Hidup adalah sebuah perjalanan

Karunia indah dari Tuhan adalah waktu, kesempatan kita hidup kita terbatas dan kita menuju ke kehidupan yang abadi, tengoklah apa yang sudah kita persiapkan untuk bekal hidup setelah hidup kita disini

Rabu, 21 Oktober 2015

Materi 4 Perancangan Sistem Pendukung Keputusan

Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain suatu sistem yang baik, yang isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi sistem. Dalam perancangan Sistem Informasi SPK ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  1. Membangun sebuah DSS, apalagi yang besar merupakan proses yang rumit
  2. Melibatkan hal-hal teknis (hardware, jaringan) dan perilaku (interaksi manusia-mesin, dampak DSS pada individu)
  3. Agar lebih mudah membangun DSS digunakan bahasa khusus (misalny CASE TOOLs)
Pengembangan DSS terkait juga dengan struktur permasalahan: tidak terstruktur, semi terstruktur ataupun testruktur :
  1. Masalah Terstruktur. Adalah masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang semuanya dipengaruhi oleh pemecah masalah. Pemecah masalah tersebut adalah komputer. Karena komputer dapat memecahkan masalah tanpa perlu melibatkan manajer.
  2. Masalah Tidak Terstruktur. Adalah masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer. Karena manajer harus melakukan sebagian besar tugas memecahkan masalah.
  3. Masalah Semi Terstruktur. Adalah masalah yang berisi sebagian elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer dan komputer, yang harus bisa bekerja sama memecahkan masalah.
Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan Sistem pendukung  keputusan yang dikemukanakan oleh Efraim Turban dibagi dalam delapan tahapan, kedelapan tahapan
tersebut adalah sebagai berikut :

Pembangunan DSS dilakukan dalam berbagai cara, diantaranya dengan metode SDLC. Software development life cycle adalah suatu usaha untuk mengidentifikasi aktifitas yang terjadi selama pengembangan sebuah perangkat lunak. Aktifitas ini kemudian diurutkan sesuai dengan waktu pelaksanaannya pada proyek pengembangan manapun dan diaplikasikan teknik yang tepat pada setiap aktifitasnya. Pada SDLC, kita memperhatikan dua buah pihak, yaitu pelanggan/klien (customer) yang akan menggunakan produk dan desainer/perancang sistem yang menghasilkan produk. Kadang penting untuk membedakan customer yang memberikan kerja atau menjadi klien bagi desainer sistem, dengan customer yang merupakan user yang benar-benar akan menjalankan sistem.

Perancangan sistem membutuhkan peralatan berupa alat alat perancangan proses dan  alat perancangan data. Alat perancangan proses terdiri dari diagram aliran data dan diagram arus sistem. Sedangkan alat perancangan data terdiri dari diagram relasi entitas (entity relationship) dan kamus data (data dictionary).

Download slide

Materi 3 Konsep Sistem Pendukung Keputusan

sumber ganbar : lidyahanings.blogspot.com

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem.  Man dan Watson  memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Menurut Alter, DSS merupakan system informasi intraktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan manipulasi data. Sistem digunakan untuk membantu mengambil keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi ya ng tidak terstruktur, dimana tidak seorangpun mengetahui secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.
Konsep sistem penunjang keputusan pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System (Sprague, 1982). Ada dua pandangan terhadap perbedaan antara Sitem Penunjang Keputusan dengan Sistem Informasi Manajemen, yaitu sudut pandang konotasional dan teoritikal.

SPK merupakan sistem berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangannya untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Agar berhasil mencapai tujuannya maka sistem tersebut harus: (1) sederhana, (2) robust, (3) mudah untuk dikontrol, (4) mudah beradaptasi, (5) lengkap pada hal-hal penting, (6) mudah berkomunikasi dengannya.

SPK, menurut tinjauan konotatif ini merupakan sistem yang ditujukan kepada tingkatan manajemen yang lebih tinggi lagi, dengan penekanan karakteristik sebagai berikut :
  • Berfokus kepada keputusan, ditujukan pada manajer puncak dan pengambil keputusan
  • Menekankan pada fleksibilitas, adaptabilitas, dan respon yang cepat
  • Mampu mendukung berbagai gaya pengambilan keputusan dari masing-masing pribadi manajer
Menurut Turban (2005), Tujuan dari DSS adalah sebagai berikut:
  1. Membantu dalam pengambilan keputusan atas masalah yang terstruktur
  2. memeberikan dukungan atas pertimbangan managerial dan bukannya dimaksudkan untuk menganti fungsi  manager.
  3. Meningkatkan efektivitas keputusan yang diambil daripada perbaikan efisiensinya.
  4. Kecepatan komputasi
  5. Meningkatkan produktifitas
  6. Dukungan kualitas
  7. Berdaya saing
  8. Mengatasi keterbatasan koognitif dalam pemrosesan dan penyimpanan
Suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga sub  sistem utama yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan, antara lain,  [10] yaitu :
  1. Subsistem pengelolaan data (database).
  2. Subsistem pengelolaan model (modelbase).
  3. Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).
Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).

Sub sistem pengelolaan model (model base) merupakan keunikan dari SPK yaitu kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya.

Subsistem pengelolaan dialog (user interface) yaitu Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.

Steven L. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada
waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis
DSS, yaitu :
  1. Retrive information element (memanggil eleman informasi)
  2. Analyze entries fles (menganali semua file)
  3. Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
  4. Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
  5. Propose decision (menawarkan keputusan )
  6. Make decisions (membuat keputusan)
Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses  pengambilan keputusan melalui alternatif  – alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model. Sistem Pendukung Keputusan  (Decision Support Systems = DSS) adalah suatu sistem informasi yang menggunakan model-model keputusan,  basis  data, dan pemikiran manajer  sendiri, proses modeling interaktif dengan  komputer untuk mencapai pengambilan keputusan oleh manajer tertentu.



Minggu, 18 Oktober 2015

Materi 6 Mathematical Modelling

Sumber gambar : robotnor.no

Definisi
Matematika, mempelajari keteraturan hubungan antar lambang/simbol/unsur yang mempunyai arti (mewakili obyek tertentu) dengan aturan tertentu dan membuat generalisasi.
Model matematika : kumpulan keterkaitan variabel yang berbentuk formulasi/fungsi persamaan dan atau pertidaksamaan yang mengekspresikan sifat pokok dari sistem/proses fisis

Beberapa bagian dasar dalam analisis matematika :
- Relasi atau hubungan
- Fungsi
- Variabel
- Himpunan atau set
- Pernyataan (statement)
- Sistem
- Model

Fungsi model matematika :
  1. menjelaskan hubungan antara  berbagai bagian dari suatu objek dengan persamaan matematika dengan teliti
  2. menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak daripada model grafik yang dua dimensi ataupun model fisik yang tiga dimensi, hal ini disebabkan oleh sifat model matematika yang multidimensional

Model matematika merupakan model yang terdiri dari kumpulan keterkaitan variabel-variabel yang berbentuk formulasi atau fungsi persamaan dan/atau pertidaksamaan yang mengekspresikan sifat (feature) pokok dari sistem atau proses fisis dalam istilah matematika
Variabel terikat = f {variabel bebas, parameter,fungsi pemaksa}
Variabel terikat (dependent) suatu karakteristik mencerminkan keadaan atau perilaku sistem
Variabel bebas : dimensi (ruang dan waktu) sepanjang perilaku sistem sedang ditentukan
Parameter : pencerminan sifat/komposisi sistem
Fungsi pemaksa (forcing function) : pengaruh eksternal yang bekerja pada sistem

Manfaat analisis matematika :
  1. Optimasi (menarik manfaat yang sebesar-besarnya), menemukan kombinasi optimum dari faktor yang berhubungan
  2. Menemukan jalan keluar yang paling baik/paling menguntungkan dalam keadaan ketidakpastian
  3. Menguji konsekuensi pemecahan suatu masalah
  4. Mengetahui dan mengukur tata hubungan pada berbagai macam faktor yang tidak diketahui dengan hitungan biasa
  5. Menghubungkan secara kuantitatif dan termasuk sasaran majemuk menjadi sasaran serasi
  6. Menemukan cara pengambilan data dan pengolahannya

Kamus :
Aksioma : kumpulan pernyataan yang sudah dianggap benar tanpa pembuktian
Dalil : patokan yang dikemukakan dan dipertahankan sebagai suatu kebenaran
Postulat : pangkal dalil sebagai pernyataan yang diterima sebagai benar tanpa membuktikannya untuk dapat berkomunikasi
Presumsi : pernyataan yang ditunjang oleh bukti/percobaan meskipun tidak konsklusif dianggap benar karena kemungkinannya tinggi bahwa pernyataan itu benar.
Asumsi : suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya/kebolehjadian benarnya tidak tinggi, tetapi dapat diterima sebagai landasan berpikir.
Konsepsi : abstraksi mengenai suatu fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan mengenai obyek tertentu.
Konsep : untuk menjelaskan fenomena secara konkrit, dibangun dari definisi.
Definisi : sekumpulan terminologi (kalimat, simbol, rumus matematik) yang menunjukkan fenomena yang dimaksud konsep.

Materi 6 Manajemen Resiko Perancangan Sistem Informasi

sumber gambar : www.linkedin.com
Defenisi konseptual mengenai resiko : (Robert Charette)
1. Resiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang.
2. Resiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran,pendapat, aksi, atau tempat)
3. Resiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan ituakan dilakukan.

Strategi Resiko Reaktif vs Proaktif
Strategi reaktif dengan cara  memonitor proyek terhadap kemungkinan resiko.Sumber-sumber daya dikesampingkan, padahal seharusnya sumber-sumber dayamenjadi masalah yang sebenarnya / penting.
Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis diawali.Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas & pengaruh proyekdiperkirakan, dan diprioritaskan menurut kepentingan, kemudianmembangun suatu rencana untuk manajemen resiko.Sasaran utama adalah menghindari resiko.

Resiko Perangkat Lunak
Karakteristik resiko :
1. Ketidakpastian
2. Kerugian

Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hokum). Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).

Pada saat kita mengerjakan pengembangan perangkat lunak sering kita menghadapi berbagai situasi yang tidak nyaman seperti keterlambatan pengembangan atau pengeluaran biaya pengembangan yang melebihi anggaran. Hal ini dikarenakan kurang siapnya kita menghadapi berbagai kemungkinan resiko yang akan terjadi. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah ataupun meminimalkan resiko tersebut.

Download materi presentasi Kelompok 2
1.Kelas A :
2. Kelas B : Presentasi, Review
3. Kelas C : Presentasi 
4. Kelas D : Presentasi
5. Kelas E : Presentasi, Review

Rabu, 14 Oktober 2015

Materi presentasi kel 1 DSS

Download Materi presentasi kel 1 DSS

Pembagian Kelompok Presentasi Materi DSS

sumber : www.emotionalintelligenceatwork.com
Kel    No        NIM           Nama                                              Bantul                                Kel

1 1 122090028 ADY YULIAWAN PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERTEMUAN 5
2 122100002 EDI SUPRAYITNO
3 122100023 BOBBY GUNTUR ADI PUTRA
4 122110071 VERY JHON DAPID N
2 5 122120041 RIDHO UTOMO ALAT BANTU PERANCANGAN SPK PERTEMUAN 6
6 122120054 LULU RATNA SARI
7 122120055 ATMAKA YONNI K
8 122120059 MUHAMMAD KAHFI
3 9 122120067 ALDIANTO LANO S. MANAJEMEN MODEL SPK PERTEMUAN8
10 122130015 KRISNA YUDHA KURNIA
11 122130018 EKA FEBRIANI S
12 122130021 CLAUDIA DINDA MATITA
13 122130022 FELIX ZELIN PRADINA
4 14 122130023 GITA KARMANI MANAJEMEN BASIS DATA SPK PERTEMUAN 9
15 122130026 NUR ENDAH FITRIANA
16 122130028 AMBAR KUSUMASARI
17 122130030 DANANG IBRAHIM ADNAN
18 122130031 DELLA AYU AVIANNA
5 19 122130033 DIKRI MACHMUL KURNIAWAN TEKNIK NORMALISASI PERTEMUAN 10
20 122130036 DIVA VANESHA
21 122130037 HERDITYA MAHARDIKA
22 122130038 ALIVIAN VICKRY SYAHRANIE
23 122130039 MAULANA ALDY KURNIAWAN
6 24 122130041 HUSNAN YUSUF PENGEMBANGAN DAN APLIKASI BASIS DATA SPK PERTEMUAN 11
25 122130043 RANI TRIYANI
26 122130045 SADAM KHOIRUL IMAN
27 122130057 RIFQI NAUFAL RAFIF
28 122130070 ERFAN ERDYANTO
7 29 122130074 CHAYENE CHRISTALIA KALALO PERANCANGAN ANTAR MUKA SPK PERTEMUAN 12
30 122130077 EVELINA NADIA LISPRIYANTIKA
31 122130081 ANHAR DWI KUNTORO
32 122130085 ANDI PURNOMO
33 122130087 NOVIA SETIA NINGRUM
8 34 122130088 CHOIRUL UMAM TEKNIK PENGUJIAN SPK PERTEMUAN 13
35 122130092 DELLA INTAN SARIDEWI
36 122130101 RIZEKIKA NAAFI
37 122130102 DENI WIDIYANTO
38 122130113 ADITYA TRIWAHYUDI
9 39 122130114 KRISTANTO DEO MURTI SPK KELOMPOK PERTEMUAN 14
40 122130118 FAIZAL AMIN
41 122130124 FAYAKUN AKBAR
42 122130156 ARRANDA SYAHFITRA SIREGAR
43 122130158 PUTRIYANTI
10 44 122130168 MAYDA ADRIATI MODEL - MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERTEMUAN 15
45 122130176 REDHA ANGGRAENI NILAMSARI
46 122130202 M. AMINUDIN RISQIANTO
47 122130253 SAFIRA RATNASARI
48 122130267 AVIAN WISNU SETIYOKO

Aturan :
  1. Setiap kelompok mempersiapkan materi dalam bentuk ppt dan review, sumber materi atau referensi berasal dari bahan ajar yang disediakan atau dapat mengambil dari sumber-sumber lain (buku, jurnal, artikel, internet) dengan mencamtumkan nama sumbernya
  2. Materi (ppt dan review) harus sudah dikirim ke dosen via email di ahmad.muhsin@upnyk.ac.id maksimal 2 hari sebelum pelaksanaan presentasi yang selanjutnya akan diupload agar dapat diakses dan didownload oleh mahasiswa yang lain, pelanggaran atau keterlambatan dalam point ini menyebabkan pengurangan nilai.
  3. Setiap mahasiswa dalam kelompok harus aktif dan memiliki pembagian kerja atau materi yang jelas dan dapat mempertanggungjawabkan materi yang disusun
  4. Materi yang disusun harus orisinal atau susunan atau ketikan langsung oleh setiap kelompok dan bukan plagiasi atau copy paste milik orang lain, pelanggaran terhadap point ini dikenakan sanksi pembatalan nilai presentasi
  5. Untuk memperjelas materi yang disampaikan dapat ditambahkan sarana pendukung lain seperti animasi, praktek program, movie, gambar, alat peraga, produk fisik dan lain sebagainya
  6. Dosen akan mengawasi, memperbaiki, memperjelas, mengarahkan, membimbing, dan memoderatori presentasi
  7. Waktu presentasi dibagi menjadi 2 sesi, presentasi dan tanya jawab atau diskusi
  8. Bagi mahasiswa yang pada saat tersebut tidak presentasi wajib hadir dengan sebelumnya mengakses materi yang akan dipresentasikan dan mempersiapkan diri bertanya


Senin, 12 Oktober 2015

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem Informasi (1/A)



Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitas secara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan kegiatan project planning (perencanaan proyek). Yang pertama dari aktifitas ini adalah estimation (perkiraan).
Faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi:
a)      Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
b)      Project Size (Ukuran Proyek)
c)      Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
Ruang Lingkup Perangkat Lunak adalah sebagai berikut:
a)      Fungsi
b)      Kinerja,
c)      Batasan
d)      Interface
e)      Hardware yang mengeksekusi devices
f)       Software yang suah ada dan harus dikoneksikan
g)      Manusia yang menggunakan perangkat lunak
h)      Prosedur
i)        Realibilitas (Keandalan)
Untuk merekayasa perangkat lunak harus :
a)      Mengerti kebutuhan pelanggan
b)      Mengerti konteks bisnis
c)      Mengerti batasan-batasan proyek
d)     Mengerti motivasi pelanggan
e)      Mengerti alur kearah perubahan
      Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
      Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
      Arsitektur informasi (atau arsitektur teknologi informasi, arsitektur sistem informasi, infrastruktur teknologi informasi) adalah suatu pemeta-an atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe, 1999). Arsitektur ini berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak-biru (blueprint) untuk arahan di masa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhankebutuhan bisnis strategis organisasi. Oleh karena itu, arsitektur informasi memadukan kebutuhan informasi, komponen sistem informasi, dan teknologi pendukung.
      Salah satu komponen sistem informasi adalah manusia. Sumber daya manusia yang menjadi komponen sistem informasi sesungguhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu pemakai akhir dan spesialis TI.
      Untuk organisasi yang kecil, unit PDE terkadang hanya berupa seorang pegawai yang mengurusi dari pemasukan data, pembuatan program, sampai ke pembangkitan laporan. Keadaan seperti ini banyak dijumpai di Indonesia. Untuk organisasi yang cukup besar, unit ini berupa ;ebuah bagian atau departemen yang memiliki kepala bagian atau manajer. Pada perusahaan yang besar, PDE terkadang berkedudukan sebagai divisi yang dikepalai oleh seorang direktur, wakil direktur, atau manajer umum (general manager).


Disusun oleh :
Kelas: A Kelompok : 1
1.    Marlia Fransiska    122110020
2.    Agus Maulana A        122110082
3.    Aldianto Lano S        122120067
4.    Muhammad Jangki D    122120068

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi