Rabu, 15 Agustus 2018

Buku Participatory Rural Appraisal (PRA) for Corporate Social Responsibility (CSR)


Judul Buku : Participatory Rural Appraisal (PRA) for Corporate Social Responsibility (CSR)
Penulis : Ahmad Muhsin, Laila Nafisah, Yuni Siswanti
Penerbit : Deepublish Yogyakarta 
ISBN : 978-602-475-641-3
Tebal : 147 hlm

Ringkasan :

Buku ini merupakan hasil kajian pengalaman dan penelitan kami di lapangan sebagai seorang dosen yang mendarmabaktikan dirinya untuk melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ilmu pengetahuan tidak hanya ditularkan melalui bangku kuliah namun penting untuk dapat digunakan sebagai solusi dan pencerahan bagi masyarakat, terutama dalam rangka menyelesaikan problematikan dan permasalahan yang dihadapi warga. Untuk dapat memberikan kontribusi dalam ikut andil memberikan solusi maka dibutuhkan metodologi dan teknik dalam mengidentifikasi permasalahan, menggali potensi, dan pada akhirnya merumuskan solusi yang bisa tepat sasaran.
Buku ini membantu para peneliti dan pengambil kebijakan baik pemerintah maupun perusahaan yang akan melakukan corporate social responsibility (CSR) untuk dapat menjembatani permasalahan diatas sehingga program yang akan dijalankan dapat memberikan dampak dan manfaat yang maksimal bagi warga dan lingkungan. Manfaat yang lebih besar adalah mewujudkan upaya agar masyarakat dapat mengatasi masalah yang dihadapinya secara mandiri atau melakukan pemberdayaan terhadap dirinya sendiri.
Buku ini bertujuan untuk memandu merumuskan model pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran dengan berdasarkan hasil assesment  atau kajian yang digali langsung dari masyarakat sebagai sasaran program dengan pihak-pihak yang terkait seperti Pemerintah Desa, Karang Taruna dan Kelompok Masyarakat. Pendekatan ini dikenal dengan sebutan Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu melibatkan secara langsung masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam hal perumusan masalah mereka, menggali solusi yang tepat, memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap pelaksanaan rumusan model pemberdayaan yang dihasilkan.
Proses pemberdayaan masyarakat (community empowerment) banyak berhenti dijalan atau selesai bersamaan dengan habisnya dana dan masyarakat masih belum berdaya, hal ini disebabkan karena warga diposisikan sebagai obyek yang hanya menerima. Maka memberdayakan adalah mengupayakan masyarakat untuk dapat mengenali permasalahan, mengenali kekuatannya dan mengembangkan kemampuannya sendiri  sehingga dengan kemampuan yang dimiliki mampu mengatasi masalah serta berkembang secara mandiri.
Buku ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai suatu proses dalam rangka mengembangkan dan memperkuat kemampuan masyarakat agar mampu terus terlibat dalam proses pembangunan yang berlangsung secara dinamis sehingga mereka dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan secara bebas (independent) dan mandiri menyesuaikan perubahan yang terjadi dilingkungannya.