Hidup adalah sebuah perjalanan

Karunia indah dari Tuhan adalah waktu, kesempatan kita hidup kita terbatas dan kita menuju ke kehidupan yang abadi, tengoklah apa yang sudah kita persiapkan untuk bekal hidup setelah hidup kita disini

Senin, 12 Oktober 2015

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem informasi (1/B)

Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitas secara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan kegiatan project planning (perencanaan proyek). Yang pertama dari aktifitas ini adalah estimation (perkiraan). Estimasi menjadi dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek yang lain dan perencanaan proyek memberikan sebuah peta jalan bagi suksesnya rekayasa perangkat lunak, sehingga dapat berjalan dengan baik.

Estimasi membawa resiko yang inheren (membawa kepada ketidakpastian) jika hanya terdapat data kualitatif dalam perkembangannya.
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi:
a. Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
kompleksitas merupakan pengukuran relatif yang sangat berpengaruh kuat terhadap ketidak pastian  dipengaruhi oleh kebiasaan dengan usaha yang sudah dilakukan pada masa sebelumnya.
b. Project Size (Ukuran Proyek)
Beratnya elemen-elemen yang akan didekomposisi menjadikan permasalahan dalam estimasi yang dimana menjadi suatu pendekatan.
c. Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
Bila metrik perangkat lunak yang komprehensif dapat diperoleh pada proyek yang telah lalu, maka estimasi dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih tinggi. jadwal dapat dibuat untuk menhindari kesulitan-kesuliatan yang terjadi di masa lalu, dan resiko keseluruhan dapat dikurangi.

Tujuan umum dari perencanaan proyek perangkat lunak adalah :
a. Estimasi dibuat dengan sebuah kerangka waktu yang terbatas pada awal sebuah proyek perangkat lunak yang dapat menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan manajer membuat estimasi yang dapat dipertanggung-jawabkan dan masih dapat diperbaharui secara teratur selagi proyek sedang berjalan.
b. Untuk pengawasan, penelusuran, dan pemantauan sebuah proyek teknik yang
kompleks.

Aktivitas pertama dalam perencanaan perangkat lunak adalah ruang lingkup yang terdiri dari :
a.    Fungsi, sebagai kedetailan
b.    Kinerja, melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon
c.    Batasan, pengidentifikasian batasan
d.    Interface, konsep interface yang menginterpretasikan :
e.    Hardware yang mengeksekusi devices
f.    Software yang suah ada dan harus dikoneksikan
g.    Manusia yang menggunakan perangkat lunak
h.    Prosedur
i.    Realibilitas (Keandalan)

Untuk merekayasa perangkat lunak harus :
a.    Mengerti kebutuhan pelanggan
b.    Mengerti konteks bisnis
c.    Mengerti batasan-batasan proyek
d.    Mengerti motivasi pelanggan
e.    Mengerti alur kearah perubahan

Skema yang terbentuk dari perencanaan perangkat adalah piramida yang bertujuan untuk mengestimasikan sumber daya untuk menyelesaikan usaha pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras berada pada fondasi sebagai penyedia infrastuktur pendukung usaha pengembangan. Sedangkan dipuncaknya adalah Manusia sebagai sumber daya utama.

Disampaikan oleh :
Kelompok 1/ Kelas B
No.        Nama            NPM
1.    Krisna Yudha Kurnia         122130015
2.    Budi Siswanto                   122130016
3.    Shinta Puspita                   122130019
4.    Claudia Dinda Matita        122130021
5.    Felix Zelin Pradina            122130022

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi

Minggu, 11 Oktober 2015

Materi 5 Perencaaan Perancangan Sistem Informasi (1/E)

PERENCANAAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

Definisi perancangn menrut Kamuas besar bahasa indonesia
proses, cara, perbuatan merancang
Contoh:
~ bangunan itu dilakukan oleh seorang ahli yg masih muda
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut: Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.
Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitassecara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak.

1. Observasi pada Estimasi
Estimasi sumber daya, biaya dan jadwal untuk usaha pengembangan perangkat lunakmembutuhkan pengalaman, mengakses informasi histories yang baik, dan keberanian untukmelakukan pengukuran kuantitatif bila hanya data kualitatif saja yang ada.Dibawah ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi.
  • a.    Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
  • b.    Project Size (Ukuran Proyek)
  • c.    Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
2. Tujuan Perencanaan Proyek Perangkat Lunak
Tujuan umum dari perencanaan proyek perangkat lunak adalah :
  • a. Menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan manajer membuatestimasi yang dapat dipertanggung-jawabkan mengenai sumber daya, biaya danjadwal. Estimasi dibuat dengan sebuah kerangka waktu yang terbatas pada awalsebuah proyek perangkat lunak dan seharusnya diperbaharui secara teratur selagiproyek sedang berjalan.
  • b. Untuk pengawasan, penelusuran, dan pemantauan sebuah proyek teknik yangkompleks.
3. Ruang Lingkup Perangkat Lunak
Aktivitas pertama dalam perencanaan perangkat lunak adalah penentuan ruang lingkup perangkat lunak yang terdiri dari
  • a. Fungsi, Untuk memberikan awalan yang lebih detail pada saat dimulai estimasi.
  • b. Kinerja, Melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon.
  • c. Batasan, Mengidentifikasi batas yang ditempatkan pada perangkat lunak olehhardware eksternal, memori dan system lain.
  • d. Interface, Konsep sebuah Interface diinterpretasikan untuk menentukan:
  • e. Hardware yang mengeksekusi perangkat lunak dan device yang dikontrol secaralangsung oleh perangkat lunak.
  • f. Software yang sudah ada dan harus dihubungkan dengan perangkat lunak baru.
  • g. Manusia yang menggunakan perangkat lunak melalui perangkat I/O
  • h. Prosedur
  • i. Realibilitas (Keandalan)
4. Sumber Daya
Tugas kedua perencanaan perangkat lunak adalah mengestimasi sumber daya yangdibutuhkan untuk menyelesaikan usaha pengembangan perangkat lunak tersebut. Gambarberikut memperlihatkan sumber daya pengembangan sebagai sebuah piramid. Dibawah ini merupakan penjelasan lebih spesifik mengenai sumber daya.
  • 1.    Sumber Daya Manusia
  • 2.    Komponen Perangkat lunak (reusable)
  • 3.    Lingkungan
5. Estimasi Proyek Perangkat Lunak
Estimasi biaya dan usaha perangkat lunak tidak akan pernah menjadi ilmu pasti. Variabel yang terlalu banyak, manusia, teknik, lingkungan, politik dapat mempengaruhi biaya dan usaha akhir yang diaplikasikan untuk mengembangkannya.

Disusun oleh kelompok 1 kelas E
BENYAMIN KANSAI                     1220900
WEDHA KRISHNAMURTI K        122100033
OJI RISVANI                                   122120005
M. ABHRE AGNI MAHISA           122120016

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi

MATERI 5.METODE PENGEMBANGAN MODEL

Kriteria memodelkan suatu sistem :
  • Harus mewakili (representasi) sistem nyatanya
  • Merupakan penyederhanaan dari kompleksnya sistem, sehingga diperbolehkan adanya penyimpangan pada batas tertentu
Tahapan :
1. Definisi masalah
2. Model konseptual
3. Formulasi model
  • Variabel yang dilibatkan
  • Tingkat agregasi dan kategorisasi
  • Perlakuan terhadap waktu
  • Spesifikasi model
  • Kalibrasi model
4. Analisis dan solusi model
  • Ketelitian
  • Validitas
  • Ketetapan (constancy)
  • Ketersediaan taksiran untuk variabel
5. Interpretasi dan implementasi model

Sistem asumsi Merupakan pikiran dasar yang digunakan sebagai alasan atau titik tolak dalam menjelaskan suatu fenomena yang diyakini kebenarannya.
Chafetz (1978) : sebagai suatu statement yang harus diterima keberadaannya dan bukan merupakan obyek untuk di tes kebenarannya secara langsung. Merupakan perlakuan khusus yang kadang diterima begitu saja.
Memberikan landasan yang kuat mengenai keberadaan masalah, dasar pemikiran dan perumusan hipotesa.
Suriasumantri (1990), harus mempertimbangkan :
  • Relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian disiplin keilmuan
  • Harus disimpulkan dari keadaan sebagaimana adanya.
Syarat asumsi :
  1. Adanya konsistensi (taat azaz)
  2. Adanya relevansi
  3. Adanya independensi
  4. Adanya ekivalensi
Tahapan asumsi :
  1. Identifikasi pelaku
  2. Pemunculan asumsi
  3. Pembenturan asumsi
  4. Pengelompokan asumsi
  5. Sintesa asumsi
Ada dua fasa dalam pemodelan
  • Pemodelan trafik yang masuk (incoming traffic)  model trafik
  • Pemodelan sistem model sistem
macam model sistem
  • Loss system
  • Queueing system (sistem antrian)
  • Delay system
  • Kombinasi delay dan loss
Identifikasi variabel :
  1. Variabel nominal, ditetapkan berdasar atas proses penggo;ongan (klasifikasi) dan identifikasi, bersifat diskrit dan saling pilah, misal. Jenis pekerjaan, indeks, merek, jenis produk, jumlah mesin
  2. Variabel ordinal, menentukan hubungan yang tersusun antar obyek atau peristiwa, menyatakan urutan bagi atribut sistem berdasar jenjang, misal : sikap, pendapat (opini), preferensi, jabatan
  3. Variabel interval, untuk mengatur peringkat atribut obyek/peristiwa hingga jarak antara angka cocok dengan jarak atribut obyek/peristiwa pada karakteristik yang diukur, misal : temperatur udara skala celcius atau fahrenheit
  4. Variabel rasio, dalam kuantifikasinya memiliki nilai nol mutlak, misal : berat badan, panjang



Sabtu, 10 Oktober 2015

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem Informasi (1/C)

Kelompok 1 Kelas C
Shofwana Hafidh        (122140003)
Yunanda Aldi W        (122140004)
Tri Luhur P                (122140005)
Sukmono Aji W        (122140007)
Faisal Fachry             (122140011)

Review Materi :
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.
Sekarang dibahas:
A. Siklus hidup
B. Analisis Perancangan

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)
Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:
  1. Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
  2. Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
  3. Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
  4. Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
  5. Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
  6. Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.

Download materi lengkap :
1. Materi
2. Presentasi

Materi 5 Perencanaan Perancangan Sistem Informasi (1/D)

Kelompok 1/ Kelas D
No.        Nama                            NPM
1.    Edi Suprayitno                     122100002
2.    Fajar Maulana Wijayanto     122130004
3.    Yudi Pratama Putra              122130008
4.    Rachmad Ardi Prakoso        122130046
5.    Muhammad Upadio K          122130049

Review materi :
Perencanaan Proyek (Project Planning) merupakan awal dari serangkaian aktivitas secara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses manajemen dimulai dengan kegiatan project planning. Yang pertama dari aktifitas ini adalah estimation(perkiraan).
1.    Observasi pada Estimasi
Estimasi sumber daya, biaya, dan jadwal untuk usaha pengembangan perangkat lunak membutuhkan pengalaman, mengakses informasi historis yang baik, dan keberanian untuk melakukan pengukuran kuantitatif bila hanya ada data kualitatif saja yang ada. Faktor yang mempengaruhi estimasi :
a.    Project Complexity (Kompleksitas Proyek)
Kompleksitas proyek berpengaruh kuat terhadap ketidakpastian yang inheren dalam perencanaan.
b.    Project Size (Ukuran Proyek)
Bila ukuran bertambah maka ketergantungan diantara berbagai elemen perangkat lunak akan meningkat dengan cepat. Dekomposisi masalah sebagai suatu pendekatan yang sangat penting dalam proses estimasi menjadi lebih sulit lagi karena elemen-elemen yang akan didekomposisikan sangat berat.
c.    Structutal Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
Bila metric perangkat lunak yang komprehensif dapat diperoleh pada proyek yang telah lalu, maka estimasi dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih tinggi.

2.    Tujuan Perencanaan Proyek Perangkat Lunak
Tujuan perencanaan proyek perangkat lunak adalah :
a.    Menyediakan kerangka kerja bagi manajer untuk membuat esimasi yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai sumber daya, biaya, dan jadwal. Estimasi berguna sebagai kerangka waktu terbatas dalam proyek yang berjalan.
b.    Untuk pengawasan, penelusuran, dan pemantauan sebuah proyek teknik yang kompleks.

3.    Ruang Lingkup Perangkat Lunak
Aktivitas pertama dalam perencanaan perangkat lunak adalah ruang lingkup yang terdiri dari :
a.    Fungsi, sebagai kedetailan
b.    Kinerja, melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon
c.    Batasan, pengidentifikasian batasan
d.    Interface, konsep interface yang menginterpretasikan :
e.    Hardware yang mengeksekusi devices
f.    Software yang suah ada dan harus dikoneksikan
g.    Manusia yang menggunakan perangkat lunak
h.    Prosedur
i.    Realibilitas (Keandalan)
Untuk merekayasa perangkat lunak harus :
a.    Mengerti kebutuhan pelanggan
b.    Mengerti konteks bisnis
c.    Mengerti batasan-batasan proyek
d.    Mengerti motivasi pelanggan
e.    Mengerti alur kearah perubahan

4.    Sumber Daya
Tugas kedua perencanaan perangkat lunak adalah untuk mengestimasikan sumber daya untuk menyelesaikan usaha pengembangan perangkat lunak. Skema yang terbentuk adalah piramida, dan perangkat lunak dan perangkat keras berada pada fondasi dan menyediakan sebagai infrastuktur pendukung usaha pengembangan. Sedangkan dipuncaknya adalah Manusia sebagai sumber daya utama.

Download Materi lengkap :

1. Materi
2. Presentasi

Kamis, 08 Oktober 2015

Kelompok Presentasi Manajemen Lingkungan

sumber gambar : ecosimply.com


Kel No NIM Nama Materi Waktu Presentasi
1 1 122090162 ARIF RAHMAD ARDI W PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PERTEMUAN 6
2 122100018 RAMADHAN TRI NUGROHO
2 3 122100026 NUR OKTAVIAREKHA AHADWI P PENGOLAHAN LIMBAH PADAT PERTEMUAN 7
4 122100039 ROLAN SEPTIAN
3 5 122100043 DASTYARGO HARTONO PENGOLAHAN LIMBAH GAS PERTEMUAN9
6 122100047 HAPPY NUR ROMADHONA
7 122100060 YUSUF FIRMANSYAH
4 8 122100095 JENTA GAGAH PRABOWO AMDAL PERTEMUAN10
9 122100111 WAWAN KURNIAWAN RISAL
10 122100131 SUDARWAN
5 11 122110007 GINANJAR HADI PRASETYO PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PERTEMUAN11
12 122110009 AGUNG HIDAYATULLAH
13 122110015 NUGROHO CANDRA RAHARJO
6 14 122120004 IQAL AZHARI MODEL PRAKIRAAN DAMPAK LINGKUNGAN PERTEMUAN12
15 122120006 AMALIA OKTA PERMATA
16 122120007 IMAM HANAFI
7 17 122120040 EKA DEWI MARLIANA NINGSIH PERENCANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERTEMUAN 13
18 122120058 KEVIN RYNALDI
8 19 122120062 MOH IKHSAN ARIYANTO ISO 14000 PERTEMUAN 14
20 122120067 ALDIANTO LANO S.
21 122130061 YASINTHA APRILYAN KURNIAWAN
9 22 122130121 ACHMAD ZAMRONI PRODUKSI BERSIH PERTEMUAN 15
23 122130132 RIZKI ARDLIANSYAH

Aturan :
  1. Setiap kelompok mempersiapkan materi dalam bentuk ppt dan review, sumber materi atau referensi berasal dari bahan ajar yang disediakan atau dapat mengambil dari sumber-sumber lain (buku, jurnal, artikel, internet) dengan mencamtumkan nama sumbernya
  2. Materi (ppt dan review) harus sudah dikirim ke dosen via email di ahmad.muhsin@upnyk.ac.id maksimal 2 hari sebelum pelaksanaan presentasi yang selanjutnya akan diupload agar dapat diakses dan didownload oleh mahasiswa yang lain, pelanggaran atau keterlambatan dalam point ini menyebabkan pengurangan nilai.
  3. Setiap mahasiswa dalam kelompok harus aktif dan memiliki pembagian kerja atau materi yang jelas dan dapat mempertanggungjawabkan materi yang disusun
  4. Materi yang disusun harus orisinal atau susunan atau ketikan langsung oleh setiap kelompok dan bukan plagiasi atau copy paste milik orang lain, pelanggaran terhadap point ini dikenakan sanksi pembatalan nilai presentasi
  5. Untuk memperjelas materi yang disampaikan dapat ditambahkan sarana pendukung lain seperti animasi, praktek program, movie, gambar, alat peraga, produk fisik dan lain sebagainya
  6. Dosen akan mengawasi, memperbaiki, memperjelas, mengarahkan, membimbing, dan memoderatori presentasi
  7. Waktu presentasi dibagi menjadi 2 sesi, presentasi dan tanya jawab atau diskusi
  8. Bagi mahasiswa yang pada saat tersebut tidak presentasi wajib hadir dengan sebelumnya mengakses materi yang akan dipresentasikan dan mempersiapkan diri bertanya
Download Kelompok Presentasi

Selasa, 06 Oktober 2015

Materi 4 Pendekatan Sistem dalam Pemecahan Masalah

sumber gambar : www.edgefxkits.com

Permasalahan umum seperti :
  1. PENGANGGURAN
  2. KEMISKINAN
  3. BUTA HURUF
  4. VIRUS FLU BURUNG
  5. INFLASI EKONOMI
  6. DEMO BURUH
  7. KEMACETAN
  8. DLL
Permasalahan dalam Industri seperti :
  1. PRODUK CACAT
  2. KESULITAN PERIJINAN
  3. KEKURANGAN BAHAN BAKU
  4. KECELAKAAN KERJA
  5. KEBISINGAN
  6. MATI LISTIK
  7. KINERJA TIDAK SEBANDING
Permasalahan dalam manufaktur seperti :
  1. Memahami kerusakan komponen
  2. Mengurangi adanya variasi dalam proses
  3. Mengurangi biaya manufaktur
  4. Meningkatkan pangsa pasar
  5. Mendapatkan teknologi terbaik
  6. Menemukan pengembangan produk baru

Pendekatan pemecalahan masalah dibagi 2 :
1. PENDEKATAN ANALISIS “Pendekatan perbagian”
2. PENDEKATAN SISTEM “Pendekatan menyeluruh”

Pendekatan sistem berati :
  • melihat permasalahan dalam konteks yang lebih luas, sehingga tidak dapat menjawab permasalahan dengan solusi yang terisolasi.
  • Pembelajaran (learning) berkaitan dengan steady state yang dinamis.