Faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi:
a) Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
b) Project Size (Ukuran Proyek)
c) Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
Ruang Lingkup Perangkat Lunak adalah sebagai berikut:
a) Fungsi
b) Kinerja,
c) Batasan
d) Interface
e) Hardware yang mengeksekusi devices
f) Software yang suah ada dan harus dikoneksikan
g) Manusia yang menggunakan perangkat lunak
h) Prosedur
i) Realibilitas (Keandalan)
Untuk merekayasa perangkat lunak harus :
a) Mengerti kebutuhan pelanggan
b) Mengerti konteks bisnis
c) Mengerti batasan-batasan proyek
d) Mengerti motivasi pelanggan
e) Mengerti alur kearah perubahan
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
Arsitektur informasi (atau arsitektur teknologi informasi, arsitektur sistem informasi, infrastruktur teknologi informasi) adalah suatu pemeta-an atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe, 1999). Arsitektur ini berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak-biru (blueprint) untuk arahan di masa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhankebutuhan bisnis strategis organisasi. Oleh karena itu, arsitektur informasi memadukan kebutuhan informasi, komponen sistem informasi, dan teknologi pendukung.
Salah satu komponen sistem informasi adalah manusia. Sumber daya manusia yang menjadi komponen sistem informasi sesungguhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu pemakai akhir dan spesialis TI.
Untuk organisasi yang kecil, unit PDE terkadang hanya berupa seorang pegawai yang mengurusi dari pemasukan data, pembuatan program, sampai ke pembangkitan laporan. Keadaan seperti ini banyak dijumpai di Indonesia. Untuk organisasi yang cukup besar, unit ini berupa ;ebuah bagian atau departemen yang memiliki kepala bagian atau manajer. Pada perusahaan yang besar, PDE terkadang berkedudukan sebagai divisi yang dikepalai oleh seorang direktur, wakil direktur, atau manajer umum (general manager).
Disusun oleh :
Kelas: A Kelompok : 1
1. Marlia Fransiska 122110020
2. Agus Maulana A 122110082
3. Aldianto Lano S 122120067
4. Muhammad Jangki D 122120068
Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi









