primer (didapat langsung dari sumber) dan data sekunder (didapat dari pihak lain)
    b. Studi Lapangan : observasi dan wawancara dengan pihak perusahaan
    c. Studi Pustaka : untuk memperoleh data sekunder sebagai referensi teori
    4. Hasil ahir : Faktor-faktor fisik lingkungan kerja belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah, namun demikian penerapan SMK3 sudah dilaksanakan seperti, menyediakan perlengkapan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan jaminan kesehatan.

    BalasHapus
  6. A - 122130033 - Dikri Machmul Kurniawan
    Persuahaan : PT.Petrokimia Gresik
    Judul Laporan KP:Pengendalian Inventory dan Penerapan metode First In dan First Out di Bagian Pengantongan II
    Alamat Perusahaan : Jl. Jenderal Ahmad Yani - Gresik 6111, Jawa Timur
    1.Masalah yang akan diselesaikan
    Bagaimana metode first in first out(FIFO) dapat diterapkan pada kantong yang belum terpakai di bagian pengantongan II untuk menghindari banyaknya kantong yang rusak
    2.Tujuan Penelitian
    Dapat diaplikasikannya metode first in dan first out (FIFO) kantong pada bagian pengantongan II
    3.Langkah-langkah penyelesaian masalah:
    >Melakukan pengumpulan data dari: observasi langsung,wawancara.
    >Melakukan pengolahan data dan analisis hasil
    -)Dengan mengetahui data kuantitas pengantongan pupuk phonska pada bulan Januari-Febuari 2012 maka dapat dilakukan peramalan,sehingga jumlah kebutuhan kantong tersebut bisa dijadikan sebagai dasar safety stock
    -)Seteah data safety stock dan reorderpoint didapat maka langkah selanjutnya adalah melakukan melakukan perencanaan kebutuhan kantong dengan metode MRP.Dari perhitungan MRP didapat data-data rencana kebutuhan kantong
    4.Hasil akhir:
    Perlu dibuat sekat untuk membedakan kantong yang baru masuk dan yang sudah lama tersimpan.Kantong juga perlu dibuat pengkodean pada kantong untuk memastikan bahwa metode first in dan first out sudah diaplikasikan secara maksimal

    BalasHapus
  7. A-122130057-Rifqi Naufal Rafif
    Perusahaan : PT.Petrokimia Gresik
    Judul KP : Analisis Kualitas Produk terhadap Kemasan menurut Berat di Unit NPK II, NPK III dan NPK IV Departemen Produksi IIB
    Alamat Perusahaan : Jl. Jendral Ahmad Yani – Gresik 6111, Jawa Timur
    1. Masalah : Bagaimana kualitas produk terhadap kemasan menurut berat di unit NPK II,NPK III, dan NPK IV Departemen Produksi II B melalui kemasan produk dan nilai kapabilitas existing.
    2. Tujuan : Mengetahui berat kemasan produk pupuk NPK II, NPK III, dan NPK IV yang sesuai spesifikasi pada bagian NPK II, NPK III, dan NPK IV serta mengetahui Kapabilitas existing pada proses pengantongan pupuk NPK II, NPK III, dan NPK IV.
    3. Langkah-langkah :
    a. Studi literatur (studi lapangan dan studi pustaka)
    b. Pengumpulan data : Data jumlah produk dari 02 Mei-30 Mei 2014 dan faktor penyebab kecacatan
    c. Pengolahan data : Penyusunan peta kendali I-MR dan penentuan produk kecacatan
    d. Analisis Hasil : Menganalisis peta kendali I-MR dan menganalisis kapabilitas proses
    4. Hasil Akhir : Proses pengantongan dilakukan mampu menghasilkan produk dalam kemasan dengan spesifikasi 50,20 Kg/kantong-50,40 Kg/kantong. Kapabilitas Existing NPK III adalah sebesar -0,0856. Kapabilitas Existing NPK II adalah sebesar -0,022865. Untuk NPK IV peneliti tidak menghitung nilai Cpk atau Kapabilitas Existing dikarenakan data pada pupuk NPK IV tidak berada dalam kontrol.

    BalasHapus
  8. A – 122130036 – DIVA VANESHA
    Nama Perusahaan : PT.NOJORONO KUDUS
    Judul Kerja Praktek : Pengendalian mutu untuk mengurangi produk cacat dengan menggunakan peta kendali pada mesin wrapper
    Alamat : Jalan jend.sudirman 86.B, kudus
    1.Masalah : mengurangi ketidaksesuain dalam proses produksi sehingga produk yang mengalami ketidaksesuaian dapat ditekan pada tingkat minimum.
    2.Tujuan penelitian :Untuk mengetahui ketidaksesuaian produk dengan penerapan pengendalian mutu diperusahaan, Untuk mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian sehingga dapat dilakukan penggulangan lebih lanjut, Merencanakan penanggulangan dari ketidaksesuaian yang ada diperusahaan
    3.Langkah-langkah menyelesaikan masalah ada delapan langkah pemecahan masalah yaitu :
    1. Mencari masalah utama
    2. Mencari penyebab-penyebab
    3. Menetukan penyebabkan yang sangat berpengaruh
    4. Menyusun rencana penanggulangan dan menetapkan sasaran
    5. Melaksanakan rencana
    6. Evaluasi hasil penanggulangan
    7. Membuat standard
    8. Memecahkan masalah berikutnya
    4.Hasil akhir : - Dari hasil pengolahan data ketidaksesuaian produk dengan menggunakan peta kendali p,dapat dilihat bahwa karakteristik mutu yang diperhatikan dalam proses pemasangan pita cukai, tear tape pak dan opp film rokok adalah tidak terkendali. Ini dapat diilihat dari grafik peta kendali hasil pengolahan data. Oleh sebab itu harus segera diambil tindakan lebih lanjut
    - Untuk menanggulangi cacat yang terjadi, maka dilakukan rencana perbaikan yaitu dengan memberikan pelatihan bagi operator rokok mesin wrapper, pengarahan tentang metode kerja dan penataan kembali ruang produksi yang digunakan.

    BalasHapus
  9. A – 122130253 – SAFIRA RATNASARI

    Nama Perusahaan : PUSDIKLAT MIGAS CEPU JAWA TENGAH
    Judul Kerja Praktek : Pengukuran produktivitas pada bagian proses produksi – unit air bersih dengan metode objective matrix (OMAX)
    Alamat : Jalan Sorogo No. 1 Cepu

    1.Masalah : menilai apakah jumlah dan mutu produk yang dihasilkan suatu industri air mampu memenuhi harapan dan keinginan masyarakat luas, serta menilai kewajaran perbandingan antara output yang dihasilkan produsen dengan sumber-sumber yang dikeluarkan dengan melakukan pengukuran produktivitas.

    2.Tujuan penelitian : memberikan gambaran kepada perusahaan mengenai perkembangan produktivitas produksinya serta agar perusahaan dapat menilai atau mengevaluasi tingkat produkivitas yang telah dicapai sebagai dasar atau input untuk perencanaan serta pengendalian atau pengorganisasian perusahaan di masa yang akan datang.

    3.Langkah-langkah menyelesaikan masalah ada empat langkah pemecahan masalah yaitu :
    1. Pemilihan kriteria kinerja
    2. Penetapan skala kinerja
    3. Pembuatan matrik obyektif
    4. Menghitung indikator produktivitas

    4.Hasil akhir : nilai indikator pencapaian tertinggi dicapai pada bulan Desember 2004 yaitu sebesar 332,87 % dengan persentase peningkatan indeks produktivitas sebesar 672,14 %. Dan secara umum dapat dikatakan bahwa nilai indikator produktivitas mengalami kenaikan terhadap periode dasar.

