Hidup adalah sebuah perjalanan

Karunia indah dari Tuhan adalah waktu, kesempatan kita hidup kita terbatas dan kita menuju ke kehidupan yang abadi, tengoklah apa yang sudah kita persiapkan untuk bekal hidup setelah hidup kita disini

Tampilkan postingan dengan label Perancangan Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perancangan Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 November 2017

TUGAS AKHIR INDIVIDU APSI 2017

Bagi mahasiswa APSI 2017 diwajibkan membuat artikel atau makalah. Makalah harus orisinal atau asli karya sendiri, jika dicheck dengan software plagiarism tidak memiliki kemiripan dengan sumber di website atau online. Sumber materi bisa diambil dari buku dan internet yang WAJIB ditulis kembali dengan bahasa sendiri atau hasil penterjemahan dari pemikirannya sendiri, dan DILARANG KERAS copy paste. Sertakan daftar pustaka atau referensi yang diacu.

Ditulis dalam format word dengan ukuran kertas A4 huruf Time News Roman 11 spasi 1 minimal 2 halaman dan margin 2,5 cm.

Pengumpulan tugas serentak pada hari Kamis, 14 Desember 2017 Jam kerja (07.30 s.d 16.00 WIB) via email ke ahmad.muhsin@upnyk.ac.id dengan nama subject atau judul email sama dengan judul makalah yang dibuat misal 1.1 Pengertian Sistem Informasi

Berikut pembagian JUDUL untuk masing-masing individu :

sebelum dikirim email harus dicheck dulu plagiarismenya dengan http://turnitin.com ,   https://toolkit.thepensters.com  atau  http://www.plagtracker.com/ . Hasil pengecekan lampirkan juga dalam email.

contoh hasil check :


Buku-buku yang bisa digunakan untuk referensi menyusun makalah :

  1. Abdul Kadir, 2003, "Pengenalan Sistem Informasi", Andi Offset, Yogyakarta
  2. Adi Nugroho, 2011, "Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data", Andi Offset, Yogyakarta
  3. Eko Nugroho, "Pengenalan Komputer", Andi Offset, Yogyakarta
  4. Janer Sinarmata, 2006, "Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi", Andi Offset Yogyakarta
  5. Wing Wahyu Winarno, 2004, "Sistem Informasi Manajemen", UPP AMP YKPN, Yogyakarta
  6. Roger S. Pressman, 2002,"Rekayasa Perangkat Lunak",Andi Offset, Yogyakarta
  7. Yogianatoro, 1990, "Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur", Andi Offset, Yogyakarta
  8. dll 


SELAMAT MENGERJAKAN.

Rabu, 01 November 2017

Program Satu Juta Doman


Dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah serta peran serta Perguruan Tinggi dalam membantu masyarakat UKM - IKM untuk mempublikasikan usaha mereka maka setiap kelompok mahasiswa Mata Kuliah Analisis dan Perancangan Informasi wajib membuatkan website bagi UKM - IKM.
Download formulir dibawah ini, paling lambat dikumpulkan JUMAT, 03 OKTOBER 2017 jam 10.00 WIB


Minggu, 06 Desember 2015

Materi 14. Internet dan Aplikasi Web

sumber gambar : www.thecne.org

Internet adalah sekumpulan komputer atau server yang saling terhubung satu sama lain melalui erbagai macam media (kabel, radio, satelit dll). Komputer-komputer tersebut letaknya tersebar di seluruh belahan dunia sehingga memungkinkan terbentuknya suatu jaringan informasi global. Sekumpulan komputer di suatu tempat memiliki jenis dan karakteristik yang tidak sama dengan tempat-tempat lain, namun semuanya dihubungkan oleh suatu protokol standard yang sama yang disebut TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol). TCP/IP ini dapat diumpamakan sebagai bahasa yang dimengerti oleh semua jenis komputer yang terhubung ke Internet. Tanpa mengikuti protokol standard ini, komputer kita tidak akan mampu berkomunikasi dengan komputer-komputer lain di Internet. Protokol TCP/IP ini memberikan suatu IP Number (nomor IP) yang unik untuk tiap komputer yang terhubung ke Internet sehingga lalu lintas data di Internet dapat diatur. Untuk memudahkan kita mengingat maka dibuatlah IP Address (alamat IP) sebagai representasi dari nomor IP.

Download materi presentasi kelompok 10 :
1. Kelas A : Presentasi, Review
2. Kelas B : Presentasi, Review
3. Kelas C : Presentasi, Review
4. Kelas D : Presentasi, Review
5. Kelas E : Presentasi, Review

Materi 13. Komunikasi Data dan Jaringan

sumber gambar : www.transglobalbiz.com
 
Internet Protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency ( DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk mengembangkan protokol  yang dapat melakukan interkoneksi berbagai jaringan komputer yang terpisah, yang masing-masing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet Protocol (IP). Riset yang sama dikembangkan pula yaitu beberapa protokol level tinggi yang didesain dapat bekerja  dengan IP. Yang paling penting dari proyek tersebut adalah Transmission Control Protocol (TCP), dan semua grup protocol diganti dengan TCP/IP suite. Pertamakali TCP/IP diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang  setelah Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP  dengan sistem operasi  UNIX.  Selain Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) ini yang mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan TCP/IP adalah Department of defense (DOD). 

Download materi presentasi kelompok 9 :
1. Kelas A : Presentasi, Review
2. Kelas B : Presentasi, Review
3. Kelas C : Presentasi, Review
4. Kelas D : Presentasi, Review
5. Kelas E : Presentasi, Review

Materi 12. Etika dan Keamanan Informasi

sumber gambar : new-delhi.all.biz
Masalah keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sisteminformasi.Sayang sekali masalah keamanan ini sering kali kurangmendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.Seringkali masalah keamanan berada di urutan kedua, atau bahkan di urutanterakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting.Apabila mengganguperformansi dari sistem, seringkali keamanan dikurangi atau ditiadakan.Buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan informasimenyeluruh tentang keamanan sistem informasi dan dapat membantu parapemilik dan pengelola sistem informasi dalam mengamankan informasinya.
Computer Security is preventing attackers from achieving objectives through unauthorizedaccess or unauthorized use of computers and networks.(John D. Howard, “An Analysis Of Security Incidents On The Internet1989 - 1995”)
    Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting.Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah“information-based society”.Kemampuan untuk mengakses danmenyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensialbagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial(perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual(pribadi).Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidangteknologi komputer dan telekomunikasi.Dahulu, jumlah komputer sangatterbatas dan belum digunakan untuk menyimpan hal-hal yang sifatnyasensitif. Penggunaan komputer untuk menyimpan informasi yang sifatnyaclassified baru dilakukan di sekitar tahun 1950-an.

Download materi kelompok 8
1. Kelas A : Presentasi, Review
2. Kelas B : Presentasi, Review
3. Kelas C : Presentasi, Review
4. Kelas D : Presentasi, Review
5. Kelas E : Presentasi, Review

Minggu, 29 November 2015

Materi 11. Teknik Pengujian Sistem Informasi


sumber gambar : www.use-inc.co.jp
Pengujian sistem informasi yang berupa program atau software adalah suatu proses yang digunakan untuk mengidentifikasi ketepatan, kelengkapan dan mutu dari sistem informasi dalam ilmu komputer yang dikembangkan. .Pada dasarnya, pengujiann tidak pernah dapat menetapkan kebenaran dari sistem informasi
Pentingnya pengujian sistem informasi dan implementasinya  yang mengacu pada kualitas sistem informasi tidak dapat terlalu ditekankan seperti hal ini yang dikatakan oleh Deutsch :
Pengembangan sistem informasi melibatkan sederetan aktivitas produksi di mana peluang terjadinya kesalahan manusia sangat besar. Kesalahan dapat mulai terjadi pada permulaan proses di mana sasaran ditetapkan secara tidak sempurna, dan dalam desain dan tahap pengembangan selanjutnya…. Karena ketidak mampuan manusia untuk melakukan dan berkomunikasi dengan sempurna, maka pengembangan perangkat lunak di iringi dengan aktivitas jaminan kualitas
Pengujiansistem informasiadalah elemen kritis dari jaminan kualitas sistem informasi dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi,desain dan pengkodean.Meningkatnya visibilitas (kemampuan) sistem informasi sebagai suatu elemen sistem dan dana yang muncul akibat kegagalan sistem informasi, memotivasi dilakukannya perencanaan yang baik melalui pengujian yang teliti. Pada dasarnya, pengujian merupakan satu langkah dalam proses rekayasa sistem informasi.

Download alat test : Black Box Test (pdf) (doc), Alfa Test (pdf) (doc)

Download materi presentasi kelompok 7 :
1. Kelas A : Review, Presentasi
2. Kelas B : Review, Presentasi
3. Kelas C : Review, Presentasi
4. Kelas D : Review, Presentasi
5. Kelas E : Review, Presentasi


Sabtu, 21 November 2015

Materi 10. Konsep Desain Interface Software Aplikasi

sumber gambar : www.the-webdesign.net


Perancangan perangkat lunak merupakan inti teknik dari proses rekayasa perangkat lunak dan merupakan aktivitas pertama dari tiga aktivitas teknik – perancangan, pembuatan kode, dan pengujian – yang diperlukan untuk membangun dan menguji perangkat lunak.

Tujuan dari perancangan User Interface adalah merancang interface yang efektif untuk sistem perangkat lunak. Efektif artinya siap digunakan, dan hasilnya sesuai dg kebutuhan. Kebutuhan disini adalah kebutuhan penggunanya. Pengguna sering menilai sistem dari interface, bukan dari fungsinya melainkan dari user interfacenya. Jika desain user interfacenya yang buruk, maka itu sering jadi alasan untuk tidak menggunakan software. Selain itu interface yang buruk sebabkan pengguna membuat kesalahan fatal.

Download materi Kelompok 6 :
1. Kelas A : Review, Presentasi
2. Kelas B : Review, Presentasi
3. Kelas C : Review, Presentasi
4. Kelas D : Review, Presentasi
5. Kelas E : Review, Presentasi

Minggu, 15 November 2015

Materi 9 Entity Relationship Diagram

sumber gambar: diversityworkbench.net

Model Entity-Relationship adalah model data konseptual perancangan basis data adalah himpunan konsep yang mendeskripsikan struktur basis data, transaksi pengambilan dan pembaruan basis data.

Model Entity-Relationship adalah data konseptual tak tergantung DBMS dan platform perangkat keras tertentu. Model Enti ty-Relationshipdikemukakan oleh Chen [1976]. Sejak itu, telah memperoleh banyak perhatian dan perluasan.  Model Entity-Relationship adalah persepsi terhadap dunia nyata sebagai terdiri objek-objek dasar yang disebut entitas dan keterhubungan (relationship) antar entitas-entitas itu.  Konsep paling dasar di model ER adalah entitas, relationship dan atribut.

Komponen-komponen utama model ER yaitu :
a. Entitas (entity), Entitas memodelkan objek-objek yang berada di organisasi/lingkungan.
b. Relationship. Relationship memodelkan interaksi/hubungan di antara entitas-entitas.
c. Atribut-atribut adalah properti-properti dari entitas dan relationship.
d. Konstrain-konstrain adalah batasan-batasan sesuai ketentuan validitas.

Download bahan ajar

Download materi kelompok 5 :
1. Kelas A : PRESENTASI, REVIEW MATERI
2. Kelas B : PRESENTASI, REVIEW MATERI
3. Kelas C : PRESENTASI, REVIEW MATERI
4. Kelas D : PRESENTASI, REVIEW MATERI
5. Kelas E : PRESENTASI, REVIEW MATERI

Minggu, 08 November 2015

Materi 8 Perancangan Sistem Basis Data


sumber gambar : www.essentialsql.com

Basis data merupakan sekumpulan data yang diolah dan menjadi pusat data. Basis data menyediakan fasilitas untuk mempermudah dalam menghasilkan informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan keputusan. Alasan inilah yang menjadi dasar utama penggunaan tehnologi basis data padaera sekarang.  Contoh penggunaan Aplikasi database dalam dunia bisnis :
  1.  Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
  2. Bandara: Pengelolaan data reservasi, penjadualan
  3. Universitas:  Pengelolaan pendaftaran, alumni
  4. Penjualan: Pengelolaan data customer, produk, penjualan
  5. Pabrik:  Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen
  6.  Kepegawaian:  Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
  7. Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa
Download materi presentasi kelompok 4 :
1. Kelas A : Presentasi, Review materi

2. Kelas B : Presentasi, Review materi
3. Kelas C : Presentasi, Review materi
4. Kelas D : Presentasi, Review materi
5. Kelas E : Presentasi, Review materi

