Hidup adalah sebuah perjalanan

Karunia indah dari Tuhan adalah waktu, kesempatan kita hidup kita terbatas dan kita menuju ke kehidupan yang abadi, tengoklah apa yang sudah kita persiapkan untuk bekal hidup setelah hidup kita disini

Tampilkan postingan dengan label Manajemen Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2015

Materi 9. Perencenaan Pengelolaan Lingkungan Hidup

sumber gambar : umiamanah.blogspot.com
Menurut Nur Hidayat, Perencanaan pengelolaan lingkungan hidup yang tertuang dalam dokumen harus berkaitan dengan hasil dokumen AMDAL, dalam arti komponen lingkungan hidup yang dikelola adalah yang hanya mengalami perubahan mendasar sebagaimana disimpulkan oleh dokumen AMDAL.

Rencana pengelolaan lingkungan hidup diuraikan secara jelas, sistematis, serta mengandung ciri – ciri pokok sebagai berikut:
  1. Rencana pengelolaan lingkungan hidup memuat pokok – pokok arahan, prinsip – prinsip, kriteria pedoman, atau persyaratan untuk mencegah, menanggulangi, mengendalikan atau meningkatkan dampak besar dan penting baik negatif maupun positif yang bersifat strategis, bila perlu dilengkapi dengan acuan literatur tentang rancang bangun penanggulangan dampak.
  2. Rencana pengelolaan lingkungan hidup dimaksud perlu dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pembuatan rancangan rinci rekayasa, dan dasar pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup.
  3. Rencana pengelolaan lingkungan hidup mencakup pula upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan karyawan pemrakarsa usaha dan/ atau kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup
  4. Rencana pengelolaan lingkungan hidup juga mencakup pembentukan unit organisasi yang bertanggung jawab di bidang lingkungan hidup untuk melaksanakan RKL.

Untuk menangani dampak besar dan penting yang sudah diprediksi dari studi AMDAL, dapat menggunakan salah satu atau beberapa pendekatan lingkungan hidup di bawah ini:
a. Pendekatan teknologi
Pendekatan ini adalah cara – cara atau teknologi yang digunakan untuk mengelola dampak besar dan penting lingkungan hidup, diantaranya adalah:
  1.  Dalam rangka penanggulangan limbah bahan berbahaya dan beracun, akan ditempuh cara:- Membatasi atau mengisolasi limbah, Melakukan minimasi limbah dengan mengurangi jumlah/ volume limbah (reduce), menggunakan kembali limbah (reuse) atau mendaur ulang (recycle), Menetralisasi limbah dengan menambahkan zat kimia tertentu sehingga tidak membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya.
  2. Dalam rangka mencegah, mengurangi, atau memperbaiki kerusakan sumberdaya alam, akan ditempuh cara: Membangun terasering atau penanaman tanaman penutup tanah untuk mencegah erosi, Mereklamasi lahan bekas galian tambang dengan pengaturan tanah atas dan penanaman tanaman penutup tanah.
  3. Dalam rangka meningkatkan dampak positif berupa peningkatan nilai tambah dari dampak positif yang telah ada, misalnya melalui peningkatan dan daya guna dari dampak positif tersebut.
b. Pendekatan Sosial Ekonomi
Pendekatan ini adalah langkah – langkah yang akan ditempuh pemrakarsa dalam upaya menaggulangi dampak penting melalui tindakan – tindakan yang berlandaskan pada interaksi sosial, dan pada bantuan peran pemerintah, misalnya:
c. Pendekatan institusi
Pendekatan ini adalah mekanisme kelembagaan yang akan ditempuh pemrakarsa dalam rangka menaggulangi dampak besar dan penting lingkungan hidup, misal:
  1. Kerjasama dengan instansi – instansi yang berkepentingan dan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup.
  2. Pengawasan terhadap hasil untuk kerja pengelolaan lingkungan hidup oleh instansi yang berwenang.
  3. Pelaporan hasil pengelolaan lingkungan hidup secara berkala kepada pihak – pihak yang berkepentingan.
Proses AMDAL tidaklah terhenti setelah dokumen AMDAL diserahkan dan keputusan berjalannya proses ditetapkan. Dalam kaitannya dengan AMDAL, pemantauan adalah suatu proses pengukuran, pencatatan, analisis dan pelaporan informasi yang berkelanjutan mengenai dampak penting.

Referensi :
Nurika, I., N. Hidayat dan N. Atifah. 2007. Manajemen Limbah dan Lingkungan Industri. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Selasa, 24 November 2015

Materi. 8 Model Prakiraan Dampak Lingkungan

sumber gambar : konsultanlingkungan.net

Kajian studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), terdapat langkah prakiraan dampak merupakan langkah yang dianggap paling sulit, karena metode atau teknik prakiraan dampak ini sangat tergantung dari kemajuan tiap ilmu yang digunakan dan penguasaan dari tiap anggota tim dalam bidangnya masing-masing. Oleh karena itu pula prakiraan dampak sering disebut sebagai "fase kritis" dan merupakan "ciri khas" yang membedakan dokumen AMDAL dari dokumen hasil penelitian lainnya. Masalah lain, prakiraan dampak suatu aspek tertentu di perhitungkan dan dibahas lebih dari sekedar teoritis tetapi juga kemungkinan realitasnya.

Prakiraan dampak adalah suatu proses untuk menduga/mem perkirakan respon atau perubahan suatu parameter lingkungan tertentu akibat adanya kegiatan tertentu, pada perspektif ruang dan waktu tertentu.
Prakiraan munculnya sesuatu dampak pada hakekatnya merupakan jawaban dari pertanyaan mengenai besar perubahan yang timbul pada setiap komponen Lingkungan sebagai akibat dari aktivitas pembangunan (UNEP, 1988). Seperti telah diterangkan di muka bahwa dampak pada hakekatnya merupakan proses lebih lanjut yang terjadi setelah ada pengaruh dari suatu kegiatan. Jadi sasaran memprakirakan atau menduga dampak adalah mencari besar dampak terhadap setiap komponen Ungkungan. Hal ini di perhitungkan untuk komponen-komponen fisik biotis dan sosial ekonomi budaya dan kesehatan masyarakat . Dampak terhadap lingkungan biasanya berpengaruh pada kesejahteraan dan atau kesehatan manusia.

Pendugaan dampak dilakukan terhadap setiap komponen atau parameter lingkungan. Misatnya air limbah buangan pabrik, akan mempengaruhi kuatitas air dan menimbulkan dampak pada perairan dan akan berdampak pula terhadap kondisi ekonomi masyarakat nelayan.

Soeratmo (1990), mempertelakan beberapa prinsip dasar prakiraan dampak lingkungan dalam uraian berikut ini. Dalam pengukuran dampak lingkungan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, besarnya akan banyak ditentukan oteh waktu atau lamanya dampak terjadi. Perlu diperjelas untuk waktu kapan atau jangka waktu beberapa l ama dampak tersebut akan diduga. Untuk waktu yang berbeda tentu dampaknya akan berbeda besarnya. Misatnya dampak pada waktu 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun yang akan datang atau sering digunakan istilah jangka pendek dan jangka panjang, tentu hasilnya akan berbeda.

sumber : http://directory.umm.ac.id/Data%20Elmu/pdf/8._Prakiraan_dampak.pdf

Download materi kelompok 6 : Presentasi, Review

Kamis, 19 November 2015

Materi 6 AMDAL

sumber gambar : goldenhikari.co.id


Analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL adalah “suatu analisis mengenai dampak lingkungan yang dihasilkan dari suatu kegiatan pembangunan pekerjaan atau proyek yang meliputi kegiatan evaluasi dan perkiraan dampak proyek pembangunannya ke lingkungan hidup manusia”. AMDAL ditujukan pada permasalahan, konflik pemanfaatan atau keterbatasan sumberdaya alam yang dapat mempengaruhi berjalannya suatu kegiatan.

Menurut hidayat, 2012, Impact atau dampak disini diartikan sebagai adanya suatu benturan antara dua kepentingan yaitu kepentingan pembangunan proyek dengan kepentingan uasaha menjaga dan melestarikan kualitas lingkungan yang baik. Definisi lain dari dampak  adalah setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan akibat adanya aktivitas manusia atau kegiatan baik fisik atau non fisik.     Dampak diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu:
  1. Dampak langsung, merupakan perubahan langsung yang terjadi pada komponen lingkungan akibat aktivitas atau kegiatan manusia. Misalnya, pencemaran air, pencemaran udara dan lain-lain.
  2. Dampak tidak langsung, merupakan perubahan pada lingkungan sebagai akibat lanjutan dari dampak langsung. Misalnya, pencemaran air dapat menyebabkan menurunnya kualitas air dan merusaka kehidupan biota di air. Contoh lain adalah pencemaran tanah menyebabkan menurunnya kandungan unsur hara tanah.
  3. Dampak kumulatif, merupakan akumulasi dari dampak langsung dan tidak langsung yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia. Sebagai contoh adalah timbulnya berbagai penyakit (seperti diare, iritasi kulit) pada manusia yang disebabkan oleh pencemaran air
Dalam perkembangannya kemudian yang dianalisis bukanlah hanya dampak negative saja tetapi juga dampak positifnya dengan bobot analisis yang sama.

Sumber :
Nur Hidayat. Manajemen Lingkungan Industri : Teknologi Pengolahan Limbah Gas, Tek Industri Pertanian, FTP, Unibraw

Selasa, 17 November 2015

Materi. 7 Pembangunan Berkelanjutan

Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development)
Pembangunan masa kini adalah pembangunan yang bersifat sementara. Perkembanganan masyarakat yang serba instan dan asal jadi, budaya konsumtif semakin mendarah daging pada sebagian besar masyarakat.  Konsep Sustainable Development memberikan wacana baru mengenai pentingnya  melestarikan lingkungan alam di masa depan, generasi yang akan datang “pembangunan yang memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri”.

Menurut Brundtland Report dari PBB [1987], pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Menurut Laporan dari KTT Dunia [2005]., menjabarkan bahwa pembangunan berkelanjutan terdiri dari tiga tiang utama yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan yang saling bergantung dan memperkuat. Ketiga aspek tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena ketiganya menimbulkan hubungan sebab – akibat. Hubungan ekonomi dan sosial diharapkan dapat menciptakan hubungan yang adil (equitable). Hubungan antara ekonomi dan lingkungan diharapkan dapat terus berjalan (viable). Sedangkan hubungan antara sosial dan lingkungan bertujuan agar dapat terus bertahan (bearable). Ketiga aspek yaitu aspek ekonomi, sosial , dan lingkungan akan menciptakan kondisi berkelanjutan (sustainable).
sumber gambar : id.wikipedia.org
Pembangunan berkelanjutan adalah suatu cara pandang mengenai kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam kerangka peningkatan kesejahteraan, kualitas kehidupan dan lingkungan umat manusia tanpa mengurangi akses dan kesempatan kepada generasi yang akan datang untuk menikmati dan memanfaatkannya (Budimanta, 2005)

Aspek sosial, maksudnya pembangunan yang berdimensi pada manusia dalam hal interaksi, interelasi dan interpendensi. Faktor lingkungan (ekologi) yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan ialah terpeliharanya proses ekologi yang esensial, tersedianya sumber daya yang cukup,  dan lingkungan sosial-budaya dan ekonomi yang sesuai (Otto, 2006)

Indikator kriteria pembangunan berkelanjutan
Berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut, maka indikator pembangunan berkelanjutan tidak akan terlepas dari aspek-aspek tersebut diatas, yaitu aspek ekonomi, ekologi/lingkungan, sosial, politik, dan budaya.
a. Keberlanjutan Ekologis
Keberlanjutan ekologis akan menjamin keberlanjutan ekosistem bumi. Untuk menjamin keberlanjutan ekologis harus diupayakan hal-hal sebagai berikut:
Memelihara integritas tatanan lingkungan agar sistem penunjang kehidupan dibumi tetap terjamin dan sistem produktivitas, adaptabilitas, dan pemulihan tanah, air, udara dan seluruh kehidupan berkelanjutan.
Tiga aspek yang harus diperhatikan untuk memelihara integritas tatanan lingkungan yaitu; daya dukung, daya asimilatif dan keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya terpulihkan. ketiga untuk melaksanakan kegiatan yang tidak   mengganggu integritas tatanan lingkungan yaitu hindarkan konversi alam dan modifikasi ekosistem, kurangi konversi lahan subur dan kelola dengan buku mutu ekologis yang tinggi, dan limbah yang dibuang tidak melampaui daya asimilatifnya lingkungan.
Memelihara keanekaragaman hayati pada keanekaragaman kehidupan yang menentukan keberlanjutan proses ekologis. Terdapat tiga aspek keanekaragaman hayati yaitu keanekaragaman genetika, spesies, dan tatanan lingkungan. Untuk mengkonversikan keanekaragaman hayati tersebut perlu hal-hal berikut yaitu “menjaga ekosistem alam dan area yang representatif tentang kekhasan sumberdaya hayati agar tidak dimodifikasikan, memelihara seluas mungkin area ekosistem yang dimodifikasikan untuk keanekaragaman dan keberlanjutan keanekaragaman spesies, konservatif terhadap konversi lahan pertanian”.
b.    Keberlanjutan Ekonomi
Keberlanjutan ekonomi makro menjamin kemajuan ekonomi secara berkelanjutan dan mendorong efisiensi ekonomi melalui reformasi struktural dan nasional. Tiga elemen utama untuk keberlanjutan ekonomi makro yaitu efisiensi ekonomi, kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan, dan meningkatkan pemerataan dan distribusi kemakmuran. Hal tersebut diatas dapat dicapai melalui kebijaksanaan makro ekonomi mencakup reformasi fiskal, meningkatkan efisiensi sektor publik, mobilisasi tabungan domestik, pengelolaan nilai tukar, reformasi kelembagaan, kekuatan pasar yang tepat  guna, ukuran sosial untuk pengembangan sumberdaya manusia dan peningkatan distribusi pendapatan dan aset.
c.       Keberlanjutan Ekonomi Sektoral
Untuk mencapai keberlanjutan ekonomi sektoral, berbagai kasus dilakukan terhadap kegiatan ekonomi. Pertama, sumberdaya alam yang nilai ekonominya dapat dihitung harus diperlakukan sebagai kapital yang  tangibble dalam kerangka akunting ekonomi, kedua, secara prinsip harga sumberdaya alam harus merefleksi biaya ekstaksi, ditambah biaya lingkungan dan biaya pemanfaatannya.
d.      Keberlanjutan Sosial Budaya
Keberlanjutan sosial dan budaya mempunyai empat sasaran yaitu:
Stabilitas penduduk yang pelaksanaannya mensyaratkan komitmen politik yang kuat, kesadaran dan partisipasi masyarakat, memperkuat peranan dan status wanita, meningkatkan kualitas, efektivitas dan lingkungan keluarga.
Memenuhi kebutuhan dasar manusia, dengan memerangi kemiskinan dan mengurangi kemiskinan absolut. Keberlanjutan pembangunan tidak mungkin tercapai bila terjadi kesenjangan pada  distribusi kemakmuran atau adanya kelas sosial. Halangan terhadap keberlajutan sosial harus dihilangkan dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Kelas sosial yang dihilangkan dimungkinkannya untuk mendapat akses pendidikan yang merata, pemerataan pemulihan lahan dan peningkatan peran wanita.
Mempertahankan keanekaragaman budaya, dengan mengakui dan menghargai sistem sosial dan kebudayaan seluruh bangsa, dan dengan memahami dan menggunakan pengetahuan tradisional demi manfaat masyarakat dan pembangunan ekonomi.
Mendorong pertisipasi masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. Beberapa persyaratan dibawah ini penting untuk keberlanjutan sosial yaitu : prioritas harus diberikan pada pengeluaran sosial dan program diarahkan untuk manfaat bersama, investasi pada perkembangan sumberdaya misalnya meningkatkan status wanita, akses pendidikan dan kesehatan, kemajuan ekonomi harus berkelanjutan melalui investasi dan perubahan teknologi dan harus selaras dengan distribusi aset produksi yang adil dan efektif, kesenjangan antar regional dan desa, kota, perlu dihindari melalui keputusan lokal tentang prioritas dan alokasi sumber daya.
e.       Keberlanjutan Politik
Keberlanjutan politik diarahkan pada respek pada human right, kebebasan individu dan sosial untuk berpartisipasi dibidang ekonomi, sosial dan politik, demokrasi yang dilaksanakan perlu memperhatikan proses demokrasi yang transparan dan bertanggungjawab, kepastian kesedian pangan, air, dan pemukiman.
f.       Keberlanjutan Pertahanan dan Keamanan
Keberlanjutan keamanan seperti menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman dan gangguan baik dari dalam dan luar yang langsung dan tidak langsung  yang dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan negara dan bangsa perlu diperhatikan.
(Askar Jaya, 2004)

Konsep perwujudan pembangunan berkelanjutan
Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Pembangunan yang berkelanjutan pada hakekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang.
Berdasar tujuan diatas, Sutamihardja dalam Askar Jaya [2004], menyatakan sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup pada upaya untuk mewujudkan terjadinya :
  1. Pemerataan manfaat hasil – hasil pembangunan anar generasi (intergeneration equity) yang berarti bahwa pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan pertumbuhan perlu memperhatikan batas – batas yang wajar dalam kendali ekosistem atau sistem lingkungan serta diarahkan  pada sumberdaya alam yang replaceable dan menekankan serendah mungkin eksploitasi sumber daya alam unreplaceable.
  2. Safeguarding atau pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada dan pencegahan terjadi gangguan ekosistem dalam rangka menjamin kualitas kehidupan yang tetao baik bagi generasi yang akan datang
  3. Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi demi kepentingan pemerataan pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan antar generasi
  4. Mempertahan kan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan baik masa kini maupun masa depan (inter temporal)
  5. Mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang mempunyai dampak manfaat jangka panjang ataupun lestari antar generasi.
  6. Menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antar generasi sesuai dengan habitatnya.
 Konsep dan prinsip  pembangunan kota berkelanjutan  (urban sustainable development)
Pembangunan kota yang berkelanjutan menurut Salim [1997] adalah suatu proses dinamis yang berlangsung secara terus – menerus, merupakan respon terhadap tekanan peruahan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Proses dan kebijakannya tidak sama pada setiap kota, tergantung pada kota – kotanya. Salah satu tantangan terbesar konsep tersebut saat ini adalah menciptakan keberlanjutan, termasuk didalamnya keberlanjutan sistem politik dan kelembagaan sampai pada strategi, program, dan kebijakan sehingga pembangunan kota yang berkelanjutan dapat terwujud.
Menurut Budihardjo, E dan Sudjarto, DJ [2009] , kota  berkelanjutan didefinisikan sebagai kota yang dalam pengembangannya mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya masa kini, mampu berkompetisi dalam ekonomi global dengan mempertahankan keserasian lingkungan vitalitas sosial, budaya, politik, dan pertahanan keamanannya tanpa mengabaikan atau mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
Menurut Research Triangle Institute, 1996 dalam Budihardjo, 2009 dalam mewujudkan kota berkelanjutan diperlukan beberapa prinsip dasar yang dikenal dengan Panca E yaitu Environment (Ecology) , Economy (Employment), Equity, Engagement dan Energy.

Daftar Pustaka :
Jurnal : Mandala, Zeji . “Mixed Use Development sebagai Representasi Pembangunan Kota Berkelanjutan (Sustainable City)” . Universitas Gajah Mada , Juni 2013. 
Jurnal Tesis : Novita, Fenti . ”Pengaruh Perkembangan Ekonomi Kota Bandar Lampung Terhadap Perkembangan Kawasan Pesisir”. Universitas Diponegoro, 2003.
Artikel : Hadi, Wahyono.” Sustainable Development (Pengembangan Berkelanjutan)”. Desember 2012

Kontributor/ ditulis oleh :
122110007   GINANJAR HADI PRASETYO
122110009    AGUNG HIDAYATULLAH
122110015    NUGROHO CANDRA RAHARJO

Download materi : Presentasi, review

Selasa, 03 November 2015

Materi 5 Pengolahan Limbah Gas


Pencemaran udara ialah peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan, atau ke dalam lingkungan udara akibar kegiatan alam dan manusia sehingga karakteristik udara tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik.
Metode Pemurnian Gas
Pengolahan limbah gas buangan industri dapat dilakukan secara fisik-kimia dan secara biologis.  Metode pemurnian gas buangan secara fisik-kimia dilakukan berdasarkan pada perubahan fase atau penyerapan pada suatu adsorban, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :
  1. Metode fase gas, yaitu untuk menyamarkan bau busuk yang tidak disukai dengan memberikan bau enak. Metode ini sebenarnya bukan untuk menghilangkan gas/bau.
  2. Metode fase cair, yaitu penyerapan gas yang memiliki kelarutan yang tinggi dalam zat cair.  Gas buangan dialirkan lalu dikontakkan dengan senyawa penyerap gas (adsorban) yang pada umumnya menggunakan air. Selanjutnya, adsoban dimurnikan kembali jika memungkinkan, dimanfaatkan untuk penggunaan lainnya atau dibuang.
  3. Metode fase padat, yaitu penyerapan gas oleh senyawa penyerap (adsorban) dalam bentuk padat.  Pada proses ini, gas dialirkan dan dikontakkan dengan adsorban padat.  Molekul gas akan terserap dan terkondensasi di permukaan adsorban secara fisik maupun kimia.  Salah satu adsorban yang banyak digunakan adalah arang aktif.  Arang aktif dalam bentuk granular (granular activated carbon, GAC) telah banyak digunakan sebagai penyerap bau dan warna.  Arang aktif dalam bentuk serat (activated carbon fibre, ACF) memiliki daya serap yang lebih besar daripada GAC. Daya serap ACF tipe FN-300GF-15 terhadap gas ammonia adalah 0,72 g ammonia/kg berat kering ACF.  Daya serap ACF-1300 terhadap senyawa organik yang mudah menguap (seperti aseton, alcohol, tetrahidrofuran) adalah 0,44 g/kg berat kering ACF.  Daya serap secara fisik-kimia ini hanya berlangsung 2-3 hari saja sebelum mencapai titik jenuh.  ACF atau GAC yang telah jenuh perlu dipanaskan pada suhu diatas 100oC untuk melepaskan gas-gas yang telah terserap (regenerasi) sehingga dapat digunakan kembali.
  4. Metode pembakaran, yaitu dengan cara membakar langsung gas senyawa organik pada tingkat suhu yang cukup sehingga menghasilkan karbondioksida dan air.  Metode ini banyak dihindari karena membutuhkan biaya yang cukup besar.
Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Di dalam sebuah pabrik kimia, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar.

Sumber :
Nur Hidayat. Manajemen Lingkungan Industri : Teknologi Pengolahan Limbah Gas, Tek Industri Pertanian, FTP, Unibraw
Hutagalung, M. 2008. Teknologi Pengolahan Limbah Gas. http://majarimagazine.com/2008/01/teknologi-pengolahan-limbah-gas/ diakses tanggal 11 July 2012.
Meita. 2011. Penyamakan Kulit. http://mewijay.blogspot.com/2011/12/penyamakan-kulit.html diakses tanggal 11 July 2012
Nurika, I., N. Hidayat dan N. Atifah. 2007. Manajemen Limbah dan Lingkungan Industri. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang.
Rahayu, S.S. 2009. Limbah Padat. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/limbah-padat/  diakses tanggal 11 July 2012.

Senin, 26 Oktober 2015

Materi 4 Pengolahan Limbah Padat


I. Pengertian Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada lumpur, ada air dan gas dari berbagai aktivitas domestik dan industri lainnya.
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

II. Jenis-jenis Limbah
Berdasarkan dari wujud limbah:
  1. Limbah padat adalah limbah yang berwujud padat. Limbah padat bersifat kering, tidak dapat berpindah. Contohnya, sisa makanan, potongan kayu, sobekan kertas, sampah, plastik, dan logam.
  2. Limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya.
  3. Limbah gas adalah limbah zat buangan yang berwujud gas. Limbah gas dapat dilihat dalam bentuk asap. Limbah gas selalu bergerak sehingga penyebarannya sangat luas. Contoh limbah gas adalah gas pembuangan industri dan kendaraan bermotor.
Berdasarkan sumbernya limbah:
  1. Limbah domestik, berasal dari kegiatan pemukiman (rumah tangga).
  2. Limbah industri, merupakan limbah buangan hasil proses industri. Jenis limbah yang dihasilkan tergantung pada jenis industrinya.
  3. Limbah pertanian, berasal dari daerah pertanian dan perkebunan.
  4. Limbah pertambangan, berasal dari kegiatan pertambangan
Berdasarkan dari sifatnya limbah:
  1. Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat logam berkarat
  2. Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun berbahaya bagi manusia dan lingkungan.
  3. Limbah reaktif adalah limbah yang memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen.
  4. Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui proses kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu tekanan tinggi serta dapat merusak lingkungan.
  5. Limbah mudah terbakar adalah limbah yang mengandung bahan yang menghasilkan gesekan atau percikan api jika berdekatan dengan api.

III. Pengolahan Limbah Padat


Secara garis besar, limbah padat terdiri dari:
  1. Limbah padat yang mudah terbakar
  2. Limbah padat yang sukar terbakar
  3. Limbah padat yang mudah membusuk
  4. Lumpur
  5. Limbah yang dapat di daur ulang
  6. Limbah radioaktif
  7. Bongkaran bangunan
Dampak pencemaran limbah padat, dengan adanya limbah padat dalam lingkungan, maka akan timbul:
  • Gas beracun, seperti asam sulfat(H2S), amonia(NH3), methan(CH4), CO2, dll. Gas ini akan timbul jika limbah padat ditimbun dan membusuk karena adanya mikroorganisme.
  • Penurunan kualitas udara pada sampah yang ditumpuk dan dibuang sembarangan.
  • Penurunan kualitas air karena limbah padat biasanya langsung dibuang pada perairan atau bersama-sama air limbah.
  • Kerusakan permukaan tanah.
Perlakuan limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis biasanya diperlakukan sebagai berikut:
  • Ditumpuk pada areal tertentu
  • Pembakaran
  • Pembuangan
Menurut sifatnya pengolahan limbah padat dibagi menjadi 2 cara, yaitu:
  • Limbah padat tanpa pengolahan, merupakan limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya, bisa langsung dibuang ke langsung ke TPA.
  • Limbah padat dengan pengolahan, merupakan limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya, harus diolah dahulu sebelum dibuang ke tempat tertentu.
Pengolahan limbah padat dapat juga dilakukan dengan cara sederhana, misalnya dengan cara mendaur ulang, dijual kepasar loak atau ketukang rosok.

Berbagai jenis limbah padat dapat mengalami proses daur ulang menjadi produk baru. Proses daur ulang sangat berguna untuk mengurangi timbunan sampah karena bahan buangan diolah menjadi bahan yang dapat digunakan  kembali. Contoh beberapa jenis limbah padat yang dapat didaur ulang adalah kertas, kaca, logam, plastik dan karet.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Limbah
http://kimia-industry.blogspot.co.id/2011/04/pengertian-limbah-padat-cara.html
http://makalahariesbudiono.blogspot.co.id/2012/03/manajemen-pengelolaan-limbah-padat-cair.html

Kontributor :
Kelompok 2
122100026    NUR OKTAVIAREKHA AHADWI P
122100039    ROLAN SEPTIAN

Download materi : review, presentasi

Kamis, 08 Oktober 2015

Kelompok Presentasi Manajemen Lingkungan

sumber gambar : ecosimply.com


Kel No NIM Nama Materi Waktu Presentasi
1 1 122090162 ARIF RAHMAD ARDI W PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PERTEMUAN 6
2 122100018 RAMADHAN TRI NUGROHO
2 3 122100026 NUR OKTAVIAREKHA AHADWI P PENGOLAHAN LIMBAH PADAT PERTEMUAN 7
4 122100039 ROLAN SEPTIAN
3 5 122100043 DASTYARGO HARTONO PENGOLAHAN LIMBAH GAS PERTEMUAN9
6 122100047 HAPPY NUR ROMADHONA
7 122100060 YUSUF FIRMANSYAH
4 8 122100095 JENTA GAGAH PRABOWO AMDAL PERTEMUAN10
9 122100111 WAWAN KURNIAWAN RISAL
10 122100131 SUDARWAN
5 11 122110007 GINANJAR HADI PRASETYO PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PERTEMUAN11
12 122110009 AGUNG HIDAYATULLAH
13 122110015 NUGROHO CANDRA RAHARJO
6 14 122120004 IQAL AZHARI MODEL PRAKIRAAN DAMPAK LINGKUNGAN PERTEMUAN12
15 122120006 AMALIA OKTA PERMATA
16 122120007 IMAM HANAFI
7 17 122120040 EKA DEWI MARLIANA NINGSIH PERENCANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTEMUAN 13
18 122120058 KEVIN RYNALDI
8 19 122120062 MOH IKHSAN ARIYANTO ISO 14000 PERTEMUAN 14
20 122120067 ALDIANTO LANO S.
21 122130061 YASINTHA APRILYAN KURNIAWAN
9 22 122130121 ACHMAD ZAMRONI PRODUKSI BERSIH PERTEMUAN 15
23 122130132 RIZKI ARDLIANSYAH

Aturan :
  1. Setiap kelompok mempersiapkan materi dalam bentuk ppt dan review, sumber materi atau referensi berasal dari bahan ajar yang disediakan atau dapat mengambil dari sumber-sumber lain (buku, jurnal, artikel, internet) dengan mencamtumkan nama sumbernya
  2. Materi (ppt dan review) harus sudah dikirim ke dosen via email di ahmad.muhsin@upnyk.ac.id maksimal 2 hari sebelum pelaksanaan presentasi yang selanjutnya akan diupload agar dapat diakses dan didownload oleh mahasiswa yang lain, pelanggaran atau keterlambatan dalam point ini menyebabkan pengurangan nilai.
  3. Setiap mahasiswa dalam kelompok harus aktif dan memiliki pembagian kerja atau materi yang jelas dan dapat mempertanggungjawabkan materi yang disusun
  4. Materi yang disusun harus orisinal atau susunan atau ketikan langsung oleh setiap kelompok dan bukan plagiasi atau copy paste milik orang lain, pelanggaran terhadap point ini dikenakan sanksi pembatalan nilai presentasi
  5. Untuk memperjelas materi yang disampaikan dapat ditambahkan sarana pendukung lain seperti animasi, praktek program, movie, gambar, alat peraga, produk fisik dan lain sebagainya
  6. Dosen akan mengawasi, memperbaiki, memperjelas, mengarahkan, membimbing, dan memoderatori presentasi
  7. Waktu presentasi dibagi menjadi 2 sesi, presentasi dan tanya jawab atau diskusi
  8. Bagi mahasiswa yang pada saat tersebut tidak presentasi wajib hadir dengan sebelumnya mengakses materi yang akan dipresentasikan dan mempersiapkan diri bertanya
Download Kelompok Presentasi

Selasa, 29 September 2015

Materi 3 Manajemen Ekonomi Lingkungan

Ekonomi Lingkungan adalah ilmu yang pempelajari kegiatan manusia dalam memanfaatkan lingkungannya sedemikian rupa sehingga fungsi/peranan lingkungan dapat dipertahankan atau bahkan dapat ditingkatkan dalam penggunaannya untuk jangka panjang.
Contoh, Pembukaan lahan menimbulkan masalah karena diketahui adanya merusak habitat.
Bahan (material) yang digunakan dalam proses produksi pada dasarnya merupakan bahan yang diambil dari lingkungan, ditambah impor atau ekspor, ditambah dengan bahan yang didaur ulang dan kapital. Di sisi lain, keberadaan bahan dari lingkungan jumlahnya terbatas jika tidak ada upaya pengelolaan lingkungan yang terpadu.
Manfaat merupakan nilai barang dan jasa bagi konsumen, sedangkan biaya merupakan manfaat yang tidak diambil, lepas atau hilang (opportunity cost). Secara umum, analisis manfaat dan biaya didefinisikan sebagai penilaian sistematis terhadap seluruh manfaat dan biaya yang akan timbul dari suatu tindakan atau beberapa tindakan alternatif.  Terkait dengan masalah lingkungan, analisis manfaat dan biaya merupakan penilaian sistematis terhadap keuntungan dan kerugian segala perubahan dalam produksi dan konsumsi masyarakat.

sumber : makalah nur hidayat, Unibraw

Tugas 4 : 
Berdasarkan UU No 23 tahun 1997 apakah yang harus dilakukan sebelum melakukan pembangunan kegiatan Industri ? Sebutkan kriteria apa saja yang digunakan untuk menentukan dampaknya ?

Download UU No 23 tahun 1997

Senin, 21 September 2015

Materi 2 Manajemen Pengelolaan Limbah

Meningkatnya masalah lingkungan yang terjadi dewasa ini, mengakibatkan pola perkembangan industri dunia telah mengalami perubahan. Kegiatan industri yang pada awalnya didominasi oleh pemikiran untuk menekan sebanyak mungkin biaya produksi, kini memasuki tahap untuk menghindari pemborosan sumberdaya alam dan melihat potensi pemanfaatan produk samping dari suatu kegiatan untuk dijadikan bahan baku kegiatan industri lainnya.
Pada dasarnya, manajemen limbah dapat dilakukan dengan berbagai cara, meliputi (a) pencegahan yaitu menghindari atau menekan keluarnya limbah dari proses produksi, dan (b) penanggulangan yaitu menanggulangi limbah yang telah terlanjur keluar dari proses produksi. Dibanding dengan cara penanggulangan, cara pencegahan jauh lebih baik, lebih murah dan sangat dianjurkan, karena dapat meningkatkan efisiensi produksi, sehingga lebih menguntungkan. Manajemen limbah melalui penanggulangan dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan limbah dan apabila hal ini tidak mungkin, dilakukan pengolahan limbah
Pengolahan limbah pada dasarnya merupakan upaya mengurangi volume, konsentrasi atau bahaya setelah limbah keluar dari proses produksi (end of pipe), melalui proses fisika, kimia, dan atau hayati.Dengan minimisasi akan lebih menguntungkan dari pada hanya pengolahan limbah, antara lain karena :
  1. Tanpa minimisasi limbah, limbah yang  merupakan  kehilangan  bahan,  terlanjur  ke   luar dalam jumlah yang besar.
  2. Karena jumlah limbah yang relatif lebih besar apabila tidak dilakukan minimisasi limbah, biaya inventasi dan biaya operasi pengolahan limbah juga lebih tinggi. Bagi sebagian perusahaan, dapat merupakan kendala dalam melaksanakan manajemen limbah dengan baik, yang berarti menghambat pelaksanaan pengendalian limbah
  3. Dengan minimisasi limbah, efisiensi produksi menjadi lebih besar
  4. Pengolahan limbah umumnya masih menghasilkan sisa, yang walaupun jumlah atau volumenya telah banyak berkurang dibanding dengan limbah limbah asalnya, tetapi mempunyai potensi mencemari yang umumnya cukup tinggi, sehingga beban pencemaran yang diterima oleh lingkungan masih tetap tinggi. Pembuangan/pemusnahan sisa pengolahan limbah sering merupakan masalah tersendiri bagi perusahaan yang bersangkutan maupun pihak pengelola
Pada mulanya manajemen limbah lebih ditekankan pada pengolahan limbah. Namun pada dekade akhir-akhir ini, berbagai negara terutama negara maju, lebih condong kepada usaha preventif, yaitu menekan jumlah limbah yang dihasilkan oleh proses produksi. Di Indonesia upaya ini mulai disebar Program minimisasi limbah bertujuan untuk mengurangi limbah yang harus diolah ditempat pengolahan limbah maupun yang menyebar di lingkungan, dengan jalan mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan oleh suatu proses produksi pada sumbernya, dan/atau memanfaatkannya kembali.
Pada mulanya US-EPA mendefinisikan "minimisasi limbah" dalam arti yang luas, yaitu meliputi segala upaya mengurangi beban berbagai fasilitas pengolahan, penyimpanan, atau pembuangan limbah berbahaya dengan jalan mengurangi jumlah atau daya racunnya. Namun pada perkembangan berikutnya "minimisasi limbah" hanya meliputi upaya yang menyangkut perubahan di lapangan/dalam plant, yaitu mengurangi keluarnya limbah dari proses produksi, jadi tidak upaya pengurangan volume atau daya racun limbah yang telah keluar dari proses produksi
Sumber : Nur Hidayat, Manajemen Lingkungan Industri : Manajemen Limbah, T.Industri, FTP, Unibraw

Rabu, 16 September 2015

Materi 1 Manajemen dan Permasalahan Lingkungan

Kota-kota sejak dulu hingga kini disibukkan dengan problem sampah yang tidak terkonsumsi.
Penumpukan limbah yang mengakibatkan ganngguan kesehatan ini semakin meningkat dengan adanya revolusi industri sehingga dikembangkan cara pengumpulan sampah,pembersihan jalan dan tempat pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman. Banjir sebenarnya hanyalah air mengalir yang terjebak dalam aliran yang tidaksemestinya. Aliran semestinya adalah sungai. Sungai yang dilalui air mengalami beberapa permasalahan sehingga tidak dapat melaksannakan fungsinya dengan baik.

A. Dampak Pembangunan
Di berbagai kawasan, khususnya yang terletak di pinggir jalan strategis berdiri ruko-ruko dan gedung-gedung swalayan baru dengan aneka bentuk dan jenis kegiatannya.  Keadaan lingkungan hidup akhir-akhir ini menunjukkan terjadinya banjir di beberapa jalan wilayah perumahan maupun pertokoan, asap kendaraan bermotor yang semakin meningkat dan volume sampah yang semakin meningkat pula. Teori Environmental Kuznets Curve (EKC) menyatakan bahwa untuk kasus di negara sedang berkembang seiring dengan perjalanan waktu, kegiatan industri dapat merusak kelestarian alam dan lingkungan.

B. Industri dan Pencemaran Lingkungan
Salah satu bentuk pembangunan adalah pengembangan industry. Industri merupakan upaya manusia untuk menghasilkan sesuatu yang dirasa pelu bagi peningkatan perekonomian manusia.  Setelah pabrik berdiri dan beraktivitas maka hal lain yang harus dipikirkan dan diatasi adalah limbah yang dihasilkan yang berpotensi pencemari lingkunga. Limbah yang dihasilkan oleh industry dapat berupa limbah padat, cair dan gas.
Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan hidup) diperlukan untuk melestarikan lingkungan hidup akibat kegiatan manusia yang disebut sebagai pembangunan.
Dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan dampak dari pembangunan maka peran masyarakat sangat diperlukan oleh sebab itu dalam UU No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup ditetapkan  bahwa hak setiap orang untuk perperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup.

Sumber : Hidayat Nur, Mayana Nimas, Bahan Ajar Manajemen Lingkungan dan Limbah Industri, Unibraw

Rabu, 09 September 2015

Kontrak Belajar Matakuliah Manajemen Lingkungan


Kontrak Belajar Matakuliah Manajemen Lingkungan
Program Studi/Jurusan                     : Teknik Industri
Mata Kuliah / Kode                            : Manajemen Lingkungan / 122 41 2
SKS/Semester                                   : 2 (2x 50 menit) / 5
Mata Kuliah Prasyarat (kode)           : -
Dosen                                                  : Ahmad Muhsin, S.T., M.Eng.

Deskripsi Kuliah
Mata kuliah ini berisi wawasan mengenai konsep – konsep dasar Manajemen Lingkingan khususnya dalam perusahaan. Mata kuliah ini membuka wawasan mahasiswa terhadap menfaat teknologi Pengelolaan lingkungan terutma limbah  bagi industry/ perusahaan dan berbagai pihak yang terkait. Materi yang dibahas meliputi : Ekologi, Manusia dan ekosistem, Energi dan Pembangunan, Pencemaran Lingkungan, Industri dan Dampaknya, Amdal dan Sistem Manajemen Lingkungan.
Sistem manajemen lingkungan adalah sistem manajemen yang berencana, menjadwalkan, menerapkan dan memantau kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan atau Environment Management System (EMS) adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, latihan atau praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, evaluasi dan pemeliharaan kebijakan lingkungan

Kompetensi

  1. Mahasiswa mengetahui peran penting Sistem Manajemen Lingkungan serta mengenal tahapan dan infrastruktur yang  dibutuhkan untuk mengelola lingkungan khususnya industri guna meningkatkan kinerja lingkungan.Kompetensi umum dari matakuliah ini dicapai melalui kompetensi-kompetensi khusus sebagai berikut :
  2. Mampu mengetahui dan menganalisa Sistem Manajemen lingkungan yang diperlukan untuk membuat kerangka kebijakan
  3. Mampu menguasai dan merencanakan konsep Sistem Manajemen Lingkungan serta urutan langkah-langkah penerapan
  4. Mampu menentukan dan menerapkan kriteria Sistem Manajemen Lingkungan
  5. Mampu mengumpulkan dan menganalisa data serta informasi dengan benar
  6. Mampu menentukan keputusan yang tepat berdasarkan analisis data dan informasi

Materi

  1. Ruang lingkup dan Permasalahan Lingkungan
  2. Manajemen Pengelolaan Limbah
  3. Manajemen Ekonomi Lingkungan
  4. Pengolahan Limbah Cair
  5. Pengolahan Limbah Padat
  6. Pengolahan Limbah Gas
  7. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  8. Sistem Manajemen Lingkungan (Dok AMDAL)
  9. Peraturan Perundangan-undangan
  10. Pembangunan Berkelanjutan
  11. Model Prakiraan Dampak Lingkungan
  12. Perencanaan Pengelolaan Lingkungan
  13. ISO 14000
  14. Produksi Bersih

Referensi
Djajadiningrat, A., 1999. ISO 14000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
Hadiwiardjo, B.H., 1997. ISO 14001 – Panduan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. Gramedia. Jakarta, Indonesia.
Rothery, B., 1996. ISO 14000: Sistem Manajemen Lingkungan Seri Manajemen No. 179. PT. Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta, Indonesia.

Catatan :

  1. Tugas yang pengerjaannya sama persis dengan mahasiswa lain akan dikurangi 10 poin bagi keduanya.
  2. Bagi mahasiswa yang KP diperbolehkan tidak mengikuti kuliah secara penuh dengan menyerahkan surat pelaksanaan KP.
  3. Keterlambatan mahasiswa saat kuliah hanya ditolerir 15 menit setelah kuliah dimulai.
  4. Dilarang keras menitipkan tandatangan absensi.
  5. Perkuliahan juga dilaksanakan menggunakan teknologi e-learning di http://learning.upnyk.ac.id sehingga mahasiswa harus membuat akun

Tes I : Tetapkan tujuan anda mengambil matakuliah "Manajemen Lingkungan" dan tuliskan di kolom komentar dengan format : KELAS - NIM - NAMA MAHASISWA