    BalasHapus
  10. A_122130158_Putriyanti

    Nama Perusahaan : PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant
    Judul Laporan KP : Penentuan Tingkat Signifikasi Penyebab Kerusakan Mesin Grate Cooler (472-GQ1) Menggunakan Root Cause Failure Analysis
    1. Masalah : Operasi grate cooler yang tidak baik akan berakibat terhadap turunnya efisiensi cooler karena jumlah udara pendinginan menjadi tidak optimal, pemanfaatan panas kembali menjadi tidak maksimal dan kualitas clinker menjadi buruk
    2. Tujuan penelitian : Difokuskan untuk menganalisis penyebab signifikan kerusakan mesin pada grate cooler (472-GQ1) di PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant. diharapkan, hasil analisi dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perawatan mesin tersebut sehingga kinerja mesin dapat lebih baik dan proses pendinginan cliker menjadi lebih lancer.
    3. Langkah – langkah menyelesaikan masalah :
    -Melakukan pengumpulan data
    Data primer yaitu data jenis kerusakan grate cooler. Menunjukan jenis kerusakan yang paling sering terjadi pada mesin grate cooler (472-GQ1). Struktur fault tree untuk jenis kerusakan yang paling sering terjadi.
    Data sekunder yaitu data jumlah kerusakan yang terjadi pada saat inspeksi grate cooler (472-GQ1) . jumlah plate yang diinspeksi pada grate cooler (472-GQ1)
    -Melakukan pengolahan data
    Melakukan uji distribusi, data yang diuji adalah data nonconformities per unit sebagai dasar penentuan peta kendali yg digunakan
    Menentukan peta kendali, peta kendali yang digunakan dalah peta kendali u karena data yg diuji merupakan data atribut, ukuran sample bervariasi, dan dat berdistribusi poisson.
    Menghitung probabilitas untuk mengetahui probabilitas terbesar penyebab signifikan kerusakan grate cooler (472-GQ1)
    4. Hasil akhir Kerusakan grate cooler (472-GQ1) dapat dikurangi antara lain dengan melakukan tindakan alternative sbb:
    - Optimalisasi penggunaan fan, dengan mengecek system pendingin udara agar kondisi suhu under grate tetap terjaga pada kondisi normal yaitu tidak melebihi 50 drajat C
    - Pengaturan jumlah clinker yang masuk ke grate cooler sehingga material tidak overload dan tekannanya menjadi normal (150 bar)
    - Pengecekan keausan antar plate setiap hari agar plate pada grate cooler tidak bergesekan.
    - Peningkatan kinerja karyawan yang ada di control room untuk memantau kecepatan dan suhu grate melalui komputer.

    BalasHapus
  11. A_122130031_Della Ayu Avianna

    Nama Perusahaan : PT. YTL Jawa Timur
    Judul Laporan KP : Permodelan Persebaran Pencemar Udara PLTU Paiton unit 5 dan 6
    Alamat Perusahaan : JL. Raya Surabaya - Situbundo km 141 Paiton - Probolinggo Jawa Timur

    1. Masalah : Bagaimana menentukan area persebaran partikel polutan, dengan bermodelan cerobong asap menggunakan sistem Ground Level Concentration (GLC) berdasarkan Gaussian Dispersion Model.

    2. Tujuan : Mengetahui sistem penanganan fly ash dan kualitas udara di PLTU Paiton unit 5&6, Menganalisis pola persebaran polutan dari PLTU Paiton unit 5&6.

    3. Langkah-langkah menyelesaikan masalah :
    A) Melakukan pengumpulan data pengelolaan kualitas udara emisi.
    B) Menentukan harga koefisien dispersi arah kepulan emisi (plume) dan konsentrasi.
    C) Menghitung konsentrasi polutan pada kondisi normal dan abnormal.
    D) Mencari titik konsentrasi polutan optimal.

    4. Hasil akhir : Sebagian besar 98% fly ash yang dihasilkan dari kegiatan PLTU paiton unit 5&6 sudah dimanfaatkan oleh industri semen dan ready mix dan sisanya 2% ditimbun dalam Tempat Penimbunan Limbah B3 yang sudah mendapatkan ijin dari Kementrian Lingkungan Hidup.

    BalasHapus
  12. A-122130026-Nur Endah Fitriana

    Nama Perusahaan : PT. Semen Kupang (Persero)
    Judul Laporan KP : Analisa Aspek Pemasaran dan Aspek Finansial Dalam Studi Kelayakan Pemasaran Semen Kupang
    Alamat Perusahaan : Jl Kom L Yos Sudarso, Namosain, Kelapa Lima, Kupang 85224 Nusa Tenggara Timur

    Masalah yang diselesaikan:
    Besarnya service level (tingkat pelayanan) yang akan dicapai serta seberapa besar keuntungan yang didapat perusahaan dan strategi pemasaran yang dapat dilakukan perusahaan.

    Tujuan Penelitian:
    1. Untuk mengetahui apakah layak atau tidak layak pemasaran yang dijalankan perusahaan
    2. Untuk menentukan besarnya service level (tingkat pelayanan) yang dapat dilakukan PT. Semen Kupang (Persero)
    3. Untuk memproduksi besarnya kemampuan proyek untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan
    4. Untuk memilih strategi pemasaran yang tepat yang dapat dilakukan oleh PT. Semen Kupang (Persero) dalam menjalankan usahanya di masa mendatang.

    Langkah-langkah penyelesaian masalah:
    1. Melakukan studi literatur
    2. Mengidentifikasi masalah dan Perumusan masalah
    3. Menentukan tujuan penelitian
    4. Pengumpulan data seperti: Data permintaan pasar, Data permintaan produk, Data sumber modal kerja, Data biaya produksi, Data biaya penjualan dan biaya umum, Data harga jual produk
    5. Melakukan pengolahan data dengan menggunakan Analisis Pasar dan Pemasaran yang terdiri dari peramalan permintaan, Analisis Finansial yang terdiri dari Menghitung angsuran bunga dan bunga pinjaman sebagai modal kerja, menghitung pendapatan perusahaan, dan menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dan proyeksinya.

    Hasil akhirnya:
    1. Pemasaran semen PT. Semen Kupang dapat disimpulkan layak untuk dijalankan
    2. Service level PT. Semen Kupang (Persero) menunjukkan kenaikan setiap tahunnya dengan hasil peramalan diperoleh bahwa tahun 2003 sebesar 3.733.427 sak. tahun 2004 sebesar 6.126.857 sak, tahun 2005 sebesar 8.467.200 sak, tahun 2006 sebesar 10.807.542 sak, dan tahun 2007 sebesar 13.147.884 sak.
    3. Besarnya pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan semen meningkat sesuai dengan jumlah permintaan produk semen yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2003 pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 10.714.999.000,00, tahun 2004 sebesar Rp. 62.774.188.000,00, tahun 2005 sebesar Rp. 103.210.788,00, tahun 2006 sebesar Rp. 149.899.149.000,00, dan tahun 2007 sebesar Rp. 206.975.179.000,00.
    4. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah pemasaran di utamakan pada daerah pasar utama yaitu Daratan Timor dengan menguasai 100% pangsa pasar NTT dan meningkatkan pangsa pasar sekunder.

    BalasHapus
  13. A_122130028_AMBAR KUSUMASARI

    Nama Perusahaan: PT.Budi Manunggal
    Judul laporan KP: Analisis Liingkungan Fisik Kerja Dalam Rangka Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di PT Budi Manunggal

    1. Masalah
    Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah lingkungan kerja PT Budi Manunggal telah memenuhi standar dalam pelaksanaan system manajemenkesehatan dan keselamatan kerja (SMK3).
    2. Tujuan Penelitian
    Mengetahui apakah lingkungan kerja PT Budi Manunggal telah memenuhi standar dalam penerapan SMK3, Serta memberikan perbaikan berupa analisis kuantitatif dan kualitatif sebagai solusi bagi perusahaan untuk memperbaiki dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
    3. Langkah langkah Penyelesaian Masalah:
    1. Studi Lapangan
    a. Observasi
    b. Wawancara
    2. Studi Pustaka
    4. Hasil Akhir
    Penerapan SMk3 telah berhasil dan berjalan dengan baik,misalnya dengan perlengkapan alat pelindung diri (APD) yang telah lengkap,dan jaminan kesehatan serta manajemen keselamatan kerja yang baik.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. A - Eka Febriani S - 122130018
    Judul : Analisis Pengendalian Kualitas Produk Karya Tipe 150 CC R (Standar) Menggunakan Peta Kendali u
    Perusahaan : PT. Tirangle Motorindo
    Masalah yang diselesaikan : beberapa kecacatan proses produksi yang masih terjadi saat memproduksi sepeda motor roda tiga di PT. Triangle Motorindo sehingga tidak memenuhi standar kalitas yang telah ditentukan.
    Tujuan Penelitian :
    a. Mengetahui kualitas produksi khususnya pada bagian ban cadangan dan rear fender pada produk Karya 150 cc R (standar)
    b. Mengetahui faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kerusakan produk
    Langkah-langkah menyelesaikan masalah :
    Secara garis besar, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
    a. Menyusun peta kendali u
    b. penentuan penyebab terjadinya produk cacat
    c. Penyusunan diagram fish bone
    Hasil akhir :
    a. Berdasarkan analisis peta kendali u, dapat dilihat bahwa proses produksi dikatakan masih terkendali secara statistik dan dalam spesifikasi sehingga proses masih dapat dilanjutkan namun masih membutuhkan perbaikan-perbaikan.
    b. Kecacatan paling dominan terjadi pada rear fender yang tidak center (11,174%) dan ban cadangan yang tidak center (7,306%)
    c. Faktor yang menyebabkan kecacatan dominan pada produk adalah faktor manusia, mesin, metode, manajemen, perwatan, dan pengukuran . Namun yang paling terlihat untuk rear fender dan ban cadangan adalah faktor bahan baku, mesin, dan metode.

    BalasHapus
  16. A - 122130037 - Herditya Mahardika

    Nama Perusahaan : PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant
    Judul Laporan KP : Analisis Pengendalian Kualitas Produk Kantong Semen Menggunakan Peta Kendali di PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant

    Masalah yang diselesaikan
    Penyebab terjadinya kecacatan pada produk kantong semen pada departement bag plant di PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant terkendali secara statistik

    Tujuan Penelitian
    1. Untuk mengetahui produksi dari katong semen pada dept bag plant PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant terkendali secara statistik atau tidak.
    2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan kecacatan terbesar pada produk tersebut.

    Langkah-langkah menyelesaikan masalah
    1. Menghitung jumlah kecacatan menggunakan peta kendali np
    2. Penyusunan diagram fishbone

    Hasil Akhir
    Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini anatara lain :
    1. Berdasarkan analisis peta kendali np dapat dilihat bahwa proses produksi pada dept bag plant di PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap plant masih terkendali secara statistik dan masih dalam spesifikasi yang ditetapkan oleh dept bag plant, sehingga dalam proses produksinya dapat dilanjutkan kembali.
    2. Kecacatan yang paling besar terdapat pada valve yang keluar atau kedalam atau yang kosong dengan prosentase sebesar 18,82%.
    3. Faktor yang menyebabkan pada produk adalah faktor manusia, mesin, material dan maintenance.

    BalasHapus
  17. A - 122130156 - Arranda Syahfitra Siregar

    Nama Perusahaan : PT. Kusuma Sandang Mekarjaya
    Judul KP : ANALISIS BEBAN FISIOLOGIS DAN PENGATURAN WAKTU ISTIRAHAT OPERATOR TENUN PADA DEPARTEMEN WEAVING

    Masalah yang diselesaikan :
    Mengetahui berapa beban fisiologi dan pengaturan waktu istirahat operator tenun pada departement weaving di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya.

    Tujuan Penelitian :
    Untuk Mengetahui beban fisiologi dan pengaturan waktu istirahat operator tenun pada departement weaving di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya sudah standart atau tidak.

    Langkah-langkah Menyelesaikan Masalah :
    1. Mendata beban apa yang terjadi oleh pekerja di perusahaan ini.
    2. Dan, setelah mendata dapat menentukan waktu istirahat pekerja

    Hasil Akhir :
    Jadi dari analisis yang di lakukan kita dapat menentukan berapa beban fisiologi dan pengaturan waktu istirahat operator tenun pada departement weaving di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya. karena deengan diketahuinya beban fisiologi kerja diharapkan mampu meringankan beban kerja seorang pekerja dan meningkatkan produktivitas kerja.

    BalasHapus
  18. A _122130039_Maulana Aldy K
    Persuahaan : PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk
    Judul Laporan KP: Analisis Pasar Flexi Pada BTS Low Occupancy
    Alamat Perusahaan : Jl. Laksda Yos Sudarso No.9, Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224, Indonesia

    >Masalah yang akan diselesaikan
    Apakah yang mempengaruhi tingkat penggunaan Flexi pada BTS low occupancy.

    >Tujuan Penelitian
    Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi tingkat penggunaan Flexi pada daerah BTS low occupancy, dan mengetahui perbaikan pengembangan dalam produk Flexi.

    >Langkah-langkah penyelesaian masalah
    Melakukan pengumpulan data.
    Melakukan uji validasi dan reabilitas.
    Melakukan analisa dari data yang didapat.

    >Hasil akhir:
    Berdasarkan tingkat analisis dan penggunaan kartu seluler pada daerah BTS low occupancy lebih kecil dibandingkan dengan data provinsi perusahaan besar.
    Tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pelanggan mempengaruhi pemilihan kartu seluler.
    Perbaikan yang dilakukan adalah memperbaiki kualitas sinyal, dan jangkauan luas area BTS.

    BalasHapus
  19. A_122130043_Rani Triyani

    Nama perusahaan: pabrik gula mojo

    Judul laporan KP: Analisa kemampuan proses pemurnian

    Alamat perusahaan: jalan raharjo no 4 kecamatan sragen, kab sragen. Jawa tengah.

    * Masalah yang diselesaikan:
    Besar indeks kemampuan proses pada proses pemurnian dan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proses pemurnian di pabrik Gula Mojo Sragen terkendali atau tidak terkendali.
    * Tujuan Penelitian:
    - Untuk mengetahui proses pemurnian terkendali atau tidak dengan menganalisa dari data pemeriksaan Clarity/ tingkat kejernihan nira encer, kenaikan HK (Harga Kemurnian) nira encer dari nira mentah dan selisih kadar kapur nira encer terhadap kadar kapur nira mentah.
    - Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemurnian.
    - Menganalisa kemampuan proses.
    * Langkah-langkah penyelesaian masalah:
    - Studi literature
    - Perumusan dan Identifikasi masalah
    - Penetapan tujuan
    - Pengumpulan data seperti data pemeriksaan clarity/tingkat kejernihan nira encer, data pemeriksaan kenaikan HK (Harga Kemurnian) nira encer dari nira mentah, data pemeriksaan selisih kadar kapur nira encer terhadap kadar kapur nira mentah. dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemurnian.
    - Pengolahan data seperti membuat bagan kendali, analisa kemampuan proses dan membuat fishbone diagram.
    * Hasil akhir:
    Pada waktu proses produksi antara bulan Juni – Agustus pada proses pemurnian kemampuan proses tergolong rendah karena mempunyai nilai C_pk < 1. Faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan proses yang paling dominan dalam proses pemurnian yaitu bahan baku tebu (factor kemasakan), pemberian bahan baku tambahan (susu kapur, belerang), waktu yang dibutuhkan dalam setiap proses pemurnian, kualitas air yang dipakai untuk proses produksi, dan manusia (operator).

    BalasHapus
  20. A_122130030_Danang Ibrahim Adnan

    Nama Perusahaan: PT. Bridgestone Tire Indonesia
    Judul laporan KP: Pengukuran Produktivitas pada Bagian Proses Produksi Dengan Metode Objective Matrix (OMAX)
    Alamat: Jl. Raya Bekasi km. 27 Bekasi

    Masalah : Seberapa baik tingkat keberhasilan perusahaan jika dilihat dari tingkat produktivitas produksi, yang dilihat dari unit produksi PT Bridgestone Tire Indonesia yang berada di Bekasi.

    Tujuan : Mengukur tingkat produktivitas pada perusahaan PT Bridgestone Tire Indonesia yang berada di Bekasi.

    Langkah-langkah menyelesaikan masalah :
    1. Melakukan pengumpulan data.
    2. Menyusun kerangka penelitian.
    3. Melakukan pengukuran produktivitas dengan metode OMAX

    Hasil Akhir : Nilai indikator pencapaian tertinggi dicapai pada bulan Juli 2005 yaitu sebesar 444.869 dengan persentase peningkatan indeks produktivitas sebesar 80,51%.
    Secara umum dapat dikatakan bahwa nilai indikator produktivitas mengalami kenaikan terhadap periode dasar, karena hanya terdapat dua periode yang bertanda ( - ) yang berarti mengalami penurunan, yaitu bulan November 2005 dan Januari 2006.

    BalasHapus
  21. A_122130041_Husnan Yusuf

    Nama Perusahaan : PT Koryo Puspita Indonesia
    Judul KP : Analisis proporsi kecacatan produk sarung tangan “Dunlop Flex” menggunakan peta kendali P

    1. Masalah yang diselesaikan : mengetahui seberapa besar tingkat kecacatan pada proses produksi
    2. Tujuan Penelitian : memberikan perbaikan berupa analisis untuk mengurangi tingkat kecacatan yang terjadi.
    3. Langkah-langkah penyelesaian masalah :
    a. studi lapangan
    b. studi kasus
    c. pengumpulan data
    d. analisis masalah
    4. Hasil ahir : Dari analisa diagram pareto persentase dari total kecacatan yang paling dominan adalah pada proses pelipatan pada bagian lipatan jari sebesar 33,33%

    BalasHapus
  22. A_122120022_Felix Zelin Pradina

    Nama Perusahaan : PT. Mitra Rekatama Mandiri
    Judul laporan KP : Analisis Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadapa Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
    Alamat Perusahaan : Jl. Koperasi Baja No. 2 Ceper klaten
    Masalah : Cara Menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja di PT. Mitra Reketama Mandiri

    Tujuan : Mengetahui jalannya penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada departemen produksi di PT. Mitra Rektama Mandiri

    Langkah-langkah menyelesaikan masalah :
    1. Melakukan pengumpulan data.
    2. Menyusun kerangka penelitian.
    3. Menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

    Hasil Akhir : PT. Mitra Rekatama Mandiri kurang berhasil dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dikarenakan Tingkat keberhasilan menerapkan SMK3 di perusahaan ini baru mencapai 68,75% yang mencerminkan perlu adanya penanganan lanjutan untuk mencapai keberjasilan dalam penerapan SMK3 di perusahaan ini. Penggunaan Alat Pelindung Diri (ADP) yang ada sekarang belum semuanya sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)

    BalasHapus
  23. A - 122130092 - Della Intan Saridewi

    Nama Perusahaan : PT. PRIMISSIMA, MENDARI, SLEMAN
    Judul KP : Analisis Pencahayaan Ruang Ring Spinning Pabrik I, II, Dan III
    Alamat Perusahaan : Jl. Magelang Km No. 15, Kec. Sleman, Yogyakarta

    1. Masalah Yang Diselesaikan
    Kurangnya pencahayaan di ruang ring spinning pabrik I, I, dan III di PT Primissima.

    2. Tujuan Penelitian
    • Mengetahui tingkat pencahyaan yang ada di ruang ring spinning PT Primissima.
    • Menganalisis sistem pencahayaan di ruang ring spinning untuk mengetahui apakah tingkat pencahayaan yang ada sudah sesuai standar pencahayaan untuk ruang pemintalan.
    • Melakukan perhitungan untuk menentukan jumlah lampu atau luminaire guna menghasilkan tingkat pencahayaan yang sesuai standar pencahyaan untuk ruang pemintalan.

    3. Langkah-langkah Menyelesaikan Masalah
    • Menghitung indeks ruang dengan menggunakan rumus.
    • Menentukan faktor reflektansi sesuai warna langit-langit (F11), dinding (Fd), dan lantai ruangan (F1). Faktor reflektansi ini ditentukan dengan membandingkan lebar di bagian tengah merupakan lorong atau jalan bagi box berjalan yang membawa gulung benang roving.
    • Menghitung tingkat pencahayaan prata-rata sesuai dengan jumlah lampu yang ada.
    • Menghitung jumlah lampu untuk mendapatkan tingkat pencahayaan rata-rata sesuai standar.

    4. Hasil Akhir
    • Kondisi faktual tingkat pencahyaan di ruang ring spinning pabrik I, II, dan III dengan luxmeter adalah 180-200 lux, kurang dari standar tingkat prncahyaan untuk ruangan pemintalan, yaitu sebesar 300-500-750 lux.
    • Hasil perhitungan tingkat pencahayaan di ruang ring spinning berdasarkan jumlah lampu, pemantulan dalm ruang, dan dimensi ruang telah memenuhi standar minimal tingkat pencahayaan. Kondisi ini berada dengan kondisi tingkat pencahyaan secara faktual akibat faktor koefisien pemakaian dan koefisien depresiasi yang terus menurun.
    • Jumlah lampu yang seharusnya dipasang untuk mendapatkan tingkat pencahayaan yang sesuain standar, yakni 500 lux untuk masing0masing ruang ring spinning di pabrik I, II, dan III masing-masing as\dalah 458 buah, 387 buah, dan 634 buah.

    BalasHapus
  24. A-122130124-Fayakun Akbar

    Nama Perusahaan : PT. ANEKA ADHILOGAM
    KARYA CEPER KLATEN
    Judul KP : MINIMASI JUMLAH PRODUK CACAT DENGAN PENGENDALIAN MUTU PADA PRODUK SAMBUNGAN PIPA JENIS COLLAR
    Alamat : Batur, Ceper, Klaten 57465 Indonesia

    1) Masalah yang diselesaikan
    kerusakan hasil coran sumber utama dal menentukan mutu hasil coran bagi perusahaan

    2) Tujuan Penelitian
    •Menerapkan sistem pengendalian mutu khususnya pd proses produksi.
    •Mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan hasil coran logam baja khususnya pada produk collar
    •Mendapatkan sumber pemecahan masalah dalam upaya pencegahan kerusakan hasil coran logam dengan penerapan pengendalian mutu.

    3) Langkah-Langkah menyelesaikan masalah
    a)Penelitian dilakukan di lapangan pembuatan cetakan
    b)Penelitian lapangan
    •Observasi dilakukan dengan turun ke lapangan dan melakukan pengamatan terhadap obyek yang menjadi bahan penelitian
    •Wawancara dilakukan dengan cara interview atau bertanya secara langsung kepada pihak yang berwenang.
    c)Pengolahan data sebelum perbaikan
    d)Pengolahan data pada proses pengecoran
    e)Pengolahan data setelah perbaikan

    4)Hasil Akhir
    Sesuai dengan penelitian dan analisa, dapat diketahui penyebab terjadinya ketidak sesuaian antara lain: ketidaksesuaian yang terjadi pada proses pencetakan adalah : lubang gas, inti miring, inklusi pasir, permukaan kasar, cetakan retak, ketidaksesuaian pada pengecoran adalah : sumbat dinding, cetakan naik, inklusi terak.

    BalasHapus
  25. A_122130168_Mayda Adriati

    PT CHEVRON INDONESIA COMPANY
    Analisis Tingkat Kekritisan Persediaan Consumable Pada Grup Item K- 06 (Chemical), K-66 (Value), K-28 (Safety Gear), Dan K-67 (Welding Equipment) Dengan Metode Klasifikasi ABC

    Masalah yang diselesaikan:
    Kekurangan persediaan membuat perusahaan harus menghentikan proses produksi dengan waktu yang lebih lama dan mengakibatkan kerugian. Kegiatan perawatan dan perbaikan uang disebabkan oleh kegagalan operasi yang diluar dari perencanaan produksi perusahaan membuat para professional logistic harus menghindari terjadinya kekurangan persediaan
    Tujuan penelitian:
    Mengidentifikasi tingkat kekritisan masing-masing item dalam chemical, valve, welding equipment, dan safety gear. Yang selanjutnya dilakukan pengklasifikasian dari item-item tersebut ke dalam beberapa kelassesuai tingkat kekritisannya. Dan hasilnya diharapkan dapat digunakan sebagai indikator awareness oleh perusahaan untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan prediksi penggunaan item yang berujung pada kekurangan persediaan dengan mengetahui jenis persediaan yang memerlukan perhatian lebih dalampenyediaannya.
    Langkah-langkah menyelesaikan masalah:
    Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah adalah metode klasifikasi ABC dan bagan pareto sebagai pendekatan dengan tahapan sebagai berikut:
    1. Pengumpulan data
    2. Menghitung total cost per tahun dari masing- masing item dalam grup item
    3. Menghitung persentase nilai penggunaan dan persentase kumulatif nilai penggunaan item grup item
    4. Menghitung persentase nilai uang dan persentase kumulatif nilai uang item dalam grup item yang telah diurutkan.
    5. Mengklasifikasikan jenis item berdasarkan persentase total nilai uang kumulatif dan persentase penggunaan kumulatif.
    6. Membuat bagan pareto dengan menggunakan tabel hasil perhitungan persentase nilai kumulatif
    Hasil akhir:
    Grup item chemical 9 item, jumlah konsumsi 3117 unit, dan total persentase nilai uang79,56%
    Grup item velve 17 item, jumlah konsumsi 914 unit, dan total persentase nilai uang 78,30%
    Grup item safety gear 11 item, jumlah konsumsi 41887 unit, dan total persentase nilai uang77,39%
    Grup item welding equipment 4 item, jumlah konsumsi 53 unit, dan total persentase nilai uang77,05%
    Kelompok A: tingkat kekritisan tinggi, total investasi sangat besar,penggunaan sangat banyak memerlukan pengawasan yang lebih
    Kelompok B dan C: total investasi tidak terlalu besar,penggunaan tidak banyak memerlukan tingkat pengawasan moderat.

    BalasHapus
  26. A - 122130074 - Chayene Christalia Kalalo

    Nama Perusahaan: PT. Aneka Adhilogam Karya
    Judul KP: "Penerapan Pengendalian Mutu Terpadu Pada PT. Aneka Adhilogam Karya"
    Produk: sambungan pipa jenis collar
    Alamat: Desa Batur Ceper, Klaten 57465 Indonesia

    -) Masalah yang diselesaikan
    Mengatasi kerusakan hasil coran guna meningkatkan kualitas produk tersebut.

    -) Tujuan Penelitian
    1. Menerapkan sistem pengendalian mutu terpadu khususnya pada PT. Aneka Adhilogam Karya. Penerapan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kerusakan.
    2. Mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan hasil coran logam kerja khususnya produk collar.
    3. Menetapkan cara penanggulangan kerusakan hasil coran logam khususnya produk collar

    -) Langkah-langkah menyelesaikan masalah
    1. Mensosialisasikan akan adanya perbaikan metode penuangan kepada operator bagian penuangan dan bagian quality control.
    2. Memberikan pengarahan tentang sistem atau metode penuangan yang baru.
    3. Memberikan pengarahan kepada operator agar dalam menyusun dan mengatur letak cetakan agar tidak lebih dari 25 meter.
    4. Membentuk tim dari bagian quality control untuk menghitung waktu penuangan dan mengawasi letak cetakan agar tidak lebih dari 25 meter dari mesin peleburan.
    5. Melaksanakan percobaan penanggulangan.
    6. Meminta tanggapan dan masukan dari operator dan bagian quality control mengenai percobaan penanggulangan yang telah dilakukan.

    -) Hasil akhir
    Terdapat ketidaksesuaian pada proses pencetakan yang disebut cacat retak. Cacat retak diakibatkan oleh adukan bahan baku yang kurang rata dan proses pengeringan yang kurang merata. Pada proses pengecoran terjadi beberapa jenis kecacatan yaitu patah, rongga udara dan pasir rontok.

    BalasHapus
  27. A - 122130077 - Evelina Nadia Lispriyantika

    Nama Perusahaan: Coca-Cola Amatil Indonesia
    Judul KP: Perancangan Aplikasi Chatting Berbasis Desktop dengan Menggunakan .Net di Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java

    Masalah yang diselesaikan
    Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada sisi koneksi untuk melakukan pertukaran informasi serta hubungan antar kantor Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java.

    Tujuan penelitian
    1. Mendalami lebih jauh tentang proses bisnis Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java dikhususkan pada area kantor Fleet, Finace dan ME.
    2. Mengetahui secara langsung alat pendukung kerja yang digunakan dalam proses komunikasi pada area kantor Fleet, Finance dan ME dikhususkan dalam bidang komputerisasi kantor (database, software dan komunikasi).
    3. Mendapatkan solusi efektifitas alat pendukung kerja yang lebih baik pada proses bisnis dan komunikasi pada area kantor Fleet, Finance dan ME.

    Langkah-langkah menyelesaikan masalah
    1. Menjalankan aplikasi Server yang ada di bagian kantor IT. Pada aplikasi ini tersedia dua Room yang bisa di pilih salah satu. Kemudian tekan tombol start. ketika server dinyalakan maka server akan get string nama server, setelah itu server akan membuka koneksi tcp ke local host melalui port 8080, yaitu chat room. Dari sisi server kita harus menentukan server mana yang akan diaktifkan. Dalam modul terdapat 2 button Start yang masing-masing mewakili Room 1 dan Room 2
    2. Setelah server sudah menyalakan chat room maka kedua client atau user dapat saling berkomunikasi di room yang sudah dinyalakan oleh server dengan mengklik tombol start. Selain itu server juga bisa mengikuti dan mengamati obrolan dengan mengklik tombol join. Sehingga antara Client dan server dapat saling berkomunikasi.

    Hasil akhir
    Coca-Cola Amatil Indonesia telah memiliki sebuah aplikasi chatting berbasis desktop yang efektif dan efisien. Namun dalam pengoperasiannya masih memiliki kelemahan dimana pada pengisian/input database user masih dilakukan manual oleh admin server melalui Microsoft Access 2013 belum bisa diinputkan melalui aplikasi chatting. Serta pada sisi server hanya bisa mengaktifkan 1 chat room, sebagai contoh chat room 1 maka chat room 2 belum bisa dinyalakan secara bersamaaan. Chat room 2 akan bisa diaktifkan apabila chat room 1 yang dijalankan di stop terlebih dahulu prosesnya. Maka dari itu efisiensi untuk pembuatan ide 2 chat room sekaligus masih belum sempurna, untuk itu kedepannya masih membutuhkan perbaikan dalam kinerja aplikasi chatting tersebut.

    BalasHapus
  28. A - 122130101 - Rizekika Na'afi
    Judul KP : Analisis Gas Compressor C2231 C Berdasarkan Reliability, Laju Kerusakan,
    dan Availablity
    Perusahaan : PT. Petrokimia Gresik
    Disusun Oleh : Dana Dri Purwanto

    Masalah yang dihadapi :
    Kompressor C2231 C adalah kompresor gas jenis torak yang merupakan alat yang sangat vital untuk kegiatan proses produksi, sehingga apabila kompresor tersebut tidak dapat beroperasi karena kerusakan maka kegiatan proses produksi akan terganggu. Namun yang terjadi di lapangan adalah kompresor masih terjadi kerusakan sehingga mengganggu dalam kegiatan proses produksi.

    Tujuan penelitian :
    Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi tingkat keandalan (reliability), laju kegagalan, dan ketersediaan (availability) pada Gas Compressor C2231 C.

    Langkah-langkah penyelesaian :
    1. Melakukan pengumpulan data yang terdiri dari :
    a. Data Primer  data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pembimbing lapangan dan para pekerja
    b. Data Sekunder  data yang diperoleh dari control room di Departemen Produksi I
    2. Melakukan pengolahan data
    a. Menghitung Interval Time To Failure (TTF) dan Time To Repair (TTR)
    b. Melakukan uji distribusi
    c. Menghitung fungsi Reliability dan Laju kegagalan
    d. Menghitung Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR)
    e. Menghitung Availability
    3. Melakukan analisis dari hasil pengolahan data



    Hasil akhir :
    Dari hasil pengamatan data operasi, pengolahan, dan analisis pada Gas Compressor C2231 C mulai bulan April 2012 sampai dengan Juni 2013 didapat kehandalan pada mesin Gas Compressor C2231 C. Kehandalan mesin semakin menurun dari 94% dari 1 hari sampai 0,25% pada 30 hari beroperasi, maka sesuai dengan konsep reliability dengan melibatkan preventive maintenance. Ketersediaan Gas sCompressor C2231 C pada tingkat ketersediaan yaitu sebesar 98,4% dapat disimpulkan baik.

    BalasHapus
  29. A – 122110071 – VERY JHON DAPID NAINGGOLAN
    Perusahaan : PT. KALTIM PARNA INDUSTRI
    Judul KP : ANALISA BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING DI DEPT. LOGISTIK
    Alamat : kawasan PT. Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kaltimantan Timur.
    Masalah : pada bagian receiving mengenai jumlah tenaga kerja yang belum optimal saat dalam kondisi pabrik shut down dan memerlukan tindakan pemeliharaan mesin dan peralatan pabrik.
    Tujuan penelitian : Mengetahui seberapa besar beban kerja yang dilakukan pekerja pada Dept. Logistik di area inventory dan warehouse pada bagian receiving dan memberikan cara bagaimana meratakan beban kerja yang dilakukan pekerja pada Dept. Logistik di area inventory dan warehouse pada bagian receiving.
    Langkah-langkah penyelesaian :
    1. Menentukan uji keseragaman data.
    2. Menentukan uji kecukupan data
    3. Menghitung waktu normal
    4. Menghitung waktu baku
    5. Menghitung workload

    Hasil Akhir:
    Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan di warehouse spare part, dapat dilihat beban kerja pada pekerja bagian receiving terutama pada warehouseman I dan warehouseman II/III. Beban kerja warehouseman I adalah 392%. Hal ini mengindikasikan bahwa pekerjaan yang dilakukan mengalami overload. Sementara untuk warehouseman II/III sebesar 330% yang mengindikasikan bahwa pekerjaan yang dilakukan mengalami overload.

    BalasHapus
  30. A - 122130023 - Gita Karmani

    Perusahaan : PT GE Lightning Indonesia Yogyakarta
    Laporan KP : Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Lampu Pijar Merk GE 60 Watt Di Mesin Sealing Menggunakan Peta Kendali P
    Alamat : Jl Magelang Km 9,6 Sleman Yogyakarta

    1. Masalah yang Diselesaikan
    Apakah proses produksi lampu pijar merk GE jenis soft white 60 watt di PT GE Lightning Indonesia Yogyakarta terkendali secara statistik atau tidak dan apabila terdapat kecacatan, faktor-faktor dominan apa saja yang dapat menyebabkan kecacatan produk tersebut.

    2. Tujuan Penelitian
    a. Untuk mengetahui apakah proses produksi lampu pijar merk GE jenis soft white 60 watt di mesin sealing terkendali secara statistik atau tidak.
    b. Untuk mengetahui jenis cacat yang paling dominan
    c. Untuk mengetahui faktor-faktor dominan apa saja yang menyebabkan terjadinya kecacatan produk yang paling dominan

    3. Langkah-Langkah Penyelesaian Masalah
    a. Pengumpulan jumlah data jenis cacat produk
    b. Pengolahan data
    - Menentukan batas kontrol atas dan batas kontrol bawah (UCL dan LCL)
    - Menentukan peta kendali p berdasarkan UCL dan LCL
    - Membuat diagram Pareto untuk identifikasi dan evaluasi tipe yang tidak sesuai
    - Membuat diagram Fish Bone

    4. Hasil Akhir
    a. Berdasarkan peta kendali P dapat dilihat bahwa proses tidak terkendali secara statistik.
    b. Hasil analisa dengan diagram Pareto menunjukkan proporsi cacat paling dominan oleh cacat coating sebanyak 903 cacat atau sebanyak 23% dari keseluruhan yang cacat.
    c. Hasil analisa diagram Pareto dilanjutkan dengan membuat diagram sebab akibat atau diagram Fishbone yang menunjukkan faktor-faktor penyebab jenis cacat coating, yaitu :
    • Faktor manusia yang disebabkan oleh kurang maksimalnya pekerjaan operator; disebabkan oleh kurangnya keahlian dan ketelitian dalam kerja, serta kondisi fisik yang dipicu dari kondisi lingkungan bekerja.
    • Lingkungan; suhu ruangan dan suara bising yang dihasilkan mesin menjadikan ruangan tidak ideal untuk bekerja.
    • Mesin; kondisi mesin kurang bagus dan perawatan yang kurang efektif akan mempengaruhi produksi mesin.

    BalasHapus
  31. A-122130045-Sadam Khoirul Iman

    Nama Perusahaan : PT.KERTAS LECES (Persero)
    Judul KP : Penentuan Interval Waktu Pemeriksaan untuk Memaksimalkan Avaibilitas Mesin Gearbox Hydrapulper Agitator
    Alamat Perusahaan : Probolinggo, Jawa Timur

    1.Masalah yang diselesaikan : mengetahui waktu interval yang optimal untuk memaksimalkan avaibility/kesiapan mesin produksi/ mesin Gearbox Hydrapulper Agitator.
    2. Tujuan Penelitian : menentukan interval waktu yang optimal untuk memaksimalkan kesiapan Gearbox Hydrapulper Agitator yang nantinya dapat digunakan sebagai pengaturan jadwal perawatan preventif.
    3.Langkah-langkah penyelesaian masalah:
    a. pengumpulan data : obervasi langsung, wawancara, literatur
    b.pengolahan data : penentuan mesin kritis, penentuan distribusi waktu antar kerusakan, penentuan fungsi keandalan F(t),R(t),MTBF, penentuan availabilitas Gearbox Hydrapulper Agitator.
    c.Analisis hasil
    4.Hasil akhir : interval waktu pemeriksaam yang optimal dilakukan setiap 2 hari sekali, karena pada saat itu nilai availabilitas maksimal pada Gearbox Hydrapulper Agitator mencapai 95,99% .

    BalasHapus
  32. A_122130202_M. Aminudin Risqianto

    Tugas 3
    Nama Perusahaan : PT. Budi Manunggal
    Judul KP : Pengukuran Tingkat Produktivitas dengan Menggunakan Metode OMAX (Objective Matrix)
    Alamat Perusahaan : Jl. Paleman No.17, Rejowinangun, Yogyakarta

    1. Masalah yang diselesaikan : Penurunan indikator pencapaian produktivitas pada proses produksi di PT. Budi Manunggal
    2. Tujuan Penelitian :
    a). Untuk mengetahui tingkat produktivitas pada bagian produksi di PT. Budi Manunggal.
    b). Menganalisa dan mengavaluasi tingkat produktiivitas aktual dan mengidentifikasi faaktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas.
    3. Langkah-langkah penyelesaian masalah
    a). Mengumpulkan data : Observasi dan pengamatan langsung terhadap obyek penelitian.
    b). Mengambil data : Mengamati langsung obyek yang akan diteliti dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang tekait.
    c). Pengukuran produktivitas model Objective matrix (OMAX)
    4. Hasil Akhir
    a). Nilai indikator pencapaian produktivitas tertinggi dicapai pada Agustud 2005 sbesar 432,18 dengan presentase peningkatan indeks produksi 41,15 % terhadap periode dasar.
    b). Indikatoor pencapaian terendah yaitu bulan April 2005 sebesar 193,28 dengan prosentase penurunan indeks produktivitas sebesar -36,93%.
    c). Secara umum nilai indikator produktivitas mengalami kenaikan terhadap periode dasar karena 3 periode bertanda (-) yang berarti mengalami penurunan yaitu pada bulan April, September, Oktober 2005.

    BalasHapus
  33. A-122130113-Aditya Tri Wahyudi

    Tugas 3
    Nama Perusahaan : PT. Alam Teknik Semesta
    Judul Kp : laporan pembukuan yang masih menggunakan sistem yang manual belum adanya penggunaan yang sistematis di PT. Alam Teknik Semesta
    Alamat : Jl. Pintu Besi 1 blok A/31, Pasar Baru Villa, Jakarta Pusat

    Masalah Yang diselesaikan : laporan pembukuan yang masih manual tidak sistematis sehinnga pekerjaan laporan pembukuan kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan pembukuan yg lebih efisien guna peningkatan mutu kualitas pekerjaan

    Tujuan Penelitian : a. untuk meningkatkan visi yaitu meningkatkan mutu kualitas pekerjaan
    b. meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana

    Langkah Penyelesaiian : melalui pelatihan langsung setiap tingkatan, hal ini membut pengetahuan personil menjadi lebih luas, berdedikasi tinggi dan memperbaiki kualitas dari produk yang dihasilkan

    Hasil akhir : Manajemen yang profesional dan hubungan antara seluruh staff dan pekerja di PT. Alam Teknik Semesta meyakini bahwa setiap orang diperusahaan mempunyai keahlian dibidang masing-masing sehingga antara staff produksi dan staff administrasi saling bekerja sama dengan baik agar supaya tercapainya suatu tujuan dan kesejahteraan karyawan serta kemajuan perusahaan, dengan ini perusahaan selalu memberikan yang terbaik buat pelanggan dan kesejahteraan karyawan diperusahaan

    BalasHapus
  34. A - 122130038 – Alivian Vickry S
    Perusahaan : PT Semen Tonasa unit V
    Judul Laporan KP : Analisis pengukuran kualitas bahan baku batu kapur (limestone) dan tanah liat (clay) dengan metode peta kendali x dan r
    Alamat Perusahaan : Biring ere pangkep sulawesi selatan

    1. Masalah yang akan diselesaikan
    Apakah kualitas bahan baku sesuai standar yang telah ditetapkan dan apa saja parameter bahan baku bisa dikatakan standar perusahaan

    2. Tujuan Penelitian
    a. Dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas bahan baku
    b. Mampu memberikan solusi bahan baku yang tidak sesuai standar

    3. Langkah penyelesaian masalah
    a. Sampling terhadap bahan baku
    Sebelum digunakan dilakukan pengujian dan analisis unsur-unsur kimia dan kondisi fisiknya dan hal ini dikakukan setiap 3 bulan sekali.
    b. Sampling terhadap barang setengah jadi
    Dilakukan pengawasan dan pengontrolan dengan pengambilan sampling minimal 1 hari dilakukan 3 kali meliputi kadar air, kontrol kimia dan fisika.
    c. Sampling terhadap barang jadi (semen)
    Dilakukan pengambilan sampling minimal 1 hari dilakukan 3 kali meliputi kadar air, kontrol kimia dan fisika
    d. Kontrol khusus
    Dilakukan pada saat ada keluhan dari konsumen ataupun pengecekan hasil produksi yang tidak memenuhi komposisi yang ditetapkan.

    4. Hasil akhir
    a. Memenuhi persyaratan kualitas dan kualitas pelayanan, setelah produk diproduksi sampai pada konsumen menjadi bagian yang penting dari paket produk total.
    b. Dengan menggunakan metode peta kendali x dan r perusahaan dapat meningkatkan upaya / strategi yang efektif dalam menekan produk cacat perusahaan dan penekanan biaya operasi.
    c. Mampu menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk atau misdruk yang tinggi dengan menetapkan standar toleransi misdruk sebesar 6 % dari jumlah produksi.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. A - 122130114 - KRISTANTO DEO MURTI

    Nama Perusahaan : Pt. Arto Metal Internasional
    Judul KP : Implementasi Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Arc Chute Plate Dengan Pendekatan Optimasi
    Alamat Perusahaan : Ambeng-ambeng Selatan No18, Sidoarjo, Jawa Timur


    Masalah yang diselesaikan
    memenuhi spesifikasi standar yang telah ditetapkan oleh konsumen.

    Tujuan Penelitian
    mengidentifikasi defect kritis, mencari akar permasalahannya, serta membangun alternative perbaikan yang paling optimal.

    Langkah-langkah menyelesaikan masalah
    Penelitian ini diawali dengan identifikasi komponen yang paling kritis, yang diikuti oleh identifikasi defect kritis dengan menggunakan diagram pareto. Selanjutnya adalah melakukan identifikasi akar penyebab masalah dengan menggunakan cause-effect diagram dan root cause analysis.

    Hasil Akhir
    rekomendasi perbaikan kualitas proses produksi, dimana terdapat beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Rekomendasi perbaikan kualitas produksi biasanya menghasilkan biaya yang berkaitan dengan pembelian teknologi baru, modifikasi peralatan yang ada, pelatihan pegawai, perekrutan pegawai baru, dan investasi infrastruktur teknologi informasi

    BalasHapus
  37. A - 122130088 - CHOIRUL UMAM

    Nama Perusahaan : PT. PG Rajawali Krebet Baru
    Judul KP : Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Menggunakan Metode Balanced ScoreCard
    Alamat : Krebet Rt 07/02 No 5 Jl, Malang, Jawa Timur

    Masalah : Merancang sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard (BSC) terhadap sistem penilaian kinerja perusahaan tradisional yang hanya berfokus pada pengukuran kinerja manufaktur, serta penekanan penilaian kinerja perusahaan pada aspek-aspek non manufaktur, seperti tingkat kepuasan pelanggan, tingkat kepuasan karyawan kegiatan operasi internal serta aspek keuangan perusahaan masih kurang diperhatikan.

    Tujuan : Pengukuran yang dilakukan berusaha menyeimbangkan antara pengukuran kinerja keuangan dan non-keuangan, tujuan jangka pendek dan jangka panjang, Iaggiilig indicator dan leading indicator, serta antara perspektif internal dan eksternal.

    Langkah2 :
    1. Menentukan indikator kinerja berdasarkan BSC
    2. Melakukan pengukuran dengan menggunakan data-data yang diperoleh dari perusahaan untuk setiap indikatornya dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX).
    3. Pembobotan Ukuran Hasil pada Financial Perspective
    4. Pembobotan Ukuran Hasil pada Customer Perspective

    Hasil Akhir : Hasil pengukuran kinerja selama beberapa periode adanya penurunan penjualan dari tahun 1998 ke tahun 1999 dan kenaikan penjualan dari tahun 1999 ke tahun 2000. Pada tahun 1998-1999 mengalami penurunan perubahan penjualan sebesar -57% dan pada tahun 1999-2000 mengalami kenaikan perubahan penjualan sebesar 11,6%

    BalasHapus
  38. A_122130085_ANDI PURNOMO

    Nama Perusahaan KP : PT. Karya putra manunggal
    Judul KP : Pengendalian kualitas produk barecore dengan menggunakan peta kendali X dan R
    Alamat : Jl. Raya Kandangan, temanggung, Jawa tengah.

    Masalah yang di selesaikan :
    Pemilihan bahan baku kayu albasia dalam pembuatan barcore dengan kualitas yang baik untuk menentukan berhasil atau tidaknyasebuah produk.

    Tujuan Penelitian :
    Menciptakan Kualitas produksi dari perusahaan, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dana man, serta pemanfaatan dari setiap limbah yang dihasilkan bisa diolah kembali.

    Langkah-langkah menyelesaikan masalah :
    a. Sampling terhadap bahan baku kayu.
    Sebelum digunakan dilakukan pengujian dan analisis
    b. Sampling terhadap barang (kayu)
    Dilakukan pengawasan dan pengontrolan dengan pengambilan sampling
    c. Pengujian kualitas terhadap barang jadi
    Dilakukan pengambilan sampling pada Kayu untuk mendapatkan kualitas yang baik pada produk.
    d. Kontrol khusus
    Dilakukan pada saat ada keluhan dari konsumen ataupun pengecekan hasil produksi yang tidak memenuhi komposisi yang ditetapkan.

    Hasil akhir
    a. Memenuhi persyaratan kualitas, setelah kayu diproduksi sampai pada konsumen menjadi bagian yang penting dari paket produk total.
    b. Dengan menggunakan metode peta kendali x dan r perusahaan dapat meningkatkan upaya / strategi yang efektif dalam menekan produk berkualitas yang bagus.
    c. Mampu menghasilkan produk yang baik dan menekan kualitas yang baik pada produk.

    BalasHapus
  39. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  40. A_Ridho Utomo_122120041
    1.Masalah :pencegahankecelakaandanpenanggulanganpenyakitakibatkerja
    2.Tujuanpenelitiandilakukanuntukmenganalisasistemmanajemenperawatandanpenerapankesehatandankeselamatankerja(K3) pada department maintenance di PT. FrieslandCampinaKievitSalatiga
    3.langkah-langkah pencegahandanpenenggulanganpenyakitakibatkerja di department maintenanceyaitu:
    a.inspeksi:kegiatanpemeriksaanbangunandanperalatansecaraberkala
    b.Kegiatanteknik:percobaanperalatan yang barudibeli, pengembangankomponen yang barudiganti
    c.KegiatanProduksi:memperbaikidanmereparasimesin-mesindanperalatanproduksi
    d.Kegiatanadministrasi:kegiatanpencatatandarikejadianterpentingdaribagianpemeliharaa n.contoh:eorkpermit,work order, danpenyimpanan user manual guide untukmesin-
    mesin yang digunakan
    e.Pemeliharaanbangunan:perbaikandanpenambahanfasilitasgedungdenganbantuankontraktor
    4.Hasilakhir : yaitu departemen maintenance membagi pekerjaanmenjadibeberapa unit kerja. Setiap aktivitas yang ada akan dikontrol oleh petugas dengan menggunakan suatu matrik yaitu HIRADC untuk menilai bagaimana resiko dan untuk meminimalisir resiko tersebut.

    BalasHapus
  41. A - 122130102 - Deni Widiyanto (Revisi)

    Nama Perusahaan: PT. PRIMA INREKSA INDUSTRIES
    Judul Laporan KP: Penerapan Metode Line Balancing pada Lintas Penjahitan Upper Sepatu Levi's Horse Kid PT Prima Inreksa Industries
    Alamat: Jl. Industri Raya IV blok AG no.8 KM8, Desa Bunder, Kecamatan Cikupa Tangerang, Banten

    Masalah: Pada lintas penjahitan upper sepatu Levi’s Horse Kid pada PT Prima Inreksa Industries, Small Group (SG) 5 Cell 9, didapati bahwa pada beberapa stasiun kerja dalam SG5-C9 terjadi fenomena-fenomena bottleneck yang disebabkan terdapatnya perbedaan waktu pengerjaan yang sangat besar antar stasiun kerja. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan barang setengah jadi (work-in-process) pada suatu stasiun kerja sementara stasiun kerja lainnya menganggur.

    Tujuan: 1. Merancang sebuah lintas produksi penjahitan yang dapat memenuhi target produksi yang telah ditetapkan oleh buyer.

    Langkah-langkah Penyelesaian:
    1. Mencari masalah utama
    2. Mencari penyebab-penyebab
    3. Menganalisis penyebab
    4. Pemilihan metode penyelesaian
    4. Memecahkan masalah

    Hasil Akhir: Bottleneck pada lintas penjahitan terselesaikan dengan adanya keseimbangan pad tiap lintas penjahitan.

    BalasHapus
  42. A-122130081-Anhar Dwi Kuntoro
    Tugas 3
    Nama Perusahaan : PT Asia Pacific Fiber, Tbk (APF)
    Judul Kerja Praktek : Analisis Serat Staple Polyester, Chip Polyester, Polymer Polyester dan Asam Tereftalat Murni.
    Alamat Perusahaan : Pabrik Kp Kiara Payung Klari Karawang 41371 Jawa Barat



    1. Masalah yang diselesaikan : Penurunan indikator pencapaian produktivitas pada proses produksi di PT. Asia Pacific Fiber, Tbk (APF)
    2. Tujuan Penelitian :
    a). Untuk mengetahui tingkat produktivitas pada bagian produksi di PT. Asia Pacific Fiber
    b). Menganalisa dan mengavaluasi tingkat produktiivitas aktual yang berpengaruh terhadap produktivitas.
    3. Langkah-langkah penyelesaian masalah
    a). Mengumpulkan data : Observasi dan pengamatan langsung terhadap obyek penelitian.
    b). Mengambil data : Mengamati langsung obyek yang akan diteliti
    4. Hasil Akhir
    Produksi polymer global pada tahun 2010 mencapai 51,22 juta ton, meningkat sebesar 5,43 juta ton atau 12% dari 2009. Padatahun 2010, produksi serat polyester global diperkirakan menjadi 13,3 juta ton,dibandingkan dengan 12,6 juta ton, tahun 2009, dan produksi benang filamen diperkirakan 22,0 juta ton, dibandingkan dengan 20,2 juta ton pada tahun 2009.

    BalasHapus
  43. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  44. A-122130015-Krisna Yudha Kurnia
    Perusahaan: PT. Freeport Indonesia
    Judul Laporan KP: Evaluasi Pengadaan Gas dan Oksigen Menggunakan pendekatan Least Unit Cost

    MASALAH YANG DI SELESAIKAN
    Pengadaan gas oksigen dalam pembangunan inrastruktur bagian pengelasan. Pengadaan gas pada PTFI sejauh inin dilakukan dengan cara menukar tabung gas yang telah kosong denga tabung gas penuh yang diisi ulang supplier gas.dan prosedur penukaran dilakukan setelah warehouse tempat penyimpanan tabung gas kosong telah mencapai kapasitas maksimalnya yang berjumlah 108 tabung agar pengangkutan lebih eisien, sehingga tidak ada jadwal keberangkatan yang dapat menyebabkan terhambatnya kegiatan pengadaan gas siap pakai.
    TUJUAN PENELITAN
    Penelitian ini ditujukian untuk menemukan cara yang efisien dalan pengendalian persediaan gas pada PTFI
    LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH
    -Mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan yang ada terutama mengenai biaya
    -Melakukan pengendalian terhadap persediaan denganmetode least unit cost, cara meramalkan atau meperhatikan kebutuhan suatu jenis barang, menentukan besar kecilnya pesanan melakukan sistem pencatatan yang diramalkan pemesanan dan permintaan,
    HASILAKHIR
    Didapatkanpengaturan persediaan tabung gas menggunakan metode LUC baik dari segi pemenuhan kebutuhan biaya.

    BalasHapus
  45. A_122130267_Avian Wisnu Setiyoko
    Perusahaan : PT.Budi Manunggal
    Judul laporan KP : Analisi defect pada proses produk sarung tangan golf dengan mengemplementasikan QCC dan Seven Tolols

    Masalah yang diselesaikan
    Dalam produksi banyak dijumpai barang cacat dan dalam prosesnya barang tersebut tidak dapat diketeahui kecacatan pada bagaian departemen yang mana.
    Tujuan Penelitian
    Penelitian ditunjukan untuk mengaplikasikan QCC dan Seven Tolols untuk mengetahui kecacatan dan meningkatkan produktifitas
    Langkah-langkah
    a.Mengumpulkan data pada setiapa departemen
    b.Melakukan amplikasi QCC dan Seven Tolols pada setiap departmen
    Hasil akhir
    Dapat meningkatkan produktivitas dengan mengurangi kecacatan.

    BalasHapus
  46. A-122130087-Novia Setia Ningrum

    Nama Perusahaan : PT. INDUSTRI KERAMIK KEMENANGAN JAYA, Bogor
    Judul Laporan KP : Penetapan Waktu Baku Produk Lantai Keramik pada Mesin Pembentukan Bodi Lantai Keramik (Mesin Press)
    Alamat : Jl. Cikuda, Desa Wanaherang, Kec. Gunung Putri. Bogor
    Masalah yang diselesaikan :
    Kurangnya pelayanan terhadap konsumen ( kurang tepat waktu dalam pengiriman produk) karena ketidaktepatan waktu baku suatu proses permesinan.
    Tujuan Penelitian :
    1.Untuk mengetahui lamanya waktu suatu produk yang diproses atau dibuat.
    2.Dapat meminimalkan waktu proses dengan mengurangi gerakan-gerakan yang tak perlu sehingga produktifitasnya meningkat.
    Langkah-langkah Penyelesaian Masalah :
    1.Pengumpulan data
    -Data jumlah produk
    -Jenis produk yang dibuat
    -Data jumlah waktu baku setiap produk
    2.Perhitungan data waktu baku menggunakan persamaan regresi linear dengan 2 variabel, maka penyelesaiaannya menggunakan persamaan sbb :
    Y = a + bx1 = cx2
    dimana, Y = tebal keramik
    X1 = lebar keramik
    X2 = panjang keramik
    3.Setelah dihitung menggunakan persamaan tersebut dan didistribusikan, maka diperoleh nilai :
    a = 10,901 ; b = -0,3175 dan c = 1,8223
    4.Kemudian dilakukan perhitungan data waktu baku untuk masing-masing produk.

    Hasil Akhir :
    Dari perhitungan diperoleh a = 10,901 ; b = -0,3175 dan c = 1,8223 sehingga persamaan data waktu baku yang diperoleh yaitu :
    Y = 10,901 – 0,3175 X1 + 1,8223 X2.
    Dengan waktu baku yang dihasilkan dalam aktivitas pengukuran kerja ini akan dapat digunakan sebagai alat untuk membuat rencana penjadwalan kerja yang menyatakan berapa lama suatu kegiatan berlangsung & berapa output yang akan dihasilkan serta berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    BalasHapus
  47. A_122120055_Atmaka Yonni Kurniawan

    Nama Perusahaan: PT. Adaro Indonesia site Klanis Area
    Judul Laporan KP: Analisis sistem maintenance, repair, and operation (MRO) management (procurement and inventory management) pada warehouse dan purchasing section PT.Adaro Indonesia Klanis Site
    Alamat : Tanjung, Tabalong Kalimantan Selatan

    Masalah: Cara pengadaan barang MRO(Maintenance, Repair, dan Operation goods) yang baik dan dapat mendukung proses produksi
    Tujuan : Supaya tidak ada hambatan dalam proses produksi dan dapat mengoptimalkan profit perusahaan
    Langkah-Langkah :
    -Mengumpulkan data
    -Memilah barang mana saja yang termasuk MRO

    BalasHapus
  48. A_122120059_Muhammad Kahfi

    Nama Perusahaan: PT. SIAM CEMENT GROUP READYMIX INDONESIA
    Judul Laporan KP:ANALISIS PERFORMANSI MESIN MIXER BATCHING PLANT DENGAN MENGGUNAKAN METODE OEE (OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS)
    PADA PT. SIAM CEMENT GROUP READYMIX INDONESIA
    Alamat :
    1. Plant Yogyakarta - Kalasan

    Jl. Raya Solo Km. 12 Tirtomartani,

    Sleman, Yogyakarta

    Tlp. (0274) 496490

    Fax. (0274) 496489

    2. Plant Yogyakarta - Ringroad

    Jl. Ring Road Selatan

    Ds. Wirokerten, Kec. Banguntapan

    Kab. Bantul, Yogyakarta

    Tlp. (0274) 7493744

    Fax. (0274) 7493169

    Masalah: masalahnya adalah berapa tingkat efektivitas performansi pada mesin Mixer Batching Plant.
    Tujuan : Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui tingkat performansi mesin Mixer Batching Plant di PT. SCG Readymix Indonesia.
    Langkah-Langkah :
    -Mengumpulkan data
    -Pengolaha Data:
    Menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE):
    1. Menghitung Availability
    2. Menghitung Performance Rate
    3. Menghitung Quality Rate
    4. Menghitung Overall Equipment Effectiveness (OEE)


    BalasHapus