Rabu, 21 Oktober 2015

Materi 3 Konsep Sistem Pendukung Keputusan

sumber ganbar : lidyahanings.blogspot.com

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem.  Man dan Watson  memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Menurut Alter, DSS merupakan system informasi intraktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan manipulasi data. Sistem digunakan untuk membantu mengambil keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi ya ng tidak terstruktur, dimana tidak seorangpun mengetahui secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.
Konsep sistem penunjang keputusan pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System (Sprague, 1982). Ada dua pandangan terhadap perbedaan antara Sitem Penunjang Keputusan dengan Sistem Informasi Manajemen, yaitu sudut pandang konotasional dan teoritikal.

SPK merupakan sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Agar berhasil mencapai tujuannya maka sistem tersebut harus: (1) sederhana, (2) robust, (3) mudah untuk dikontrol, (4) mudah beradaptasi, (5) lengkap pada hal-hal penting, (6) mudah berkomunikasi dengannya.

SPK, menurut tinjauan konotatif ini merupakan sistem yang ditujukan kepada tingkatan manajemen yang lebih tinggi lagi, dengan penekanan karakteristik sebagai berikut :
  • Berfokus kepada keputusan, ditujukan pada manajer puncak dan pengambil keputusan
  • Menekankan pada fleksibilitas, adaptabilitas, dan respon yang cepat
  • Mampu mendukung berbagai gaya pengambilan keputusan dari masing-masing pribadi manajer
Menurut Turban (2005), Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
  1. Membantu dalam pengambilan keputusan atas masalah yang terstruktur
  2. memeberikan dukungan atas pertimbangan managerial dan bukannya dimaksudkan untuk menganti fungsi  manager.
  3. Meningkatkan efektivitas keputusan yang diambil daripada perbaikan efisiensinya.
  4. Kecepatan komputasi
  5. Meningkatkan produktifitas
  6. Dukungan kualitas
  7. Berdaya saing
  8. Mengatasi keterbatasan koognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan
Suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga sub  sistem utama yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan, antara lain,  [10] yaitu :
  1. Subsistem pengelolaan data (database).
  2. Subsistem pengelolaan model (modelbase).
  3. Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).
Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).

Sub sistem pengelolaan model (model base) merupakan keunikan dari SPK yaitu kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya.

Subsistem pengelolaan dialog (user interface) yaitu Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.

Steven L. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada
waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis
DSS, yaitu :
  1. Retrive information element (memanggil eleman informasi)
  2. Analyze entries fles (menganali semua file)
  3. Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
  4. Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
  5. Propose decision (menawarkan keputusan )
  6. Make decisions (membuat keputusan)
Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses  pengambilan keputusan melalui alternatif  – alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Sistem Pendukung Keputusan  (Decision Support Systems = DSS) adalah suatu sistem informasi yang menggunakan model-model keputusan,  basis  data, dan pemikiran manajer  sendiri, proses modeling interaktif dengan  komputer untuk mencapai pengambilan keputusan oleh manajer tertentu.



47 komentar:

  1. Nama perusahaan : PT. Kayab Indonesia
    Alamat perusahaan : Jl. Jawa Blok ii No.4 Cikarang Barat, Jawa Barat
    Judul laporan KP : Analisa Efisiensi dan Performasi Produksi Line Inner Tube Menggunakan Aktifitas Overall Equipment Efficiency
    Alamat perusahaan
    Oleh : Maranata Parada Sastra Lubis

    Pengambilan keputusan pada masalah pengukuran Overall Equipment Efficiency (OEE) yang digunakan sebagai dasar dalam usaha perbaikan peningkatan efektifitas performansi dan efisiensi pada mesin. Tahapan dalam mengambil keputusan pada masalah tersebut :
    1. Mengumpulkan data : quantity production, quantity NG, loading time, stop line, cycle time, dan operation time.
    2. Melakukan perhitungan QR, OTR, dan PER dengan software untuk mendapatkan nilai OEE.
    3. Nilai OEE kemudian dibandingkan dengan target OEE.
    4. Dari perhitungan kemudian dibuat grafik OEE untuk menampilkan fluktuasi dari nilai OEE dan target OEE.
    5. Jika fluktuasi pada grafik lebih dari 2%, maka dilakukan analisis dengan diagram fishbone, why-why metode, atau 4M analisis.
    6. Dari analisis yang dilakukan, selanjutnya mengumpulkan ide dengan melakukan diskusi internal untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

    BalasHapus
  2. A-122130176-Redha Anggraeni Nilamsari

    Nama Perusahaan : PT.KERTAS LECES (Persero)
    Judul KP : Penentuan Interval Waktu Pemeriksaan untuk Memaksimalkan Avaibilitas Mesin Gearbox Hydrapulper Agitator
    Alamat Perusahaan : Probolinggo, Jawa Timur

    Pada pengambilan keputusan dalam penentuan waktu interval pemeriksaan mesin, perlu dilakukan melalui tahap - tahap :
    1. Intelligence adalah megidentifikasi dan mendefinisikan masalah, pada tahap pertama ini perlu dicari informasi - informasi yang menyangkut permasalahan pada avaibilitas seperti pencarian data - data( penentuan mesin kritis, penentuan distribusi waktu antar kerusakan, penentuan fungsi keandalan F(t),R(t),MTBF), bisa melalui literatur dan observasi langsung untuk mencari tahu hubungan causal/ akar permasalahan paling dasar.
    2. Design adalah tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif pemecahan masalah. setelah akar permasalahan terbukti, maka langkah selanjutnya adalah merancang beberapa alternatif solusi yaitu merancang sistem yang berkaitan dengan akar permasalahan dengan pengolahan data- data
    3.Memilih Alternatif
    Tahap ini merupakan tindakan terpenting yaitu memilih alternatif terbaik diantara alternatif – alternatif yang telah dinilai dan di evaluasi. Tujuan pemilihan alternaif adalah memecahka masalah agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. pada permasalahan penentuan avaibilitas mesin ini dilipih alternatif mana yang merupakan solusi optimal dan merupakan rancangan sistem yang tepat .
    4. Implementasi Keputusan
    Implementasi mencakup pencapaian keputusan itu kepada orang–orang yang terkait dan mendapatkan komitmen mereka pada keputusan tersebut.
    masalah penentuan waktu pemeriksaan mesin agar tercapai avaibilitas di aplikasikan/ diimplementasikan solusi dari keputusaan alternatif solusi yang tepat dan tidak luput dari partisipasi manusia mulai dari level bawah(operator mesin), menengah (manajer) dan atas (pembuat kebijakan/keputusan)

    BalasHapus
  3. A_122130202_M. Aminudin Risqianto
    Tugas 4

    Tahap-tahap pengambilan keputusan yang digunakan untuk memecahkan masalah yaitu :
    1. Intelligence (Identifikasi dan definisi masalah)
    Pada tahap ini dilakukan pengambilan informasi dan data-data yang diperlukan untuk mengidientifikasai masalah. Data-data yang diperlukan diantaranya yaitu:
    a. Data hasil produksi periode Februari 2005-Januari 2006
    b. Data produk baik (tidak cacat) periode Februari 2005-Januari 2006
    c. Data jumlah tenaga kerja dan absensi tenaga kerja
    d. Data jumlah hari, jam kerja, dan jam lembur (perbulan)
    e. Data jumlah jam mesin normal dan kerusakan mesin
    Data-data diatas diperoleh dari observasi atau pengamtan langsung dan wawancara.
    2. Design (Tahap perancangan solusi untuk pemecahan masalah)
    Setelah data yang diperlukan didapat dan telah diketahui permasalahannya selanjutnya dilakukan tahapan pengolahan data agar dicapai sebuah hasil yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Berikut tahap-tahap nya :
    a. Perhitungan rasio berdasarkan kriteria
    b. Mengukur kinerja sebagai standar awal
    c. Menetapkan target sasaran
    d. pembobotan kriteria yang teprilih
    e. Pembentukan Matrix sasaran
    f. Perhitungan indikator pencapaian
    3. Choice (pemilihan solusi dari alternatif-alternatif)
    Setalah didapatkan hasil yaitu indikator tingkat produktivitas pada periode Februari 2005-Januari 2006 selanjutnya mmenentukan tindakan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
    4. Implementation
    Menerapkan alternatif yang telah dipilih sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai yaitu tingkat produktivitas yang tinggi.

    BalasHapus
  4. A- 122130168- Mayda Adriati

    Nama Perusahaan : PT CHEVRON INDONESIA COMPANY
    Judul KP : Analisis Tingkat Kekritisan Persediaaan Consumable pada Group Item K-06 (Chemical), K-66 (Value), K-28 (Safety Gear), dan K-67 (Welding Equpment) dengan Metode Klasifikasi ABC
    Oleh : Yudho Jaya Saputro

    Pada pengambilan keputusan dalam penentuan tingkat kekritisan group item K-06, K-66, K-28, dan K-67 perlu dilakukan tahap-tahap berikut ini:
    1. Menghitung total cost pertahun
    Perhitungan berdasarkan harga beli item dan penggunaan item
    2. Menghitung presentase nilai penggunaan dan presentase kumulatif nilai penggunaan item grup item
    Presentase nilai penggunaan dapat dihitung berdasarkan banyaknya penggunaan atau permintaan item pada urutan yang bersangkukan dan total penggunaan keseluruhan item
    3. Menghitung preentase nilai uang dan presentase kumulatif nilai uang item dalam grup item
    Dapat dihitung berdasarkan banyaknya penggunaan atau permintaan item pada urutan yang bersangkutan, nilai penggunaan item sebelumnya, dan total pengguanaan keseluruhan item
    4. Mengklasifikasikan jenis item berdasarkan total nilai uang kumulatif dan presentase penggunaan kumulatif
    5. Membuat bagan pareto dengan menggunakan table hasil perhitungan presentase nilai uang kumulatif
    6. Menerapkan metode klasifikasi ABC untuk membantu pengambilan keputusan manajemen dalam mengambil kebijakan pengadaan persediaan di PT Chevron Indonesia Company

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. A - 122130031 - Della Ayu Avianna

    Nama perusahaan : PT.YTL Jawa Timur
    Alamat perusahaan : Jl. Raya Surabaya – Situbundo km141 PO Box 36 Paiton-Probolinggo
    Judul laporan KP : Permodelan Persebaran Polutan Pencemar Udara dengan Metode Gauss di PLTU Paiton Unit 5 & 6 PT. YTL Jawa Timur
    Oleh : Arton Geovanno


    Pada pengambilan keputusan dalam persebaran polutan dengan metode gauss melalui beberapa tahapan diantaranya :
    1. Pengumpulan data atau informasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi masalah,
    meliputi letak titik persebaran polutan terbesar dengan menggunakan metode gauss
    2. Penentuan kecepatan rata-rata angin
    3. Menentukan harga koefisien dispersi arah kepulan emisi (plume) dan konsentrasi
    4. Menghitung konsentrasi polutan untuk mengetahui konsentrasi emisi paling besar
    5. Menghitung kondisi normal dan abnormal untuk mengetahui konsentrasi optimum
    pada polutan
    6. Membuat grafik yang dapat menunjukkan tingkat konsentrasi maksimum polutan
    dan diplotkan pada peta dengan mencocokkan baku mutu udara ambien yang
    berlaku
    7. Menerapkan metode gauss yang bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan
    dalam penentuan persebaran polutan di PT. YTL Jawa Timur

    BalasHapus
  7. A-122130026-Nur Endah Fitriana

    Nama Perusahaan : PT. Semen Kupang (Persero)
    Judul Laporan KP : Analisa Aspek Pemasaran dan Aspek Finansial Dalam Studi Kelayakan Pemasaran Semen Kupang
    Alamat Perusahaan : Jl Kom L Yos Sudarso, Namosain, Kelapa Lima, Kupang 85224 Nusa Tenggara Timur

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yaitu:
    1. Pengumpulan Data
    Data-data yang dibutuhkan adalah:
    a. Data permintaan pasar
    b. Data penjualan produk
    c. Data sumber modal kerja
    d. Data biaya produksi
    e. Data biaya penjualan dan biaya umum
    f. Data harga jual produk
    Pengambilan data yang dilakukan menggunakan dua metode yaitu Penelitian kepustakaan dan Pengamatan Langsung di lapangan
    2. Membuat kerangka Penelitian
    3. Menganalisa Pasar dan Pemasaran
    Dengan melakukan Peramalan permintaan
    4. Menganalisa Finansial Perusahaan
    a. Menghitung angsuran dan bunga pinjaman sebagai modal kerja
    b. Menghitung pendapatan permintaan
    c. Menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dan proyeksi
    5. Melihat perhitungan dan analisis pemasaran serta analisis finansial pada PT Semen Kupang (Persero) untuk membantu dalam pengambilan keputusan layak atau tidak Pemasaran Semen Kupang untuk dijalankan

    BalasHapus
  8. A - 122130030 - Danang Ibrahim Adnan

    Nama perusahaan : PT Bridgeston Tire Indonesia
    Alamat perusahaan : Jl. Raya Bekasi km. 27 Bekasi
    Judul laporan KP : Pengukuran Produktifitas pada Bagian Proses Produksi dengan Metode Objective Matrix (OMAX)

    Pada pengambilan keputusan dalam pengukuran produktifitas pada bagian proses produksi, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Pengumpulan data : adapun data yang diperlukan antara lain data hasil produksi, data produk yang baik, data produk cacat, data jumlah tenaga kerja, data absensi tenaga kerja, data waktu kerja, data waktu kerja lembur, data jumlah jam kerusakan mesin, data jumlah jam mesin yang tersedia.
    2. Pengolahan data : Pengolahan data yang dilakukan antara lain perhitungan rasio berdasarkan kriteria, mengukur kinerja sebagai standar awal, menetapkan target sasaran, pembobotan kriteria yang terpilih, pembentukan matrix sasaran, perhitungan indikator pencapaian, rekapitulasi indikator pencapaian rasio.
    3. Analisa hasil pengukuran produktivitas : Analisa yang perlu dilakukan antara lain analisa indikator pencapaian setiap rasio, analisa indikator pencapaian produktivitas dan indeks produktivitas.

    BalasHapus
  9. A_122130158_Putriyanti

    Nama Perusahaan : PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant
    Judul Laporan KP : Penentuan Tingkat Signifikasi Penyebab Kerusakan Mesin Grate Cooler (472-GQ1) Menggunakan Root Cause Failure Analysis

    Langkah – langkah menyelesaikan masalah :
    -Melakukan pengumpulan data
    Data primer yaitu data jenis kerusakan grate cooler. Menunjukan jenis kerusakan yang paling sering terjadi pada mesin grate cooler (472-GQ1). Struktur fault tree untuk jenis kerusakan yang paling sering terjadi.
    Data sekunder yaitu data jumlah kerusakan yang terjadi pada saat inspeksi grate cooler (472-GQ1) . jumlah plate yang diinspeksi pada grate cooler (472-GQ1)
    -Melakukan pengolahan data
    1. Melakukan uji distribusi, data yang diuji adalah data nonconformities per unit sebagai dasar penentuan peta kendali yg digunakan
    2. Menentukan peta kendali, peta kendali yang digunakan dalah peta kendali u karena data yg diuji merupakan data atribut, ukuran sample bervariasi, dan dat berdistribusi poisson.
    3. Menghitung probabilitas untuk mengetahui probabilitas terbesar penyebab signifikan kerusakan grate cooler (472-GQ1)

    BalasHapus
  10. A - 122130038 – Alivian Vickry S
    Perusahaan : PT Semen Tonasa unit V
    Judul Laporan KP : Analisis pengukuran kualitas bahan baku batu kapur (limestone) dan tanah liat (clay) dengan metode peta kendali x dan r
    Alamat Perusahaan : Biring ere pangkep sulawesi selatan

    Pada pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan tentang menentukan kualitas bahan baku melalui beberapa tahapan diantaranya :
    1. Pengumpulan data
    Pengumpulan data ditetapkan oleh perusahaan yang bersumber dari penetapan standar LSF pada batu kapur dan SM serta AM pada tanah liat
    2. Pengolahan data
    a. Mengumpulkan data pengujian LSF pada batu kapur dan pengujian SM dan AM pada tanah liat
    b. Menghitung x rata-rata, rentang dan R
    c. Menentukan batas kontrol untuk pembuatan peta kendali X dan R
    d. Menghitung kapabilitas proses untuk mengetahui kemampuan
    3. Analisa Hasil
    a. Analisa yang dilakukan menggunakan peta kendali X dan R yang menjadi perhitungan untuk memenenuhi standar perusahaan.
    b. Meminimalkan data analisa yang out of control
    c. Menentukan nilai kapabilitas pada bahan baku

    BalasHapus
  11. A - 122130033 - Dikri Machmul Kurniawan
    Persuahaan : PT.Petrokimia Gresik
    Judul Laporan KP:Pengendalian Inventory dan Penerapan metode First In dan First Out di Bagian Pengantongan II
    Alamat Perusahaan : Jl. Jenderal Ahmad Yani - Gresik 6111, Jawa Timur
    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yaitu:
    >Melakukan pengumpulan data dari: observasi langsung,wawancara.
    >Melakukan pengolahan data dan analisis hasil untuk mengambil keputusan yaitu:
    -)Dengan mengetahui data kuantitas pengantongan pupuk phonska pada bulan Januari-Febuari 2012 maka dapat dilakukan peramalan,sehingga jumlah kebutuhan kantong tersebut bisa dijadikan sebagai dasar safety stock
    -)Setelah data safety stock dan reorderpoint didapat maka langkah selanjutnya adalah melakukan melakukan perencanaan kebutuhan kantong dengan metode MRP.Dari perhitungan MRP didapat data-data rencana kebutuhan kantong dan jumlah pemesanan kantong tiap minggunya
    -)Selain itu dari hasil pengamatan juga dapat diketahui Tata Letak Pabrik Bagian Pengantongan II yang dapat dijadikan dasar untuk menetukan letak inventory kantong yang belum terpakai.Tata Letak Pabrik yang tepat merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan terlaksananya First In First Out di Bagian Pengantongan II untuk kantong yang belum terpakai

    BalasHapus
  12. A-122130057-Rifqi Naufal Rafif
    Perusahaan : PT.Petrokimia Gresik
    Judul KP : Analisis Kualitas Produk terhadap Kemasan menurut Berat di Unit NPK II, NPK III dan NPK IV Departemen Produksi IIB
    Alamat Perusahaan : Jl. Jendral Ahmad Yani – Gresik 6111, Jawa Timur

    Pada pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan tentang kualitas produk terhadap kemasan melalui beberapa tahapan diantaranya :
    1. Pengumpulan data : Menggunakan data jumlah produk dari 02 Mei-30 Mei 2014 dan mengumpulkan data faktor penyebab kecacatan
    2. Pengolahan data : Penyusunan peta kendali I-MR kemudian penentuan produk kecacatan
    3. Analisis Hasil : Menganalisis peta kendali I-MR kemudian menganalisis kapabilitas proses

    BalasHapus
  13. A - 122130023 - Gita Karmani
    Perusahaan : PT GE Lightning Indonesia Yogyakarta
    Judul KP : Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Lampu Pijar Merk GE 50 Watt di Mesin Sealing Menggunakan Peta Kendali P
    Alamat Perusahaan : Jalan Magelang km 9,6 Sleman Yogyakarta

    Cara Pengambilan Keputusan dalam menyelesaikan masalah
    1. Melakukan observasi data pengamatan tingkat kecacatan produk merk GE 50 watt pada tanggal produksi 7 Maret 2013 - 3 April 2013, faktor kecacatan produk, dan data spesifikasi produk
    2. Melakukan pengolahan data tingkat kecacatan produk dengan peta kendali P
    3. Melakukan analisis peta kendali P dan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produk untuk mencapai tingkat produksi yang optimal

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. A – 122130018 – Eka Febriani S
    Perusahaan : PT. Holcim Indonesia TBK Cilacap Plant
    Judul KP : Analisis tingkat kebisingan pada area produksi dalam upaya peningkatan penataan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja PT Holcim Indonesia TBK Cilacap Plant
    Cara pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah :
    1. Mengambil data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dari pengukuran tingkat kebisingan langsung yang terjadi di PT Holcim Indonesia TBK Cilacap plant. Namun data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen yang berada di perusahaan di OH&S bagian Industrial hygiens
    2. Mengolah data seperti : menghitung waktu yang direkomendasikan pada tingkat kebisingan tertentu, menghitung dosis pemaparan kebisingan, menghitung TWA
    3. Menganalisis sumber kebisingan dan memberikan saran perbaikan kerja

    BalasHapus
  16. A – 122130018 – Eka Febriani S
    Perusahaan : PT. Holcim Indonesia TBK Cilacap Plant
    Judul KP : Analisis tingkat kebisingan pada area produksi dalam upaya peningkatan penataan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja PT Holcim Indonesia TBK Cilacap Plant
    Cara pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah :
    1. Mengambil data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dari pengukuran tingkat kebisingan langsung yang terjadi di PT Holcim Indonesia TBK Cilacap plant. Namun data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen yang berada di perusahaan di OH&S bagian Industrial hygiens
    2. Mengolah data seperti : menghitung waktu yang direkomendasikan pada tingkat kebisingan tertentu, menghitung dosis pemaparan kebisingan, menghitung TWA
    3. Menganalisis sumber kebisingan dan memberikan saran perbaikan kerja

    BalasHapus
  17. A - 1221300124- Fayakun Akbar

    Perusahaan : PT Aneka Adhilogam Karya
    Judul Laporan KP : Minimasi Jumlah Produk Cacat dengan Pengendalian Mutu pada Produk Sambungan Pipa Jenis Colar
    Alamat : Batur, Ceper, Klaten 57465 Indonesia

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk penyelesaian masalah adalah:
    1. Melakukan study pendahuluan mengenai dasar-dasar teori yang menjadi dasar penyelesaian masalah.
    2. Melakukan identifikasi masalah terhadap kondisi real yang ada dalam kasus ini adalah kebocoran pipa.
    3. Melakukan perumusan masalah terkait masalah yang sudah teridenifikasi.
    4. Melakukan penetapan tujuan dari suatu observasi atau penelitian yang sudah dilakukan.
    5. Melakukan pengumpulan data dari hasil observasi.
    6. Melakukan pengolahan data berdasarkan metode pengendalian mutu.
    7. Menarik kesimpulan terhadap jumlah cacat yang dihasilkan dan memberikan solusi dari suatu penyelesaian masalah

    BalasHapus
  18. A_122130043_Rani Triyani

    Nama perusahaan: pabrik gula mojo

    Judul laporan KP: Analisa kemampuan proses pemurnian

    Alamat perusahaan: jalan raharjo no 4 kecamatan sragen, kab sragen. Jawa tengah.


    Cara Pengambilan Keputusan dalam menyelesaikan masalah yaitu:
    - Melakukan pengumpulan data seperti data pemeriksaan clarity/tingkat kejernihan nira encer, data pemeriksaan kenaikan HK (Harga Kemurnian) nira encer dari nira mentah, data pemeriksaan selisih kadar kapur nira encer terhadap kadar kapur nira mentah. dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemurnian.
    - Melakukan pengolahan data seperti membuat bagan kendali, analisa kemampuan proses dan membuat fishbone diagram
    - Melakukan analisis hasil dari bagan kendali, analisa kemampuan proses dan fishbone yang telah dibuat sehingga diketahui faktor penyebab masalahnya dan bisa dilakukan perbaikan untuk mencapai produktivitas yang tinggi.

    BalasHapus
  19. A - 122130114 - KRISTANTO DEO MURTI

    Nama Perusahaan : Pt. Arto Metal Internasional
    Judul KP : Implementasi Six Sigma Untuk Meningkatkan Kualitas Arc Chute Plate Dengan Pendekatan Optimasi
    Alamat Perusahaan : Ambeng-ambeng Selatan No18, Sidoarjo, Jawa Timur

    Cara pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah :
    1. Pengendalian kualitas : Pengendalian kualitas adalah penggunaan teknik dan aktivitas untuk mencapai, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas dari sebuah barang atau jasa
    2. Metodologi Six Sigma : Proses pemecahan masalah yang pada awalnya dikembangkan oleh Motorola hanya mencakup MAIC (measurement, analysis, improvement, control).
    3. Metode Optimasi : Model matematis dalam jurnal ini dikembangkan dengan mengasumsikan unit yang diproses melalui n tahap proses sekuensial

    BalasHapus
  20. A - 122130088 - CHOIRUL UMAM

    Nama Perusahaan : PT. PG Rajawali Krebet Baru
    Judul KP : Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Menggunakan Metode Balanced ScoreCard
    Alamat : Krebet Rt 07/02 No 5 Jl, Malang, Jawa Timur

    Dalam pengambilan keputusan mengenai perancangan sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan metode balanced scorecard. Dilakukan beberapa tahapan yaitu:
    1. Menentukan indikator kinerja berdasarkan BSC
    2. Melakukan pengukuran dengan menggunakan data-data yang diperoleh dari perusahaan untuk setiap indikatornya dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX).
    3. Pembobotan Ukuran Hasil pada Financial Perspective
    4. Pembobotan Ukuran Hasil pada Customer Perspective

    BalasHapus
  21. A_122130085_ANDI PURNOMO

    Nama Perusahaan KP : PT. Karya putra manunggal
    Judul KP : Pengendalian kualitas produk barecore dengan menggunakan peta kendali X dan R
    Alamat : Jl. Raya Kandangan, temanggung, Jawa tengah.


    Cara Pengambilan Keputusan dalam menyelesaikan masalah
    1.Pengumpulan data.
    Data yang dibutuhkan :
    a. Data bahan baku kayu albasia yang berkualitas.
    b. Menetapkan kualitas pada kayu
    c. Data sumber modal kerja
    d. Data biaya produksi
    e. Data biaya penjualan dan biaya umum
    f. Data harga jual produk.
    2. Membuat kerangka penelitian
    3. Merancang langkah langkah dalam memilih bahan kayu yang bagus.
    4. Menganalisa bahan baku yang berkualitas.
    5. Melakukan pengolahan data tingkat kecacatan produk dengan peta kendali P.
    6. Melakukan analisis peta kendali P dan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produk untuk mencapai tingkat produksi yang optimal dan berkualitas.

    BalasHapus
  22. A-122130087-Novia Setia Ningrum

    Nama Perusahaan : PT. INDUSTRI KERAMIK KEMENANGAN JAYA, Bogor
    Judul Laporan KP : Penetapan Waktu Baku Produk Lantai Keramik pada Mesin Pembentukan Bodi Lantai Keramik (Mesin Press)
    Alamat : Jl. Cikuda, Desa Wanaherang, Kec. Gunung Putri. Bogor

    Cara Pengambilan Keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah :
    1.Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan kepustakaan yang meliputi:
    a. Data jenis produk
    b. Jenis produk yang dibuat
    c. Data jumlah waktu baku setiap produk
    2. Pengolahan data yang telah diperoleh yang digunakan untuk menentukan data waktu baku suatu elemen kegiatan dan untuk menentukan masalah yang dominan
    3. Menganalisis hasil

    BalasHapus
  23. A_122130037_Herditya Mahardika

    Nama Perusahaan : PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant
    Judul Laporan KP : Analisis Pengendalian Kualitas Produk Kantong Semen Menggunakan Peta Kendali np

    Cara pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah yaitu :
    1. Melakukan pengumpulan data seperti data jenis kecacatan, faktor-faktor penyebab kecacatan, data produk cacat pada tanggal 10 Oktober 2013-9 November 2013
    2. Melakukan pengolahan data seperti menghitung ukuran sampel, CL, proporsi banyaknya kecacatan, UCL, LCL untuk mendapatkan hasil batas-batas pada kecacatan, membuat bagan peta kendali, dan menyusun diagram fishbone.
    3. Menganalisis sebab-sebab dan akibat munculnya produk yang tidak sesuai standard dan memberi tindakan perbaikan pada tiap faktor.


    BalasHapus
  24. A-122130021- Claudia Dinda Matita

    Perusahaan : PT Djambi Waras Jujuhan
    Judul KP : Analisis Lingkungan Fisik Kerja dalam Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di PT Djambi Waras Jujuhan

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah :
    1. Melakukan pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder, yang diperoleh dari sumber secara langsung maupun tidak langsung.
    2. Melakukan pengolahan data : membandingkan data yang didapat dengan standarisasi SMK3, melakukan perhitungan usulan perbaikan kerja dan melakukan evaluasi kecelakaan kerja.
    3. Melakukan analisis hasil berdasarkan pengolahan data.

    BalasHapus
  25. A_122130022_Felix Zelin Pradina

    Perusahaan : PT Mitra Rekatama Mandiri
    Judul Laporan KP : Analisis Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
    Alamat : Jl.Koperasi Baja No. 2 Ceper Klaten

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk penyelesaian masalah adalah:
    1. Melakukan pengumpulan data seperti data jam kerja karyawan dan fasilitas penunjang keselamatan kerja
    2. Melakukan pengolahan data dengan menggunakan sistem penerapan SMK3 dan melakukan survei lapangan untuk mendapatkan hasil evaluasi nyata lapangan
    3. Menganalisis dari data yang diperoleh

    BalasHapus
  26. A-122130028-Ambar Kusumasari

    Perusahaan: PT Budi Manunggal
    Judul : Analisis Lingkungan fisik kerja dalam rangka penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) di PT Budi Manunggal

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk penyelesaian masalah adalah:
    1. Pengumpulan data berupa data tingkat pencahayaan, kebisingan, suhu dan kelembaban lingkungan kerja
    Yang dilakukan dengan studi lapangan (observasi dan wawancara), dan studi pustaka.
    2. Melakukan pengolahan data seperti:
    -membandingkan data yang diperoleh dengan standarisasi SMK3.
    - menghitung data yang diperoleh.
    - mengevaluasi jumlah kecelakaan kerja.

    BalasHapus
  27. A - 122130092 - Della Intan Saridewi

    Nama Perusahaan : PT PRIMISSIMA, MENDARI, SLEMAN
    Judul KP : Analisis Pencahayaan Ruang Ring Spinning Pabrik I, II, Dan III
    Alamat Perusahaan : Jl. Magelang Km No. 15, Kec. Sleman, Yogyakarta

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di PT PRIMISSIMA, MENDARI, SLEMAN yaitu
    1. Metode Pengumpulan Data
    Data-data yang diperlukan dalam studi di ruang ring spinning adalah sebagai berikut:
    • Data dimensi ruang yakni panjang, lebar, dan tinggi ruangan
    • Data warna langit-langit, dinding, dan lantai ruangan
    • Data jumlah dan daya luminaire atau lampu yang digunakan dalam ruangan
    • Data tingkat pencahayaan rat-rata dalam ruangan
    • Data jumlah dan ukuran mesin ring spinning
    • Data jumlah operator yang bertugas setiap shift
    • Data tentang jenis pekerjaan yang dilakukan oleh operator
    2. Menghitung indeks ruang
    3. Menentukan faktor reflektasi sesuai warna langit-langit, dinding, dan lantai ruang. Faktor reflektasi ini ditentukan dengan membandingkan pemantulan warna.
    4. Menentukan koefisien pemakaian berdasarkan sumber penerangan dengan reflektornya.
    5. Menentukan koefisisen kerugian cahaya berdasarkan rekomendasi pedoman efisiensi energi untuk industri di Asia.
    6. Menganalisis tingkat pencahayaan rata-rata dalam ruang ring spinning sesuai jumlah lampu yang ada.
    7. Menghitung jumlah lampu yang seharusnya dalam ruang guna mendapatkan tingkat pencahayaan rata-rata sesuai standar yang telah ditetapkan, yakni sebesar 500 lux.

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. A - 122130074 - Chayene Christalia Kalalo

    TUGAS 4

    Nama Perusahaan : PT. Aneka Adhilogam Karya
    Judul KP : Penerapan Pengendalian Mutu Terpadu pada PT. Aneka Adhilogam Karya
    Alamat Perusahaan : JL. Batur Ceper, Tegalrejo, Klaten

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di PT. Aneka Adhilogam Karya yaitu:
    1. Pengolahan data proses pembuatan cetakan dengan menggunakan peta kendali p dengan menghitung BKA, garis tengah dan BKB.
    2. Pengolahan data pada proses pengecoran
    a. Diagram Pareto proses pengecoran dengan data-data jenis ketidaksesuaian, Frekuensi, Frekuensi Kumulatif, Presentase (%), Presentase Kumulatif (%), dan total Frekuensi serta total Presentase (%)
    b. Peta kendali p untuk proses pengecoran berdasarkan sampel dengan ukuran sampel yang berbeda-beda.
    3. Pengolahan data pada proses Finishing dari pengukuran diameter collar dan diameter lubang collar setelah proses pembubutan dan pengeboran.

    BalasHapus
  30. A - 122130070 - Erfan Erdyanto
    Nama Perusahaan : PT Holcim Tbk Cilacap Plant
    Judul KP : Analisis Pencahayaan Pada Malam Hari di Area Workshop Mechanic di PT Holcim Tbk Cilacap Plant
    Alamat Perusahaan : Cilacap, Jawa Tengah

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di PT Holcim yaitu :
    1. Pengumpulan data : Nilai hasil pengukuran yang dilakukan bulan februari 2013, data jumlah lampu yang ada, ukuran luas area penelitian, jenis lampu yang digunakan, tabel pengukuran, dan nilai pencahayaan ditahun sebelumnya.
    2. Pengolahan data : Mengetahui standar pencahayaan dilokasi Work Mechanic, menghitung jumlah lampu yang diperlukan dengan menggunakan metode IES, menganalisis penyebab kekurangan pencahayaan dilokasi Work Mechanic
    3. Analisis hasil : Analisis dilakukan secara kualitatif terhadap faktor yang menyebabkan rendahnya nilai pencahayaan di area Work Mechanic, selanjutnya dilakukan analisis terhadap rencana penambahan jumlah lampu yang harus disediaka. Analisis ini menggunakan 3 kriteria : Menggunakan etode IES, berdasarkan jenis mesin, dan penyebab kurangnya nilai pencahayaan


    BalasHapus
  31. A_122130101_Rizekika Na'afi
    Nama Perusahaan : PT Petrokimia Gresik
    Judul KP : Analisis Gas Compressor C2231 C Berdasarkan Reliability, Laju Kerusakan, dan Availability
    Alamat : Jl. Jend Ahmad Yani Gresik 6111 Jawa Timur

    Cara Pengambilan Keputusan :
    1. Untuk Analisa Reliability : ditentukan dengan membuat grafik kehandalan berdasarkan hasil pengolahan data. Pada grafik dapat dilihat, apakah fungsi kehandalan mengalami penurunan atau kenaikan.
    2. Laju Kegagalan : membuat grafik laju keagalan dari hasill pengolahan data, dapat diambil keputusan apakah naik atau turun
    3. MTTF dan MTTR Gas Compressor – Availability Gas Compressor : ditentukan berdasarkan hasil pengolahan data  apabila presentase besar maka dianggap baik.

    BalasHapus
  32. A – 122130036 – DIVA VANESHA
    Nama Perusahaan : PT.NOJORONO KUDUS
    Judul Kerja Praktek : Pengendalian mutu untuk mengurangi produk cacat dengan menggunakan peta kendali pada mesin wrapper
    Alamat : Jalan jend.sudirman 86.B, kudus

    Tugas 4
    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada PT NOJORONO Kudus adalah :
    1. Mengumpulkan data ( data jumlah produksi, jumlah cacat mesin wrapper, data proporsi cacat)
    2. Menentukan rata-rata jumlah cacat produksi, batas kendali, bagian yang tidak sesuai.
    3. Memplotkannya pada peta kendali ketidaksesuaian P
    4. Menganalisis peta kendali
    5. Mencari penyebab permasalahan
    6. Merencanakan perbaikan
    7. Mengimplementasi tahapan

    BalasHapus
  33. A_122130253_ Safira Ratnasari
    Nama Perusahaan : PUSDIKLAT MIGAS CEPU JAWA TENGAH
    Judul KP : Penerapan Pengukuran Produktivitas pada Bagian Proses Produksi- Unit Air Bersih dengan Metode Objective Matrix (OMAX)
    Alamat Perusahaan : Jalan Sorogo No. 1 Cepu

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di Pusdiklat Migas Cepu Jawa Tengah yaitu:

    1. Pengumpulan Data berupa : data produksi yang dihasilkan, data target produksi, data losses, data produk yang terkirim, data jumlah tenaga kerja, data jumlah kehadiran maksimum, data total jam kerja normal, data total jam lembur, data total jam kerja terpakai
    2. Pengolahan data meliputi : perhitungan rasio berdasarkan kriteria, pengukuran kinerja standar, menetapkan target sasaran, menetapkan bobot kriteria kinerja, penentuan nilai aktual, perhitungan skor aktual, perhitungan skor performance, penentuan matrix sasaran, perhitungan indikator pencapaian, rekapitulasi indikator pencapaian rasio keseluruhan
    3. Analisis data yaitu analisis indikator pencapaian rasio

    BalasHapus
  34. A - 122130102 - Deni Widiyanto (Revisi)

    Nama Perusahaan: PT. PRIMA INREKSA INDUSTRIES
    Judul Laporan KP: Penerapan Metode Line Balancing pada Lintas Penjahitan Upper Sepatu Levi's Horse Kid PT Prima Inreksa Industries
    Alamat: Jl. Industri Raya IV blok AG no.8 KM8, Desa Bunder, Kecamatan Cikupa Tangerang, Banten

    Cara Pengambilan Keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah bottleneck pada lintas penjahitan yaitu:
    1. Studi Lapangan
    Melakukan pengamatan ke lantai produksi penjahitan upper sepatu Levi’s Horse Kid untuk mengetahui kondisi aktual (existing) dari sistem yang akan diteliti serta mengidentifikasi permasalahan yang terdapat dalam sistem yang akan diteliti.
    2. Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Pembatasan Masalah
    Melakukan perumusahn terhadap permasalahan yang dipilih untuk dipecahkan, menetapkan tujuan penelitian, serta melakukan pembatasan terhadap permasalahan sehingga pengamatan yang dilakukan dapat terfokus.
    3. Studi Literatur
    Merupakan tahapan dimana penulis mencari informasi mengenai metode yang sesuai untuk digunakan dalam memecahkan permasalahan yang ditemukan.
    4. Perumusan Elemen Kerja
    Merupakan tahapan untuk mengidentifikasi dan merumuskan elemen-elemen kerja pada tiap stasiun kerja pada lintas penjahitan upper sepatu serta melakukan pengukuran waktu tiap elemen.
    5. Perhitungan Waktu Aktual, Waktu Siklus, dan Jumlah Stasiun Kerja Minimum
    Merupakan tahapan untuk menentukan waktu aktual dari tiap elemen kerja, menghitung waktu siklus maksimum untuk setiap stasiun kerja, serta menghitung jumlah stasiun kerja minimum yang dibutuhkan dalam lintas penjahitan upper sepatu.
    6. Perhitungan Line Balancing dengan Metode Heuristik
    Merupakan tahapan untuk melakukan perhitungan-perhitungan dengan metode Helgeson-Birnie, Largest Candidate Rule, dan Region Approach sehingga diperoleh jumlah stasiun kerja yang dibutuhkan, elemen kerja pada tiap stasiun, serta kriteria performansi dari lintasan tersebut.
    7. Analisis
    Merupakan tahapan untuk memilih lintasan terbaik dari berbagai metode yang digunakan serta membandingkan kriteria performansi lintasan terbaik tersebut dengan kriteria performansi yang dimiliki kondisi aktual.

    BalasHapus
  35. A_122120041_Ridho Utomo
    Nama Perusahaan : PT. Friesland Campina Kievit Salatiga
    Judul KP :Implementasi Life Saving Rules sebagai Pedoman K3 di Departemen Maintenance dengan Matriks Control HIRADC
    Alamat Perusahaan : Jalan Merpati 1, Kelurahan Mangunsari, Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia.

    Cara pengambilan keputusan atau kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan yang dimiliki oleh FrieslandCampina Kievit Salatiga adalah sebagai berikut :
    1. Mematuhi semua peraturan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan yang relevan, namun tidak terbatas pada kebijakan PT Kievit Indonesia, standar FrieslandCampina, peraturan lokal, Nasional, ataupun regulasi Internasional yang relevan yang diterapkan FrieslandCampina Kievit.
    2. Mempersiapkan tantangan tahunan dengan target yang realistis untuk terus meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan. Meningkatkan kinerja melalui penilaian, perencanaan, pelaksanaan dan review yang dapat dijadikan landasan kerja FrieslandCampina.
    3. Berkomitmen untuk mencegah insiden, kebakaran, ledakan dan serangan penyakit bagi semua karyawan dan mitra bisnis termasuk kontraktor sebagai pihak ketiga yang bekerja di perusahaan ini, dan untuk terus bersama meningkatkan objektifitas kesehatan dan keselamatan kerja, serta mematuhi peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan persyaratan lainnya yang relevan.
    4. Berkomitmen untuk mencegah dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, pemakaian sumber daya alam seperti air, bahan bakar solar, listrik, gas; dan mencegah polusi air, tanah, dan udara yang dapat tercemar oleh limbah industri pengolahan makanan, limbah organik/air/limbah dan emisi berbahaya; serta mematuhi apa yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan lingkungan yang relevan dalam setiap kegiatan bisnis di area PT Kievit Indonesia
    5. Membangun budaya baru terkait dengan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan bersama dengan semua karyawan dan mitra bisnis termasuk kontraktor atau pihak ketiga dalam pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan dengan mempromosikan dan meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.



    BalasHapus
  36. A – 122130081 – Anhar Dwi Kuntoro
    Nama Perusahaan : PT Asia Pacific Fiber, Tbk (APF)
    Judul Kerja Praktek : Analisis Serat Staple Polyester, Chip Polyester, Polymer Polyester dan Asam Tereftalat Murni.
    Alamat Perusahaan : Pabrik Kp Kiara Payung Klari Karawang 41371 Jawa Barat

    Tugas 4
    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pada : PT Asia Pacific Fiber, Tbk (APF) adalah :
    1. Pengumpulan Data berupa data produksi yang dihasilkan, data target produksi, data produk yang terkirim, data jumlah tenaga kerja, data total jam kerja normal, data total jam lembur, data total jam kerja terpakai, biaya produksi, harga produk tersebut
    2. Analisa indikator pencapaian produktivitas dan indeks produktivitas.
    3. Menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan
    4. Menetapkan target sasaran
    5. Melakukan pengumpulan data dari hasil observasi.

    BalasHapus
  37. A - 122130077 - Evelina Nadia Lispriyantika

    Nama perusahaan: PT. Coca-Cola Amatil Indonesia
    Alamat perusahaan: Jl. Soekarno-Hatta KM. 30, Bawen, Kab. Semarang 50501, Jawa tengah
    Judul laporan KP: Perancangan Aplikasi Chatting Berbasis Desktop dengan Menggunakan .Net di Coca-Cola Amatil Indonesia

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di PT Coca-Cola Amatil Indonesia yaitu:
    1. Menjalankan aplikasi Server yang ada di bagian kantor IT
    Pilih Room 1 bagian Fleet dan Room 2 di ME di aplikasi ini tersedia dua Room yang bisa di pilih salah satu. Kemudian tekan tombol start. Ketika server dinyalakan maka server akan get string nama server, setelah itu server akan membuka koneksi tcp ke local host melalui port 8080, yaitu chat room. Dari sisi server kita harus menentukan server mana yang akan diaktifkan. Dalam modul terdapat 2 button Start yang masing-masing mewakili Room 1 untuk chat grup bagian kantor fleet dan Room 2 untuk chat grup bagian kantor ME.
    2. Membuat kode program bahasa C
    Kode program bahasa C menampilkan metod join chat. Dari sisi server akan melakukan koneksi tcp melalui local host dengan nomor port akses 8080, kemudian akan di buat channel baru berupa chat room. Kode program bahasa C saat menekan button 1 atau tombol join maka server akan ikut masuk ke dalam chat room dan button 1 enable.
    3. Memasukkan client user di dalam database
    Pada bagian client user harus terdaftar di dalam database untuk bisa masuk atau join ke room yang telah diaktifkan oleh server. Sehingga hanya user tertentu yang sudah terdaftar yang hanya bisa menggunakan aplikasi ini. Setelah terdaftar dalam database kemudian user dapat login untuk masuk ke room yang sudah di aktifkan oleh server dengan mengisi username, password dan server name yang ada pada form Join To Chat Room.
    4. Chat room dinyalakan oleh server
    Setelah server sudah menyalakan chat room maka kedua client atau user dapat saling berkomunikasi di room yang sudah dinyalakan oleh server dengan mengklik tombol start. Selain itu server juga bisa mengikuti dan mengamati obrolan dengan mengklik tombol join. Sehingga antara Client dan server dapat saling berkomunikasi.

    BalasHapus
  38. A_122130113_Aditya Tri Wahyudi
    Tugas 4

    Nama Perusahaan : PT. Alam Teknik Semesta
    Judul Kp : laporan pembukuan yang masih menggunakan sistem yang manual belum adanya penggunaan yang sistematis di PT. Alam Teknik Semesta
    Alamat : Jl. Pintu Besi 1 blok A/31, Pasar Baru Villa, Jakarta Pusat

    Cara pengambilan Keputusan
    1. meningkatkan kualitas management yg berdasarkan mutu tingkat tinggi agar keputusan yang diambil tidak melenceng, sehingga tepat guna yang sesuai diharapkan oleh visi perusahaan.
    2. meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana
    3. melalui pelatihan langsung setiap tingkatan, hal ini membuat semua karyawan menjadi luas, berdedikasi tinggi dan memperbaiki kualitas dari produk yang dihasilkan.
    4.

    BalasHapus
  39. A _122130039_Maulana Aldy K

    Tugas 4

    Perusahaan : PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk
    Judul Laporan KP: Analisis Pasar Flexi Pada BTS Low Occupancy
    Alamat Perusahaan : Jl. Laksda Yos Sudarso No.9, Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224, Indonesia

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah:
    >Mengambil elemen-elemen informasi
    Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden Telkom Speedy secara langsung, Pengambilan keputusan yang cepat dan akurat diambil berdasarkan data penggunaan dan fakta dari para pelanggan yang berada di lapangan.
    >Pengolahan data
    Menghitung pengolahan data dengan menggunakan Metode Structural Equation Modeling dan uji Reliabilitas Latent Variable
    >Analisa hasi
    menganalisis dari hasil perhitungan lalu melakukan pembuatan keputusan untuk perbaikan.

    BalasHapus
  40. A-122130015-Krisna Yudha Kurnia
    Perusahaan: PT. Freeport Indonesia
    Judul Laporan KP: Evaluasi Pengadaan Gas dan Oksigen Menggunakan pendekatan Least Unit Cost

    PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PADA PTFI
    Pengambilan keputusan dilakukan dengam cara:
    1. mengidenitifikasikan permasalahan mengenai biaya dan persediaan serta peramalan. Identifikasi mengenai biaya dilakukan dengan cara megidentifikasi biaya pemesanan, biaya penyimpanan, biaya tetap persediaan.
    2. Penentuan metode dalam pengendalian persediaan, dengan mempertikmbangkan agar perusahaan tidak kehabisan pedsediaan yang dapat menghentikan produksi, menjaga agar persediaan oleh perusahaan tidak berlebih, dan pembelian dengan jumlah yang sedikit dapat dihindari karena akan bererakibat pada biaya pemesanan yang lebih besar.
    3. Penentuan metode LUC dilakukan karena LUC menggunakan pendekatan trial and error yang memperhitungkan banyak unit yang disorder dalam periode selama beberapa periode, sehingga didapatkan total biaya per unit minimum

    BalasHapus
  41. A_122130041_HUSNAN YUSUF
    Nama perusahaan : PT Koryo Puspits Indonesia Semarang
    Alamat perusahaan : Jl. Raya Karangjati Km 26 Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang
    Judul laporan KP : Analisis proporsi kecacatan produk sarung tangan “Dunlop Flex” menggunakan peta kendali P

    Pada pengambilan keputusan dalam pengukuran tingkat kecacatan pada bagian proses produksi, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Pengumpulan data : adapun data yang diperlukan antara lain data hasil produksi, data produk yang baik, data produk cacat, data jumlah tenaga kerja, data absensi tenaga kerja, data waktu kerja.
    2. Pengolahan data : Pengolahan data yang dilakukan antara lain menentukan peta kendali, peta kendali yang digunakan dalah peta kendali P
    3. Analisa hasil pengukuran produktivitas : Analisa yang perlu dilakukan antara lain analisa total kecacatan yang paling dominan

    BalasHapus
  42. A-122130267-Avian Wisnu Setiyoko
    Nama perusahaan : PT.Budi Manunggal
    Judul laporan KP : Analisi defect pada proses produk sarung tangan golf dengan mengemplementasikan QCC dan Seven Tolols

    PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH
    1.Mengumpulkan data seperti data kecacatan dan produktivitas pada setiap departemen
    2.Mengamplikasikan metode QCC dan Seven Tolols untuk mengatasi permaslahan
    3.melakukan analisis setelah diamplikasikan dan mengambil keputusan.

    BalasHapus
  43. Kelas A_122130156_Arranda Syahfitra Siregar

    Tugas 4

    Nama Perusahaan : PT. Kusuma Sandang Mekarjaya
    Judul KP : ANALISIS BEBAN FISIOLOGIS DAN PENGATURAN WAKTU ISTIRAHAT OPERATOR TENUN PADA DEPARTEMEN WEAVING

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya yaitu:

    1. Pengumpulan Data berupa : data produksi yang dihasilkan, data target produksi, data losses, data produk yang terkirim, data jumlah tenaga kerja, data jumlah kehadiran maksimum, data total jam kerja normal, data total jam lembur, data total jam kerja terpakai, data antropometri
    2. Pengolahan data meliputi : perhitungan rasio berdasarkan kriteria, pengukuran kinerja standar, menetapkan target sasaran, menetapkan bobot kriteria kinerja, penentuan nilai aktual, perhitungan skor aktual, perhitungan skor performance, penentuan matrix sasaran, perhitungan indikator pencapaian, rekapitulasi indikator pencapaian rasio keseluruhan
    3. Analisis data yaitu analisis indikator pencapaian rasio dan analisis benda dan pekerja.

    BalasHapus
  44. Kelas A_122130156_Arranda Syahfitra Siregar

    Tugas 4

    Nama Perusahaan : PT. Kusuma Sandang Mekarjaya
    Judul KP : ANALISIS BEBAN FISIOLOGIS DAN PENGATURAN WAKTU ISTIRAHAT OPERATOR TENUN PADA DEPARTEMEN WEAVING

    Cara pengambilan keputusan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya yaitu:

    1. Pengumpulan Data berupa : data produksi yang dihasilkan, data target produksi, data losses, data produk yang terkirim, data jumlah tenaga kerja, data jumlah kehadiran maksimum, data total jam kerja normal, data total jam lembur, data total jam kerja terpakai, data antropometri
    2. Pengolahan data meliputi : perhitungan rasio berdasarkan kriteria, pengukuran kinerja standar, menetapkan target sasaran, menetapkan bobot kriteria kinerja, penentuan nilai aktual, perhitungan skor aktual, perhitungan skor performance, penentuan matrix sasaran, perhitungan indikator pencapaian, rekapitulasi indikator pencapaian rasio keseluruhan
    3. Analisis data yaitu analisis indikator pencapaian rasio dan analisis benda dan pekerja.

    BalasHapus
  45. A – 122110071 – VERY JHON DAPID NAINGGOLAN
    Tugas 4
    Perusahaan : PT. KALTIM PARNA INDUSTRI
    Judul KP : ANALISA BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING DI DEPT. LOGISTIK
    Cara pengambilan keputusan :
    1. Pengumpulan data :Observasi,Interview,Data job description para pekerja, Data waktu kerja efektif dan Data waktu kerja non efektif
    2. Pengolahan data : Menentukan uji keseragaman data, Menentukan uji kecukupan data, Menghitung waktu normal, Menghitung waktu baku,dan Menghitung workload

    BalasHapus
  46. A_122120055_Atmaka Yonni Kurniawan

    Nama Perusahaan: PT. Adaro Indonesia site Klanis Area
    Judul Laporan KP: Analisis sistem maintenance, repair, and operation (MRO) management (procurement and inventory management) pada warehouse dan purchasing section PT.Adaro Indonesia Klanis Site
    Alamat : Tanjung, Tabalong Kalimantan Selatan

    Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara:
    1. Pengumpulan data berupa data barang dalam gudang, data barang yang dibutuhkan dibagian produksi yang merupakan MRO, dan data pengadaan barang MRO.
    2.Pengolahan data berupa listing barang MRO, grafik permintaan barang MRO, dan lead time serta biaya barang MRO.

    BalasHapus
  47. A_122120059_Muhammad Kahfi

    Nama Perusahaan: PT. SIAM CEMENT GROUP READYMIX INDONESIA
    Judul Laporan KP:ANALISIS PERFORMANSI MESIN MIXER BATCHING PLANT DENGAN MENGGUNAKAN METODE OEE (OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS)
    PADA PT. SIAM CEMENT GROUP READYMIX INDONESIA
    Alamat :
    1. Plant Yogyakarta - Kalasan

    Jl. Raya Solo Km. 12 Tirtomartani,

    Sleman, Yogyakarta

    Tlp. (0274) 496490

    Fax. (0274) 496489

    2. Plant Yogyakarta - Ringroad

    Jl. Ring Road Selatan

    Ds. Wirokerten, Kec. Banguntapan

    Kab. Bantul, Yogyakarta

    Tlp. (0274) 7493744

    Fax. (0274) 7493169
    Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara:
    1. Pengumpulan data : waktu operasi aktual, down time, defect, produksi.
    2. pengolahan data : menentukan nilai performansi mesin dengan metode Overall Equipment Effectiveness

    BalasHapus