Senin, 02 November 2015

Materi 7 Penjadwalan Perancangan Sistem Informasi

sumber gambar : www.builderonline.com
Keterlambatan pengiriman Software atau perangkat lunak diantaranya disebabkan oleh :
  1. Batas waktu yg tdk realistis karena dibuat oleh orang diluar kelompok perancang
    Perubahan kebutuhan pelanggan yang tidak terlihat dalam jadwal
  2. Memandang rendah jumlah usaha atau sumber –sumber daya yg dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan
  3. Resiko yg dapat diramalkan adan atau yang tidak dpt diramalkan yang tidak dipertimbangkan pada proyek tersebut
  4. Kesulitan teknis & manusia  yg tidak dapat dilihat sebelumnya
  5. Kesalahan komunikasi di antara staff proyek yg mengakibatkan penundaan proyek
  6. Kegagalan manajer proyek untuk mengetahui bahwa proyek sudah ketinggalan dari jadwal yg ada & kurang tindakan dlm memecahkan masalah tersebut
Jenis project Software Engineering atau perangkat lunak adalah sebagai berikut :
  1. Consept Development Project, untuk mencari konsep bisnis yg baru / aplikasi dgn teknologi baru
  2. New Aplication Development Project, dilakukan sbg konsekunsi permintaan pelanggan khusus
  3. Aplication Enhancement Project, Software yg ada mengalami modifikasi utama dari fungsi, kinerja / interface yg dapat diamati oleh pemakai akhir
  4. Aplication Maintenance Projects, dilakukan untuk membetulkan, menyesuaikan / memperluas Software yg ada dgn cara tidak begitu jelas
  5. Reengineering Projects, membagun sistem yg ada (warisan) secara keseluruhan / sebagian
Teknik kajian & evaluasi program (PERT) & metode jalur kritis (CPM) adalah dua metode penjadwalan proyek yg dapat diaplikasikan pd pengembangan perangkat lunak. Kedua teknik dikendalikan oleh informasi yg sudah dikembangan pd aktifitas perencanaan proyek sebelumnya :
  1. Estimasi kerja
  2. Dekomposisi fungsi produk
  3. Pemilihan tipe proyek & rangkaian tugas
    Kesaling-ketergantungan antara tugas-tugas dpt ditentukan dgn menggunakan sebuah jaringan tugas, kadang-kadang disebut Struktur Perincian Kerja (WBS) ditentukan untuk produk sebagai satu kesatuan / untuk fungsi individual.
sumber bacaan :
Abdul Kadir, 2003, Pengenalan Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi Offset.
Brown, Carol V., dan Bostrom, Robert P. (Spring:1994). “Organization Designs for the Management of End-User Computing: Reexamining the Contingencies.” Journal of Management Information System.
Cale, Edward G., Jr., dan Kanter, Jerry. (Number 1: 1998). “Aligning Information Systems and Business Strategy : A Case Study”.  Journal of Information Technology Management.
Mantei, M. “The Effect of Programming Team Structure on Programming Tasks”, CACM Vol 24, Maret 1981, hal 106-113
Mirani, Rajesh, dan King, William R. 1994. “The Development of a Measure for End – User Computing Support,” Decision Sciences.
Moekijat, 1988, Sistem Informasi Manajemen, Bandung : CV Remaja Karya.
Raymond McLeod, Jr. dan George Schell. 2004.  Sistem Informasi Manajemen(terjemahan). Jakarta: PT Indeks
Siagian, S.P, 1984,  Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan, Jakarta : Gunung Agung.
Saliman, 2013, Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS), Fak Ilmu Sosial & Ekonomi, UNY, Yogayakarta
Wahyudi Kumorotomo dan Subando Agus Martono, 2001,  Sistem Informasi Manajemen, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Yoder, D. 1964.  Handbook of Personnel Management and Labour Relation, New York: Long Man.
Yogiyantoro HM, 1990,  Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur, Yogyakarta : Andi Offset.
_____, 2000,  Sistem Informasi Berbasis Komputer : Konsep Dasar dan Komponen, Edisi Ketiga, Yogyakarta : BPFE
Yoon, Younghoc. (Spring : 1999). “Discovering Knowledge in Corporate Databases.” Information Systems Management.


Download tugas kelompok Presentasi Mahasiwa :
1. Kelas A : Presentasi, Review Materi
2. Kelas B : Presentasi, Review Materi
3. Kelas C : Presentasi, Review Materi
4. Kelas D : Presentasi, Review Materi
5. Kelas E  : Presentasi, Review Materi

Rabu, 21 Oktober 2015

Materi 4 Manajemen Perancangan Sistem Informasi

sumber gambar : commons.wikimedia.org
 
Pengembangan perangkat lunak (Software development) merupakan salah satu dari tahap rancangan system rinci/detail dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem (Software Development Life Cycle atau SDLC). Sumber Perangkat Lunak Aplikasi bisa berasal dari Perangkat Lunak Komersial dari Vendor atau Perangkat Lunak Pesanan (customized software) dikembangkan secara in-house atau oleh kontraktor pemrograman independent
Paket (off-the-self) yang tersedia bisa diterapkan dalam berbagai kebutuhan bisnis. Beberapa paket bersifat generik dan multifungsional yang memungkinkan para pemakai memprogram sofware tersebut untuk kebutuhannya sendiri. Paket-paket tersebut mengotomisasi fungsi-fungsi bisnis dasar yang umumnya tidak terlalu bervariasi dari satu organisasi dengan organisasi lain. Contoh jenis paket adalah spreadsheet dan DBMS.
Menentukan paket software dari vendor yang menawarkan manfaat terbesar dengan biaya/harga termurah. Metode untuk menentukan angka penilaian total terlihat padaTabel 1. Bobot relatif ditentukan ke setiap faktor kinerja umum yang didasarkan pada kepentingan relatifnya.Base atau nilai dasarnya adalah 100. Penilaian setiap faktor kinerja 1 s/d 10 (1=jelek dan 10 = sangat bagus).Skor adalah bobot dikalikan penilaian. Setiap skor yang dihasilkan dijumlahkan yang merupakan angka penilaian total untuk setiap vendor.
Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development Life Cycle), Membangun perangkat lunak mengikuti tiga tahap SWDLC, yaitu : Rancangan (Design), Kode (Code), dan Uji (Test)
1.    Rancangan (Design)
Bagian dari rancangan sistem terinci yang akan dikonversi ke program aplikasi yang dapat digunakan sebagai pedoman oleh programmer dalam menulis program. Alat (tools) rancangan program yang pokok adalah :
Bagan Terstruktur (Structure Chart)                      Diagram Warnier/Orr (W/O)
Bahasa Inggris Terstruktur (Structure English)     Diagram Jackson
Tabel Keputusan (Decision Tabel)
Pohon Keputusan (Decision Tree)
Persamaan/mirip bahasa pemrograman (Pseudocode)
Kamus Data (Data Dictionary)
2.    Kode (Code)
Menulis statemen dalam bahasa pemrograman yang diasumsikan dibuat dan dijalankan oleh programmer dan tidak secara otomatis seperti yang dibangkitkan oleh paket CASE (Computer Aided Software Engineering). Beberapa paket CASE akan membangkitkan kode dari beberapa rancangan terinci sehingga menghapus adanya kebutuhan pengkode manusia (human coders).
3.    Uji (Test)
Pengujian terhadap semua modul kode untuk mendeteksi dan menghapus kesalahan.

Tiga cara untuk mengorganisasi tim pemrograman, yaitu :
  • Tim Pengembangan Program ( Program development team)
  • Tim programmer kepala (chief programmer team)
  • Tim pemrograman bersama (Egoless programming team)
Pekerjaan bidang TI memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan pekerjaan non-TI. Hal ini karena karakteristik TI yang tidak bisa dipisahkan antara aktivitas organisasi secara menyeluruh. TI dikembangkan harus bersinergi dengan seluruh aktivitas bisnis secara keseluruhan. Dengan semakin banyaknya pekerjaan-pekerjaan bidang TI dan karakteristik TI itu sendiri akan menciptakan adanya proyek-proyek secara khusus menangani pekerjaan-pekerjaan pembangunan dan pengembangan TI. Sehingga diperlukan bidang kajian khusus yaitu pengelolaan (manajemen)  proyek teknologi informasi. Untuk memahami lebih lanjut tentang manajemen proyek teknologi informasi maka perlu diperkenalkan lebih dahulu tentang proyek, manajemen proyek versus manajemen konvensional, proyek TI versus proyek non TI.

Daftar Pustaka
Abdul Kadir, 2003, Pengenalan Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi Offset.
Brown, Carol V., dan Bostrom, Robert P. (Spring:1994). “Organization Designs for the Management of End-User Computing: Reexamining the Contingencies.” Journal of Management Information System.
Cale, Edward G., Jr., dan Kanter, Jerry. (Number 1: 1998). “Aligning Information Systems and Business Strategy : A Case Study”.  Journal of Information Technology Management.
Mantei, M. “The Effect of Programming Team Structure on Programming Tasks”, CACM Vol 24, Maret 1981, hal 106-113
Mirani, Rajesh, dan King, William R. 1994. “The Development of a Measure for End – User Computing Support,” Decision Sciences.
Moekijat, 1988, Sistem Informasi Manajemen, Bandung : CV Remaja Karya.
Raymond McLeod, Jr. dan George Schell. 2004.  Sistem Informasi Manajemen(terjemahan). Jakarta: PT Indeks
Siagian, S.P, 1984,  Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan, Jakarta : Gunung Agung.
Saliman, 2013, Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS), Fak Ilmu Sosial & Ekonomi, UNY, Yogayakarta
Wahyudi Kumorotomo dan Subando Agus Martono, 2001,  Sistem Informasi Manajemen, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Yoder, D. 1964.  Handbook of Personnel Management and Labour Relation, New York: Long Man.
Yogiyantoro HM, 1990,  Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur, Yogyakarta : Andi Offset.
_____, 2000,  Sistem Informasi Berbasis Komputer : Konsep Dasar dan Komponen, Edisi Ketiga, Yogyakarta : BPFE
Yoon, Younghoc. (Spring : 1999). “Discovering Knowledge in Corporate Databases.” Information Systems Management.


Minggu, 18 Oktober 2015

Materi 6 Manajemen Resiko Perancangan Sistem Informasi

sumber gambar : www.linkedin.com
Defenisi konseptual mengenai resiko : (Robert Charette)
1. Resiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang.
2. Resiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran,pendapat, aksi, atau tempat)
3. Resiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan ituakan dilakukan.

Strategi Resiko Reaktif vs Proaktif
Strategi reaktif dengan cara  memonitor proyek terhadap kemungkinan resiko.Sumber-sumber daya dikesampingkan, padahal seharusnya sumber-sumber dayamenjadi masalah yang sebenarnya / penting.
Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis diawali.Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas & pengaruh proyekdiperkirakan, dan diprioritaskan menurut kepentingan, kemudianmembangun suatu rencana untuk manajemen resiko.Sasaran utama adalah menghindari resiko.

Resiko Perangkat Lunak
Karakteristik resiko :
1. Ketidakpastian
2. Kerugian

Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hokum). Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).

Pada saat kita mengerjakan pengembangan perangkat lunak sering kita menghadapi berbagai situasi yang tidak nyaman seperti keterlambatan pengembangan atau pengeluaran biaya pengembangan yang melebihi anggaran. Hal ini dikarenakan kurang siapnya kita menghadapi berbagai kemungkinan resiko yang akan terjadi. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah ataupun meminimalkan resiko tersebut.

Download materi presentasi Kelompok 2
1.Kelas A :
2. Kelas B : Presentasi, Review
3. Kelas C : Presentasi 
4. Kelas D : Presentasi
5. Kelas E : Presentasi, Review

Senin, 12 Oktober 2015

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem Informasi (1/A)



Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitas secara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan kegiatan project planning (perencanaan proyek). Yang pertama dari aktifitas ini adalah estimation (perkiraan).
Faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi:
a)      Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
b)      Project Size (Ukuran Proyek)
c)      Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
Ruang Lingkup Perangkat Lunak adalah sebagai berikut:
a)      Fungsi
b)      Kinerja,
c)      Batasan
d)      Interface
e)      Hardware yang mengeksekusi devices
f)       Software yang suah ada dan harus dikoneksikan
g)      Manusia yang menggunakan perangkat lunak
h)      Prosedur
i)        Realibilitas (Keandalan)
Untuk merekayasa perangkat lunak harus :
a)      Mengerti kebutuhan pelanggan
b)      Mengerti konteks bisnis
c)      Mengerti batasan-batasan proyek
d)     Mengerti motivasi pelanggan
e)      Mengerti alur kearah perubahan
      Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
      Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
      Arsitektur informasi (atau arsitektur teknologi informasi, arsitektur sistem informasi, infrastruktur teknologi informasi) adalah suatu pemeta-an atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe, 1999). Arsitektur ini berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak-biru (blueprint) untuk arahan di masa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhankebutuhan bisnis strategis organisasi. Oleh karena itu, arsitektur informasi memadukan kebutuhan informasi, komponen sistem informasi, dan teknologi pendukung.
      Salah satu komponen sistem informasi adalah manusia. Sumber daya manusia yang menjadi komponen sistem informasi sesungguhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu pemakai akhir dan spesialis TI.
      Untuk organisasi yang kecil, unit PDE terkadang hanya berupa seorang pegawai yang mengurusi dari pemasukan data, pembuatan program, sampai ke pembangkitan laporan. Keadaan seperti ini banyak dijumpai di Indonesia. Untuk organisasi yang cukup besar, unit ini berupa ;ebuah bagian atau departemen yang memiliki kepala bagian atau manajer. Pada perusahaan yang besar, PDE terkadang berkedudukan sebagai divisi yang dikepalai oleh seorang direktur, wakil direktur, atau manajer umum (general manager).


Disusun oleh :
Kelas: A Kelompok : 1
1.    Marlia Fransiska    122110020
2.    Agus Maulana A        122110082
3.    Aldianto Lano S        122120067
4.    Muhammad Jangki D    122120068

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem informasi (1/B)

Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitas secara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan kegiatan project planning (perencanaan proyek). Yang pertama dari aktifitas ini adalah estimation (perkiraan). Estimasi menjadi dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek yang lain dan perencanaan proyek memberikan sebuah peta jalan bagi suksesnya rekayasa perangkat lunak, sehingga dapat berjalan dengan baik.

Estimasi membawa resiko yang inheren (membawa kepada ketidakpastian) jika hanya terdapat data kualitatif dalam perkembangannya.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi:
a. Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
kompleksitas merupakan pengukuran relatif yang sangat berpengaruh kuat terhadap ketidak pastian  dipengaruhi oleh kebiasaan dengan usaha yang sudah dilakukan pada masa sebelumnya.
b. Project Size (Ukuran Proyek)
Beratnya elemen-elemen yang akan didekomposisi menjadikan permasalahan dalam estimasi yang dimana menjadi suatu pendekatan.
c. Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
Bila metrik perangkat lunak yang komprehensif dapat diperoleh pada proyek yang telah lalu, maka estimasi dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih tinggi. jadwal dapat dibuat untuk menhindari kesulitan-kesuliatan yang terjadi di masa lalu, dan resiko keseluruhan dapat dikurangi.

Tujuan umum dari perencanaan proyek perangkat lunak adalah :
a. Estimasi dibuat dengan sebuah kerangka waktu yang terbatas pada awal sebuah proyek perangkat lunak yang dapat menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan manajer membuat estimasi yang dapat dipertanggung-jawabkan dan masih dapat diperbaharui secara teratur selagi proyek sedang berjalan.
b. Untuk pengawasan, penelusuran, dan pemantauan sebuah proyek teknik yang
kompleks.

Aktivitas pertama dalam perencanaan perangkat lunak adalah ruang lingkup yang terdiri dari :
a.    Fungsi, sebagai kedetailan
b.    Kinerja, melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon
c.    Batasan, pengidentifikasian batasan
d.    Interface, konsep interface yang menginterpretasikan :
e.    Hardware yang mengeksekusi devices
f.    Software yang suah ada dan harus dikoneksikan
g.    Manusia yang menggunakan perangkat lunak
h.    Prosedur
i.    Realibilitas (Keandalan)

Untuk merekayasa perangkat lunak harus :
a.    Mengerti kebutuhan pelanggan
b.    Mengerti konteks bisnis
c.    Mengerti batasan-batasan proyek
d.    Mengerti motivasi pelanggan
e.    Mengerti alur kearah perubahan

Skema yang terbentuk dari perencanaan perangkat adalah piramida yang bertujuan untuk mengestimasikan sumber daya untuk menyelesaikan usaha pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berada pada fondasi sebagai penyedia infrastuktur pendukung usaha pengembangan. Sedangkan dipuncaknya adalah Manusia sebagai sumber daya utama.

Disampaikan oleh :
Kelompok 1/ Kelas B
No.        Nama            NPM
1.    Krisna Yudha Kurnia         122130015
2.    Budi Siswanto                   122130016
3.    Shinta Puspita                   122130019
4.    Claudia Dinda Matita        122130021
5.    Felix Zelin Pradina            122130022

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi

Minggu, 11 Oktober 2015

Materi 5 Perencaaan Perancangan Sistem Informasi (1/E)

PERENCANAAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

Definisi perancangn menrut Kamuas besar bahasa indonesia
proses, cara, perbuatan merancang
Contoh:
~ bangunan itu dilakukan oleh seorang ahli yg masih muda
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut: Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitassecara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak.

1. Observasi pada Estimasi
Estimasi sumber daya, biaya dan jadwal untuk usaha pengembangan perangkat lunakmembutuhkan pengalaman, mengakses informasi histories yang baik, dan keberanian untukmelakukan pengukuran kuantitatif bila hanya data kualitatif saja yang ada.Dibawah ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi.
  • a.    Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
  • b.    Project Size (Ukuran Proyek)
  • c.    Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
2. Tujuan Perencanaan Proyek Perangkat Lunak
Tujuan umum dari perencanaan proyek perangkat lunak adalah :
  • a. Menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan manajer membuatestimasi yang dapat dipertanggung-jawabkan mengenai sumber daya, biaya danjadwal. Estimasi dibuat dengan sebuah kerangka waktu yang terbatas pada awalsebuah proyek perangkat lunak dan seharusnya diperbaharui secara teratur selagiproyek sedang berjalan.
  • b. Untuk pengawasan, penelusuran, dan pemantauan sebuah proyek teknik yangkompleks.
3. Ruang Lingkup Perangkat Lunak
Aktivitas pertama dalam perencanaan perangkat lunak adalah penentuan ruang lingkup perangkat lunak yang terdiri dari
  • a. Fungsi, Untuk memberikan awalan yang lebih detail pada saat dimulai estimasi.
  • b. Kinerja, Melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon.
  • c. Batasan, Mengidentifikasi batas yang ditempatkan pada perangkat lunak olehhardware eksternal, memori dan system lain.
  • d. Interface, Konsep sebuah Interface diinterpretasikan untuk menentukan:
  • e. Hardware yang mengeksekusi perangkat lunak dan device yang dikontrol secaralangsung oleh perangkat lunak.
  • f. Software yang sudah ada dan harus dihubungkan dengan perangkat lunak baru.
  • g. Manusia yang menggunakan perangkat lunak melalui perangkat I/O
  • h. Prosedur
  • i. Realibilitas (Keandalan)
4. Sumber Daya
Tugas kedua perencanaan perangkat lunak adalah mengestimasi sumber daya yangdibutuhkan untuk menyelesaikan usaha pengembangan perangkat lunak tersebut. Gambarberikut memperlihatkan sumber daya pengembangan sebagai sebuah piramid. Dibawah ini merupakan penjelasan lebih spesifik mengenai sumber daya.
  • 1.    Sumber Daya Manusia
  • 2.    Komponen Perangkat lunak (reusable)
  • 3.    Lingkungan
5. Estimasi Proyek Perangkat Lunak
Estimasi biaya dan usaha perangkat lunak tidak akan pernah menjadi ilmu pasti. Variabel yang terlalu banyak, manusia, teknik, lingkungan, politik dapat mempengaruhi biaya dan usaha akhir yang diaplikasikan untuk mengembangkannya.

Disusun oleh kelompok 1 kelas E
BENYAMIN KANSAI                     1220900
WEDHA KRISHNAMURTI K        122100033
OJI RISVANI                                   122120005
M. ABHRE AGNI MAHISA           122120016

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi

Sabtu, 10 Oktober 2015

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem Informasi (1/C)

Kelompok 1 Kelas C
Shofwana Hafidh        (122140003)
Yunanda Aldi W        (122140004)
Tri Luhur P                (122140005)
Sukmono Aji W        (122140007)
Faisal Fachry             (122140011)

Review Materi :
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.
Sekarang dibahas:
A. Siklus hidup
B. Analisis Perancangan

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)
Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:
  1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
  2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
  3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
  4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
  5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
  6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi